
Alif keluar kamar mandi hanya memakai boxer dan kaos berwarna putih saja sambil mengelap rambutnya yang basah habis mandi agar badannya menjadi segar dari rasa lelah dan lesu yang kerap menderanya akhir-akhir ini. Ia mencari keberadaan istrinya yang menghilang sejak tadi.
"Sayang," panggil Alif ketika keluar kamar.
Mencari di segala sudut ruangan namun masih tidak menemukan Humairah dimana pun.
"Humairah kau dimana?"
Alif ke dapur juga tidak menemukan istrinya, ia membuka kulkas dan meminum segelas air dingin dari sana.
"Kemana dia?" gumam Alif yang bingung meja makan kosong tidak ada makan malam seperti biasa.
Tiba-tiba ia merasa seseorang memeluknya dari belakang, Alif tersenyum lalu menyentuh tangan lembut yang ia yakini milik istrinya itu.
"Kau kemana saja?" tanya Alif seraya berbalik badan menghadap Humairah yang seksi memakai jubah tidur saja berbahan sutra lembut menutupi tubuhnya hingga paha saja.
"Ku lupa sesuatu?"
Alif berfikir sejenak.
"Apa kau akan marah? Aku benar-benar tidak fokus hingga lupa jika hari ini adalah ulang tahun pernikahan kita yang pertama, maafkan aku sayang sungguh...."
"Pantas saja tidak ada makan malam di meja, apa kau sengaja memberi kode agar kita makan di luar?"
Humairah menggeleng.
"Baiklah jangan marah, ayo bersiap kita bisa makan di luar malam ini. Berkencan kemana pun istriku ini ingin pergi," bujuk Alif membelai wajah Humairah yang tampak datar.
Humairah kembali geleng kepala.
"Sayang ayolah jangan merajuk, maaf aku benar-benar lupa."
"Kita bisa belanja, kau mau kado apa ayo sebut saja. Mau nonton? Oh pasti ingin dinner romantis, oke aku hubungi temanku dulu biar disiapkan di restorannya malam ini juga, mau buket bunga yang besar? Oke akan ku suruh dia menyiapkannya juga, jika kau mau sekaligus toko bunganya juga boleh, apapun untukmu."
Humairah masih diam menatap dengan tatapan yang menghunus jantung rasanya.
"Sayang, ayolah jangan marah."
Humairah tersenyum juga akhirnya.
Bukan kata-kata melainkan ia mulai berjinjit agar bisa meraih bibir suaminya dengan mesra. Memberikan ciuman demi ciuman yang menggoda, hingga Alif merasa aura yang berbeda dari Humairah saat ini.
Gairah seorang pria kembali menggelora, Alif menerima dengan senang hati, ia lingkarkan kedua tangannya di pinggang Humairah yang terus mendorong Alif menuju ke kamar mereka lagi.
Alif melepas ciuman mereka sebentar, ia menatap Humairah dengan penuh cinta.
"Aku tahu, mungkin maksud mu kita merayakannya di kamar saja, buat anak misalnya," goda Alif gemas dengan wajah istrinya yang benar-benar cantik dengan mata hitam yang selalu memberikan tatapan menenangkan, tatapan cinta yang selalu mengikat hatinya, mata indah yang selalu ia temui setiap pagi hingga penutup hari.
Humairah tidak menjawab melainkan terus mendorong Alif dengan memberi sentuhan bibir yang memabukkan, hingga mereka masuk kamar dan mengarah ke balkon.
Membuat Alif heran karena tidak berlabuh pada ranjang seperti yang ada dalam pikirannya saat ini terlebih ia sudah mulai terpancing gairah yang mulai memuncak dengan hasrat ingin langsung menjamah dan bercinta sepuasnya menikmati malam penuh bintang di luar sana.
Malam tepat satu tahun pernikahan mereka, malam yang dulu menjadi malam pertama yang indah bagi keduanya meski belum hadir cinta saat itu.
Menunaikan kewajiban suami istri yang sama-sama pertama kali bagi Alif dan Humairah sebagai pembuka biduk rumah tangga mereka satu tahun berlalu, kenangan yang sangat manis dan patut diingat sebagai penguat rasa dalam cinta mereka yang kini benar-benar berjalan sesuai harapan.
Meski sempat dihadapkan dengan berbagai masalah hati dan cukup menguras perasaan dan air mata, hampir pula ingin berpisah namun kini semua benar-benar telah berlalu, hanya ada cinta untuk saat ini bahkan sampai nanti, insyaallah.
Humairah melepas tautan bibir mereka, membuat Alif heran saat melihat istrinya membuka pintu samping kamar mereka yang langsung mengarah ke balkon.
"Sayang, ayolah jangan bercanda. Kau menggodaku, jangan memberi sentuhan yang tanggung, apa kau ingin kita bercinta di balkon? di alam terbuka misalnya?" ucap Alif terkekeh, ia tidak melepas tubuh istrinya barang sejengkalpun.
"Mas Alif, aku ingin menunjukkan mu sesuatu."
