
Alif dan Humairah 😍
Sama Baby Ariq putra pertama mereka 😘😘
Adegan favorit si mas Alif yang suka sekali cium pipi Humairah. Cium author dong mas..... 😚😚😚
Liburan mulu 🤤🤤
Ini saat kondangannya si Daffa, lah malah nari-nari gitu 😥 para tamu mau lewat mas Alif.
Ulang tahun pernikahan ke delapan Humairah mulai gemuk eh ternyata hamil lagi, setiap tahun mereka merayakan ulang tahun pernikahan layak pengantin, mungkin efek karena ga pernah resepsi pas nikah mereka dulunya, jadi sebagai ganti mereka selalu rayain pakai baju pengantin plus hadiah hamil lagi hamil lagi 😁😁😁
Sekarang mereka lagi ada di Dubai, meleleh hayati massss Aliiiiiiif..... 🤗😘😘😘😘
Proses tidak akan mengkhianati hasil, sebelum menikmati kebahagiaan yang sekarang tentu mereka sudah melewati banyak hal sebelumnya, jika bukan karena kesabaran Humairah belum tentu dia akan bahagia seperti ini.
Andai mereka benar berpisah, tidak akan ada tiga lelaki bocah yang menghiasi hari-hari Humairah, mungkin Alif juga tidak tahu hidupnya seperti apa sekarang.
Butuh jatuh berkali-kali, butuh kesabaran bergunung-gunung agar kita bisa paham arti dari sebuah tanggung jawab.
Bahagia selalu Humairah dan mas Alif 😍😍
__ADS_1
Kisah mereka sudah sampai pada penghujung ya pemirsah, mohon maaf jika ada salah kata yang kurang berkenan selama cerita Humairah dan Alif on going.
Novel ini akan saya lanjut dengan sekuel ke generasi berikutnya yaitu si sulung Ariq yang betah membujang karena baru putus dari cinta pertamanya, padahal Aziz dan Ammar sudah menempuh kehidupan pernikahan diusia mereka yang masih muda tanpa membuang waktu dengan pacaran belaka.
Ini Ariq, lelaki introvert yang suka melanglang buana sejak putus dari cinta pertamanya yang lebih memilih lelaki lain dengan alasan cinta yang pudar saat Ariq selalu sibuk dan tidak punya waktu lebih untuk mereka berdua terlebih gadis itu bosan dengan Ariq yang selalu kaku dan pemalu meski mereka telah berhubungan lama.
Dilangkahi dua adiknya si Aziz yang baik hati dan tidak sombong yang sudah menikah tahun lalu yang mendapat jodoh sesama dosen yang mengajar di salah satu universitas terbesar di tanah air.
Ini Aziz dan Aqila, cinta lokasi karena mengajar di tempat yang sama.
Ini Ammar dan Clarissa seorang mualaf yang memeluk Islam sejak berkenalan dengan lelaki humoris ini. Mereka juga sudah menikah beberapa bulan lalu.
Lalu Mama Humairah dan Papa Alif kemana?
Alif dan Humairah menetap di Amerika, menjalankan bisnis keluarga di sana, mereka hidup dengan dua putri mereka Fatimah dan Maryam yang hanya terpaut usia satu tahun saja. Fatimah akrab dipanggil Fatim tengah berkuliah S2 sambil bekerja di sana.
Lalu inilah bintang wanita utama dalam cerita yang author beri judul "Purnama Merindu"
Nayla Purnama, perempuan berumur 19 tahun tengah berkuliah semester tiga. Bermata cokelat, hidung mancung yang sempurna menyatu dengan wajah manisnya yang bergigi gingsul, bertahi lalat di atas bibir.
Kehidupan sempurna sebagai seorang putri dari salah satu pejabat pemerintah harus berbanding terbalik saat semua tak lagi sama ketika ayahnya tersandung kasus korupsi yang menyita seluruh harta mereka, ibunya sakit-sakitan.
Namun Nayla punya kakak lelaki yang membuatnya terus tegak dan lanjut kuliah, namun lagi-lagi semua ada hubungan sebab akibat atas apa yang menimpanya saat ini.
Gadis ini hamil sedang pacarnya meninggalkan Nayla menikah dengan jodoh yang dipilih orang tuanya.
__ADS_1
Depresi menghadapi kehamilan, pada saat itu juga Nayla terlibat cekcok dengan perempuan yang dijodohkan dengan pacarnya di hadapan ibunya yang tengah sakit. Namun disanalah dimulai peliknya kehidupan Nayla yang sebelumnya pernah sempurna namun ia telah salah langkah.
