100 HARI MENIKAH

100 HARI MENIKAH
"Emil,,,,"


__ADS_3

"Kenapa hanya sebuah tanda tangan? Aku bahkan bisa hadir di persidangan." tantangku pada Leonel lewat sambungan video call.


Tawa Leonel terdengar menyeramkan menanggapi ucapanku.


"Kau pikir aku bodoh? Sayang sekali, istriku. Karena aku tidak bisa memenuhi permintaanmu."


DOOR


Kudengar suara tembakan mengagetkanku sebelum sambungan video call itu dimatikan.


Aku mematung dengan tubuh yang menegang, kurasakan telapak tanganku yang sangat dingin, sebuah tembakan, siapa yang Leonel tembak? Robin? Tidak, dia begitu baik, aku tidak mau jika Robin sampai menjadi korban dan itu lagi-lagi karenaku.


Para pengacara mengemas berkas kembali dimasukkan ke dalam tas jinjing, kemudian mereka bergegas pergi dari kamar.


"Rebecca," kucegah langkah Rebecca dengan menarik tangannya.


"Hubungkan aku dengan Leonel kembali."


'BRUGH.'


"Ja.lang!" umpat Rebecca seraya melangkah pergi, aku tersungkur ke lantai setelah Rebecca mendorongku sangat keras.


***


Di Mansion Leonel.


DOOR


Satu orang yang berdiri tepat di belakang Robin yang memegangi tubuh lemahnya tumbang ke lantai, darah bersimbah mengalir di bawah dadanya yang sudah tak bernyawa.


Leonel berjingkat kaget, begitupun dengan orang-orangnya.


"Breng.sek!" umpat Leonel menyadari ada penyerang.


DOOR DOOR DOOR


Leonel menunduk memegangi kepala, satu persatu orang-orangnya tumbang dengan luka yang sama, lubang di kepala.


"Tuan, kita diserang, kita harus pergi sekarang," orang kepercayaan Leonel membawa Leonel keluar dari mansion, menarik tangannya, mereka berdua terus menunduk, masuk ke dalam mobil dan pergi meninggalkan mansion yang seketika kacau.


"Emil, target selamat, sekarang tugasmu untuk mengejar mobil musuhmu."


Bern yang bergelantung dengan tali di dekat jendela mansion Leonel bicara dengan Emil lewat earphone.


Yah, Emil akhirnya menggunakan cara yang tak ingin ia lakukan setelah persidangan berjalan manipulatif oleh permainan Leonel. Jika hukum tak bisa menghancurkan Leonel, maka biarkan Emil menghancurkan manusia berjiwa iblis itu dengan caranya sendiri.


"Ingat, ini adalah rahasia kita, aku datang ke Indonesia untuk liburan bersamamu, jangan sampai Lea tahu apa yang sebenarnya kita lakukan!" peringat Bern yang langsung dijawab 'sure' oleh Emil.


Bern menyelamatkan Robin. Ia beraksi bersama Jho hanya berdua saja. Dan Emil mengejar mobil Leonel, mengikutinya dari belakang untuk mencari tahu di mana keberadaan Namira.


***

__ADS_1


Namira hanya bisa menangis, andai ada sesuatu yang bisa ia gunakan untuk memecah kaca jendela, tapi kamar yang ia tempati terlalu kosong, hanya ada sebuah ranjang tidur. Tak ada kursi atau apapun. Sebuah nakas juga terlalu berat untuk bisa ia angkat.


Malam telah berganti pagi, pagi berganti siang, siang berganti sore.


'Brak!'


Namira mendongak kala pintu dibuka keras terkesan dibanting.


"Leonel!" jantung Namira berdegup kencang kala Leonel datang, berjalan cepat ke arahnya. Dan langsung mencekiknya.


"Ah, Leon-nel."


"Katakan, siapa bajingan itu?" Leonel mencekik Namira sangat kuat, hingga wajah Namira memerah, nafasnya hampir mencapai batas akhir, barulah Leonel melepaskannya.


Namira terbatuk memegangi lehernya yang sangat sakit.


Leonel menghembuskan napas kasar, memejamkan kedua matanya mencoba tenang. Tiba-tiba dia memeluk Namira, memeluknya dengan lembut dan hangat.


"Maaf, sayang! Aku hanya kesal," ucap Leonel memelankan suaranya.


Namira terisak dalam pelukan Leonel, ia semakin takut dengan sikap Leonel yang seperti ini.


"Dengar, aku tahu kau bermain dengan seseorang di belakangku, fine,,,, aku terima. It's okay. Tapi katakan, siapa orang itu, aku tidak akan memarahimu, aku janji."


Namira hanya diam dengan terisak, Leonel memeluknya lebih erat lagi, ia mengecupi bahu dan leher Namira.


"Ssuutt,,,, jangan menangis, sayang, aku sudah memaafkanmu, baiklah, tidak apa-apa jika kau tidak mau mengatakan siapa orangnya. Tapi setidaknya berikan aku hiburan yang bisa membuatku lupa akan kesalahanmu." Leonel melepas pelukannya, mengusap wajah Namira, mengecupinya dengan sayang.


