(4) Identitas Tersembunyi (Vampire)

(4) Identitas Tersembunyi (Vampire)
vampire 10 (S 2)


__ADS_3

sepulang dari pesantren ernest kembali baikan dan sangat segar bugar walaupun wajahnya sedikit lebih pucat dari manusia biasa


bastian menggeleng kepala melihat ernest


alya menggertakan gigi melihat itu.


"bastian! clara ikut mama sekarang!!"panggil alya stengah berteriak


alya pergi ke ruang bawah tanah ruma itu karna disanalah tempat ter aman baginya untuk menceritakan semua nya


grek!


alya menutup pintu besi itu lagi..


di dalam.


"kalian tahu apa yang terjadi kepada ernest?"tanya alya


tidak tahu"jawab mereka berdua serentak


"ernest itu bukan manusia biasa,jika lebih lama lagi dia berada disana bisa bisa dia kehabisan tenaganya"kata alya.


perkataan alya membuat mereka berdua menjadi bingung


"maksudnya apa ma? kalau ernest bukan manusia biasa terus dia apa? iblis?"tanya bastian


"hampir benar"jawab alya


deg!


bastian terkejut mendengarnya.


"ernest itu vampire"kata alya


lagi lagi mereka di buat bingung


"bastian,sebenarnya saya bukanlah ibu kandung kamu,saya ini kakak ipar kamu,azka yang kita temui beberapa hari yang lalu dia adalah abang kamu"jelas alya


*deg!!


"apa*!!!


bastian sangat terkejut mendengarnya


"orang tua kamu adalah papia soni dan aqilla,sementara kamu lyora,papa kamu bernama dirga dan ibu kamu bernama melan"kata alya


deg!


"mama tahu orang tua ku?"tanya lyora,sementara bastian malah bersandar di dinding


"ya,aqilla dan melan mereka berdua bersahabat,tapi sayang aqilla sudah meninggal dan seperti melannya melan juga demikian"jawab alya


clara menangis mendengar itu,padahal dirinya berharap bisa bertemu dengan orang yang sudah melahirkannya di kemudian hari


"ka kalau papa?"tanya clara dengan suara sedikit terbata bata


"mereka berdua sudah lebih dulu meninggal,mereka musnah bersama vampire lainnya karna batu mulia yang sebagai sumber kehidupan mereka retak dan pecah"jelas alya


deg!!


lagi dan lagi clara harus menelan pil pahit


"karna kalian berdua menikah dan melahirkan anak,maka hiduplah seorang vampire lagi"kata alya


"apakah yang lainnya juga vampire?"tanya clara


"tidak,mereka tidak akan menjadi vampire kecuali kalau ernest mengamuk dan menggigit mereka semua otomatis mereka akan menjadi vampire"jawab alya


"kalau hal itu sampai terjadi kalian hanya perlu melakukan satu hal,yaitu mencabut dan menghancurkan jantung mereka yang terkena gigitan ernest,dengan begitu mereka tidak akan menjadi vampire"jelas alya


bastian dan clara terdiam..


mereka bingung harus bagaimana setelah mengetahui fakta tentang masa lalu kedua orang tua mereka


alya kembali berbicara"saya harap kalian berdua tidak menambah anak lagi,karna mengendalikan ernest saja sudah membuat kepala ku sakit"kata alya


kemudian alya pergi menuju pintu dan membukanya

__ADS_1


bastian dan clara juga ikut keluar dari sana


diruang keluarga..


"kenapa mama sama papa melihat ku seperti itu?"tanya ernest,pasalnya bastian dan clara tidak mengalihkan tatapannya dari ernest


"tidak ada"bastian dan clara menjawab serentak


"mencurigakan"gumam ernest


"kenapa kami tidak diajak berbincang ma?"tanya lyora


"iya,kenapa oma? apa oma sudah melupakan ku dan mama selaku istri dan anak pertama papa"tanya glen


bukannya marah,alya malah justru tertawa


"bastian,kendalikan mereka sebelum kamu menyesal"kata alya kepada bastian


perkataan alya membuat lyora dan glen sangat terkejut


mata bastian langsung memerah menahan amarah karna ulah lyora dan glen


"iya ma"jawab bastian


"nak!"clara langsung menghampiri ernest karna dia takut ernest marah


ernest mengernyitkan dahinya


"kenapa mama terlihat sangat ketakutan?"tanya ernest


"tidak ada,tadi mama melihat tikus yang sangat besar,dan itu membuat jantung mama berdetak kencang saking takut nya"jawab clara asal