Mendengar Nayla hamil membuat ibunya jatuh pingsan hingga meninggal dunia oleh serangan jantung. Tidak hanya sampai disitu saja, keguguran, kehilangan ibunya dalam waktu bersamaan, tidak lama berselang kakak satu-satunya pun pergi meninggalkan Nayla untuk selamanya oleh kecelakaan yang merenggut serta nyawa kakak iparnya.
Hati Nayla benar-benar sedang diuji, hingga ia sudah merasa berada pada titik terbawah hidupnya, ia putus asa semua meninggalkan Nayla seorang diri tanpa tempat mengadu, karena sebelumnya keluarganya memang sudah terbuang karena kasus korupsi sang ayah yang membuat mereka dipandang rendah oleh orang lain.
Nayla ingin bunuh diri ditengah hujan lebat dengan menghadang sebuah mobil yang melintas dengan kencang, ia berharap mobil itu menabraknya hingga ia bisa menyusul ibu dan kakaknya.
Namun takdir berkata lain, ia tidak mati melainkan bertemu dengan pria berjambang dengan wajah datar, mata hitam yang tajam, hidung mancung dan bibir yang tidak terlalu tipis yang hampir menabraknya.
Berniat untuk bangkit dan tidak konyol lagi ingin bunuh diri, Nayla ditolong seorang teman yang menampungnya untuk bekerja di sebuah usaha Laundry.
Tidak lama berselang, ia harus mengambil alih empat keponakannya yang hampir diserahkan ke panti asuhan oleh pihak keluarga mendiang kakak iparnya yang tidak sudi mengurus empat bocah itu.
Disanalah Nayla mulai menata potongan-potongan kehidupannya yang telah hancur, wajah ke empat keponakan yatim piatu itulah yang membuat Nayla mantap berdiri lagi dengan kakinya sendiri, ia mengambil alih untuk mengasuh mereka.
Sosok Ariq yang ia kenal beberapa waktu lalu cukup memberinya warna dalam lika liku hidupnya yang rumit.
Rezeki sudah ada yang atur, Nayla harus memutar otak agar ia bisa menghidupi keempat keponakannya yang masih sekolah dan kecil-kecil.
Usahanya berakhir menjadi seorang pelayan di rumah besar yang memperolehkan bekerja sambil membawa anak kecil, karena salah satu keponakannya masih berumur dua tahun yang mana harus selalu ia bawa meski sedang bekerja.
Rumah dimana pria yang mengaku sebagai lelaki biasa padanya beberapa waktu lalu adalah tuannya, Nayla bekerja sebagai pelayan yang bertugas mencuci pakaian para penghuni rumah.
Rumah dimana Ariq tinggal bersama oma Rika dan bibinya Arina serta saudara sepupunya yang baru saja menikah beberapa bulan lalu.
Nayla Purnama, bukan gadis juga bukan janda. Lantas bisakah ia bersanding dengan Ariq yang mulai menyukainya, pria yang berasal dari keluarga terpandang dan kaya raya, disaat cinta mulai berbunga hadir pula sosok gadis muslimah yang telah disiapkan oleh orangtua Ariq untuk putra sulung mereka.
Nayla tentu mundur teratur saat mendapati saingannya adalah sosok gadis alim yang cantik dengan hijabnya, sangat jauh dari harga dirinya yang bahkan sangat tidak pantas untuk pria seperti Ariq.
Lalu bagaimana jika Ariq tetap memilih Nayla? Namun harus pula menghadapi restu keluarga yang tentu akan berpikir panjang menerima perempuan seperti Nayla yang sudah hancur oleh masa lalu yang kelam.
Catatan: No pelakor di sini, beda sekali dengan kisah Humairah dan Alif. Author lagi suka cerita sedih jadi bagi yang mau terus baca nanti, saya Alhamdulillah bangettttt deh kalo ada yang mau lanjut baca.
Empati diawal cerita cukup kuat dan menguras emosi dan perasaan anda, harap ada yang mau ikuti cerita ini selanjutnya 😍
__ADS_1
Kenapa Purnama Merindu? Judul yang sangat cocok untuk Nayla, merindu Ariq yang sangat jauh dari takdirnya.
So stay tune ya, tetap di novel ini saya lanjutkan agar tidak pusing soal kontrak 😃😃