"Masuk," ucap Leonel semakin mengembangkan senyumannya yang nampak mengerikan di mata Namira.


Satu, dua, tiga, empat orang pria masuk ke dalam kamar. Sontak Namira menoleh ke arah mereka dengan degup jantungnya yang serasa berhenti. Kedua matanya membola dan nafasnya memburu.


"Aku membawakanmu banyak partner, sayang! Kenapa selingkuh hanya dengan satu partner? Pasti kurang seru, bukan? Apa kau menyukai surprise yang kuberikan?"


DA.MN


Tubuh Namira menegang, Leonel benar-benar sudah gila, dia tahu jika Namira tidak akan buka suara, jadi Leonel akan menyiksanya secara mental. Bermain dengan 4 pria.


Leonel turun dari ranjang, menjauh dari Namira dan ke empat pria bertubuh atletis itu mulai mendekatinya.


"T-ti tidak, tidak, tidak, jangan lakukan. A-a aku aku akan mengatakannya, aku akan katakan siapa orang itu." ucap Namira gugup.


"Emil?" lirih Leonel menebak, dan Leonel tertawa terbahak saat mendapati ekspresi wajah Namira berubah. Pias. Jelas itu Emil orangnya.


Leonel kembali mendekati Namira, naik ke atas ranjang duduk berhadapan dengan Namira.


"Aku benar kan, istriku? Pria itu adalah Emil."


Air mata Namira membanjir, ia mundur tanpa sadar, dan Leonel mencekal tangan kirinya cepat.


"Aahh,,,," jerit Namira takut, ia terkejut karena gerakan Leonel yang tiba-tiba, mencengkeram kuat pergelangan tangannya.

__ADS_1


"Apa yang kalian tunggu? Dia adalah ja.lang yang berwajah malaikat, apa kalian tidak ingin segera menikmati tubuhnya? Kalian tahu? Dia sangat seksi dan nikmat, aku sampai tak bisa melepaskannya meski dia sudah mengkhianatiku."


"Leonel!"


"Ini hukuman yang pantas untukmu, jika kau mencintai Emil, maka biarkan dia mendapatkan bekas seorang ja.lang, yang tubuhnya telah dinikmati banyak pria sebagai barang obral."


Tangan kanan Namira terangkat hendak menampar Leonel, namun seorang pria bergerak cepat memegangnya terlebih dulu, senyum Leonel mengembang.


"Aahh,,,,!"


Pria yang memegang tangan kanan Namira itu langsung menarik paksa gaun tidur Namira, merobeknya di bagian tengah hingga dengan mudah da.da Namira yang tanpa bra itu terekspose di hadapan mereka.


"So se-xy!" puji pria itu.


"Tidak, lepaskan aku!"


Leonel melepas tangan Namira, ia turun dari ranjang dan berdiri, mengambil ponselnya dari dalam saku celana. Menjadi kameraman atas tindak biadad itu.


"Aahh,,,, tidak,,,, lepaskan aku!" Namira tidak bisa melawan, semua gerakan yang dilakukanya percuma, karena ke empat pria itu dengan mudah menaklukkan tubuhnya yang lemah.


Seorang pria memegangi kedua tangannya dari atas, dua lainnya memegangi kedua kakinya, dan seorang mulai menyusuri menjelajah seluruh tubuh Namira dengan mudah.


Leonel sangat menikmati tindak biadab itu dengan tawa menggema memenuhi seluruh sudut kamar.


Pria yang menjelajah tubuh Namira mulai tidak sabar, ia memainkan dada Namira, memasukkannya ke dalam mulut, memijitnya dengan kasar hingga Namira mengge.lin.jang menahan sakit.


"Emil,,,," lirih Namira terisak dalam keputusasaan.


Pria yang mendapat giliran pertama itu segera membuka resleting celananya, melepasnya lalu melemparnya sembarang ke lantai marmer. Miliknya sudah berd.iri te.gak menga.cung ke depan.


Namira terus berusaha meronta meski tak berdaya dan percuma. Ia tidak akan pernah rela dirinya dimasuki dengan cara seperti ini, oleh orang yang tak diinginkannya. Tidak.


Kedua pria yang memegangi kaki Namira mengangkatnya agar menekuk dan mele.bar, membuka akses untuk temanya yang akan memulai.


Pria itu sudah siap di bawah Namira.


"S.hi.t. it's so pretty."


Leonel sangat senang mendengarnya, inilah yang selama ini ia inginkan, melihat Namira bermain dengan pria lain di hadapannya. Leonel pun menaruh ponsel di atas nakas. Menarik pria yang sudah bersiap itu.


"Bos adalah yang pertama," ucap Leonel sambil membuka celananya.


"Kalian harus bersabar menunggu giliran,"


"Tidak,,,, Emil...."


Leonel memposisikan miliknya di depan area inti tubuh Namira, mengge.seknya perlahan sebelum akhirnya ia berjaya memasuki istrinya.


"Emil,,,,,"


***

__ADS_1


[Akun tik tok. @ziy_936] Di sana saya spill novel baru, up bulan depan. 🙏☺️


__ADS_2