"Sayang ayolah aku sudah tidak tahan," balas lelaki tu yang terus menciumi leher Humairah sambil kedua tangannya kemana-mana, yang satu ke dada yang satu lagi ke pangkal paha, membuat Humairah berdiri bulu kuduknya merasa geli sekaligus nikmat.
__ADS_1
Humairah tertawa melihat wajah Alif yang menatapnya dengan pikiran mesum.
"Ayo lihat dulu, aku ada kejutan untukmu."
Setelah mengatakan itu, Humairah memaksa Alif melepaskannya lalu mendorong pria itu kian ke keluar dari kamar secara paksa.
Alif baru tersadar, ia tercengang di tempatnya berdiri.
Jelas sekali netranya menangkap pemandangan berbeda di balkon dari biasanya yang hanya dihuni kursi santai jika ia dan istrinya menikmati sinar mentari pagi hari.
Terdapat meja bundar dengan dua kursi yang berisi hidangan makan malam, dihiasi lampu neon berwarna warni di sekelilingnya.
Yang menarik banyak pula dekor balon berwarna biru dan putih yang dipajang dan dibuat dalam bentuk kecil dan besar secara acak. Lalu terdapat layar putih diantara para balon.
Alif menoleh pada laptop dan proyektor yang siap menayangkan sesuatu di layar, matanya menangkap lagi beberapa balon yang berisi gas helium yang terbang tidak tinggi dengan benang bergelantungan mengikat beberapa buah gambar yang Alif yakini itu adalah gambar USG.
"Sayang?"
Humairah tersenyum puas melihat raut terkejut Alif saat ini. Pria itu berjalan kian mendekati balon yang terdapat gambar USG, Alif mengambilnya satu dan menatapnya lekat-lekat, gambar USG 4D yang terlihat jelas janin yang sudah tumbuh menyerupai bentuk kacang merah yang tertulis di sana umur kehamilan 7-8 minggu.
Lalu ia mengambil gambar yang kedua, bentuk janin yang lebih sempurna yang tampak sudah ada tangan dan kaki dan tali pusat yang memanjang.
"Sayang," lirih Alif menatap Humairah penuh tanya dengan mata berkaca-kaca.
Istrinya mengangguk lalu mendekat, "Iya, itu gambar calon bayi kita, maaf baru memberitahu mu. Aku sengaja membuat kejutan agar semuanya berkesan, aku hamil mas Alif," ucap Humairah seraya membawa tangan Alif menyentuh perutnya.
"Ini bukan lemak seperti yang kau kira, ini adalah bentuk rahimku yang kian membesar karena ada nyawa di dalamnya, calon bayi yang kita nanti-nantikan kini ada di sini, kau benar aku tidak datang bulan lagi sejak kembali bersama, aku langsung diberi anugerah hamil lagi bahkan satu bulan setelah kita kembali intim berdua."
"Sekarang usianya sudah 13-14 Minggu, masuk bulan ke empat. Semuanya sehat dan baik, dia lelaki seperti harapan mu."
Alif tertegun lama di tempatnya berdiri.
"Sayang, ini bukan mimpi?"
Humairah menggeleng.
"Lihat tanggal yang tertera di sana."
Alif memperhatikan lagi gambar demi gambar yang menggantung di balon. Benar matanya melihat tanggal yang baru di sana.
"Sayang?"
"Iya mas Alif, aku hamil. Ayo kemari aku akan tunjukkan video rekaman USG ku kemarin."
Humairah menarik tangan suaminya menuju layar, ia mulai memutarkan layar laptopnya yang terhubung langsung ke layar proyektor.
Alif kembali dibuat kagum dan terkejut luar biasa, video yang memutarkan gambar-gambar USG 4D calon buah hatinya, video rekaman detak jantung janin mereka yang kuat dan teratur serta gambar dan rekaman pemeriksaan menyeluruh dari kehamilan Humairah.
"Kau benar-benar menyebalkan Humairah," gumam Alif kesal, ia berlutut lalu membuka tali jubah tidur Humairah yang langsung menampilkan perut yang tampak menyembul dari sana, tanpa berpikir panjang Alif menciumi dengan puas perut yang baru mulai buncit milik Humairah itu dengan gemas, hingga Humairah menghindar kerena geli.
"Sayang, berhenti itu geli."
Alif berdiri lagi, ia menatap Humairah antara kesal dan bahagia. Pria itu merentangkan tangan menunggu Humairah masuk dalam dekapannya. Tentu saja Humairah langsung berhambur memeluk Alif dengan perasaan yang tak kalah bahagia.
"Kau hidupku Aisyah Humairah," ucap Alif dengan perasaan haru.
"Lapar? Ingin makan?" tawar Humairah saat melihat menu makan malam yang belum tersentuh di atas meja.
"Aku bahkan sudah kenyang, ," jawab Alif mencium pipi Humairah dengan gemas.
"Baiklah karena kau sudah memberiku kejutan, sekarang giliranku."