"lihatlah,oma sudah memilih pewaris"ucap valia dengan suara pelan


shesil menggertakan gigi mendengarnya


"jangan memperburuk suasana"gerutu nya


ernest tidak mempercayainya begitu saja


saat malam tiba alya masih berada di kediaman bastian..


mata bastian berkaca kaca saat melihat keberadaan azka


"bang"sapa bastian


deg!


azka terkejut mendengar panggilan bastian


"hai"sapa ernest


"sepertinya alya sudah memberitahu bastian siapa aku dan ernest"gumam azka


azka menoleh kearah bastian lalu tersenyum


azka memegang bahu ernest


"apakah kita akan pergi bersenang senang malam ini?"tanya azka


"hei jangan asal kamu! mau kamu bawa kemana adikku?!"tanya steven kesal


"sepertinya kamu sangat menyayangi adik mu,kalau begitu kamu bisa ikut bersama kami"kata azka


...deg!...


bastian,alya dan clara terkejut mendengar perkataan azka,bisa bisanya dia meminta steven untuk ikut


"kalau ingin pergi,pergi saja kalian berdua,Karna saya ada perlu dengan steven"clara langsung menggandeng tangan steven


steven dibuat bingung"ada apa perlu apa ma?"tanya steven


violet ikut menyusul steven dan clara


"dengar ya steven,mama mohon kamu jangan pernah ikut kemanapun mereka pergi"pinta clara


"kenapa ma? kenapa steven tidak boleh ikut?"tanya steven,hatinya mulai merasa sedih

__ADS_1


"bukan seperti itu nak,bukan kah kami sudah melihat keanehan di diri ernest?"tanya clara


deg!


steven sangat terkejut..


"da darimana mama tau?"tanya steven


"mama tahu semuanya"jawab clara


"karna itu mama melarang kamu ikut kemana pun ernest pergi,kamu boleh pergi bersamanya di siang hari,tapi jangan sesekali kamu pergi bersamanya di saat malam hari"tekan clara karna dia sangat takut ernest akan mencelakai steven


"aish mama,mana mungkin aku menyakiti bang steven"gerutu ernest dalam hati


ernest juga berada disana bersama violet


"clara!"panggil violet karna dirinya tidak tega melihat raut wajah ernest yang sangat sedih


mereka berdua menoleh..


deg!


"ernest!!"pekik mereka berdua karna terkejut


ernest tersenyum kearah mereka


"mama tenang saja,aku tidak akan menyakiti saudara ku sendiri,om azka ada bersama ku,jadi mama jangan khawatir,tapi kalau mama masih meragukan ku juga tidak apa apa,aku juga tidak ingin memaksa mama untuk percaya"kata ernest,dadanya mulai terasa sesak


ernest buru buru pergi dari sana sambil menyeka air mata yang menganak disudut matanya


"sakut banget rasanya nggak dipercaya sama mamak sendiri"dalam hati ernest


ernest kembali ke ruang tengah


"ayo om!"ernest mengajak azka pergi


"wah sungguh semua kehormatan bagiku dipanggil om oleh kamu"sahut azka


azka tersenyum sambil mengikuti ernest


dari arah belakang steven berlari menyusul ernest


"tunggu nest!"panggil steven


"steven jangan!"clara bersikeras melarang steven


tap!


bastian memegang tangan clara"tenangkan dirimu"kata bastian


"tapi"protes clara


"kamu sudah menyakiti ernest clara"kata violet


clara terdiam"saat ini aku hanya mempedulikan keselamatan steven"dalam hati clara


dijalan..


ernest mengemudi mobil bersama steven dan azka


"kenapa ikut? apakah bang steven tidak takut aku akan mencelakai bang steven?"tanya ernest


"tidak"jawab steven singkat


ciitt!!


mobil yang dikemudi oleh ernest tiba tiba menabrak sesuatu


"biar abang tang periksa"kata steven


"tidak,bang stev tetap lah di mobil,aku yang akan memeriksanya"ernest melarang steven keluar mobil


disaat mereka sedang berdebat tiba,tiba sosok yang di tabrak ernest tadi berdiri menghadap mobil mereka dengan mata berwarna oren kemererahan


"aaauuuuuuuuuu!!!!!!


suara auman serigala terdengar sangat jelas

__ADS_1


jangan lupa like comen dan beri dukungan ya teman teman,biar author tambah semangat nulisnyaπŸ€—πŸ€—πŸ€—πŸ€—πŸ€—πŸ€—πŸ€—πŸ€—πŸ€—πŸ€—πŸ€—πŸ€—


__ADS_2