Humairah merasa heran saat Alif melepaskan pelukannya. Pria itu mendekati beberapa balon.
"Mas Alif? Mana kejutannya?"
__ADS_1
"Huh kenapa balonnya banyak sekali, aku jadi bingung."
"Apa maksudmu?"
"Aku tahu kau ingin membuat kejutan sebab kemarin orang suruhanmu tidak sengaja bertemu denganku saat mengantarkan semua balon dan keperluan dekor ini, jadi ku titip cincin ku suruh ikat di salah satu balon jadi biar kita impas saling beri kejutan," jawab Alif polos.
"Lalu?"
"Aku tidak tahu dia menaruh di balon yang mana."
Humairah berdecak kesal.
"Kenapa kau bisa percaya begitu saja, mana tahu dia menipumu dan tidak menaruhnya dalam balon."
"Tidak mungkin, dia ku bayar mahal untuk hal ini."
"Cincin apa? Mahal?" tanya Humairah lagi.
"Tentu saja sayang, kira-kira ada dua ratus juta," jawab Alif yang masih mencari balon yang berbeda dari yang lain.
"Apa?"
Humairah ternganga, ia pun bergegas ikut mencari benda yang dimaksud.
"Mas Alif jangan bercanda, kenapa mesti menaruh di balon, aaaaaa bagaimana ini?" panik Humairah bercampur kesal.
Hampir semua balon mereka pecahkan namun tidak menemukan satu pun cincin yang Alif maksud hingga suasana di sana menjadi hancur berantakan. Namun keduanya menoleh pada satu balon putih yang diberi tanda pita berbeda dari yang lainnya.
Balon yang berisi gas helium yang mulai terbang tinggi.
"Mas Alif?"
"Apa itu balonnya? Lihat saja itu berbeda dari yang lain mungkin pita menjadi penanda agar mudah dikenali," ucap Humairah yang berpikir seperti itu, ia menunjuk dengan panik.
"Iya kau benar, aku ingat sekarang pria gemulai itu bilang akan menaruh di balon putih dengan tanda pita, iya aku baru ingat sekarang."
"Mas Alif itu balonnya terbaaaaang," tunjuk Humairah pada balon yang kian meninggi.
Mereka menjadi riuh sendiri menggapai balon cantik berpita sebagai penanda kejutan untuk Humairah berada di sana, tampaklah sebuah cincin terikat di salah satu tali pita yang menjuntai indah di udara kian meninggi tak tergapai seiring angin yang bertiup.
"Mas Aliiiiiiif kau memang menyebalkan."
"Kenapa menyalahkan ku? Lagipula kenapa kau buat kejutan tidak memberi tahu dulu?"
"Jika ku beritahu itu bukan kejutan bodoh, mas Aliiiif lihat cincinnya terbang jauh, cincin mahal ya Allah, sama saja dengan membuang uang yang banyak," rengek Humairah lagi seraya mengacak-acak baju suaminya dengan kesal.
Alif menangkap tubuh Humairah lalu menggendongnya dengan tinggi dan memutar.
"Mas Alif jangan bercanda."
"Kejutannya ada di sini sayang," ucap Alif melepaskan Humairah lalu melepaskan pula sebuah cincin yang ia taruh di jari kelingkingnya kemudian memasangkannya di jari manis Humairah di tangan kirinya menggantikan cincin lama yang sudah kekecilan.
"Ini cincin yang asli, itu hanya cincin mainan saja."
Humairah terdiam menatap Alif tidak percaya, matanya mulai basah. Ia yang membuat Alif terkejut dengan kabar kehamilan yang ia sembunyikan namun malah ia pula ikut dibuat terkejut saat Alif mengatakan ada cincin di salah satu balon sebagai hadiah untuknya, cincin mahal yang membuat Humairah kesal sekaligus geram pada suaminya yang ia mengira lupa akan tanggal hari ini.
Ternyata semua sudah mereka persiapkan masing-masing dalam niat memberi kejutan tahun pernikahan yang pertama ini, sungguh berkesan saat ini momen ini yang pasti tidak akan terlupakan.
"Jangan kira aku lupa tanggal ini, aku mencintaimu sayang selamat ulang tahun pernikahan kita yang pertama, momen ini akan terulang ditahun-tahun berikutnya, bahkan sampai kita tua nanti, hidup bersamaku Aisyah Humairah, bersama anak-anak kita kelak."
Alif berkata dengan nada terdalam, satu tangannya mengelus lembut perut Humairah, satu tangan ia tautkan dengan jari-jari lentik istrinya yang baru ia pasangkan cincin baru di sana.
Humairah mengangguk tanpa berkata-kata lagi, ia sungguh mengaminkan dalam hati semua ucapan manis dari suaminya.
Adegan terakhir yang paling dinanti, ciuman panjang yang tentu akan berakhir di atas ranjang. Saling menindih, saling mendesah, saling merangkul dalam panasnya percintaan mereka sebagai penutup drama aksi saling memberi kejutan pada malam ini.
__ADS_1
****
like dan komennya dong yang banyak ya.