30 Hari Menjemput Jodoh

30 Hari Menjemput Jodoh
Curiga


__ADS_3

Minggu pagi yang cerah, Okky menggeliatkan tubuhnya. Mentari pagi mengusik tidur lelapnya, menembus jendela kaca yang cukup lebar. Masih dengan mata terpejam, Bos PT. Nice Food itu meraba raba, mencari ponselnya.


Tak ada, mau tak mau dia membuka mata, menatap jam dinding bertuliskan lafaz Allah, hadiah ulang tahun dari sekretarisnya. Pukul delapan, ternyata sudah cukup siang. Dia melanjutkan pencarian ponsel, ternyata jatuh kelantai dan mati, kehabisan daya. Setelah mengecharge ponselnya, dia bergegas mandi, ingin mengunjungi suatu tempat.


Okky menatap tampilannya di cermin besar yang ada dikamarnya. Setelah sudah merasa cukup dan puas dengan penampilannya, dia mengambil dompet, ponsel dan kunci mobil. Melajukan mobilnya dengan santai.


Kina sudah berdiri diteras rumah sederhananya, saat mobil Okky tiba.


"Assalamu'alaikum" ucap Kina, menghampiri mobil Okky.


"Wa'alaikum salam, lama ya?" tanyanya sambil membuka pintu dari dalam.


"Lumayan, sampai dikira tetangga lagi di setrap sama guru" canda Kina


Okky tertawa, sindiran Kina selalu lain dari yang lain. Itulah salah satu sifat yang dia suka dari Kina, dia tak pernah marah atau menggerutu, stok sabarnya berlimpah dan panen setiap hari.


"Bapak sudah sarapan?" tanya Kina dengan nada bicaranya yang khas, lembut dan penuh perhatian.


"Belum, tadi buru buru, takut Bu Kina marah" jawab Okky, sambil melajukan mobilnya kembali.


"Yasudah, nanti berhenti di supermarket, bapak sarapan dulu saja. Biar saya yang belanja"


"Nanti kamu repot belanja sendiri? Jangan ah, sarapan nanti saja, saya belum lapar"


Setelah perdebatan panjang, Okky kalah. Dia kini sedang duduk dikursi plastik, menikmati bubur ayam, yang tidak di aduk. Kina sedang sibuk berbelanja di supermarket. Tangan kanannya memegang catatan yang disiapkan dari rumah, agar tak ada yang terlewat.


Satu troli sudah penuh, ia tepikan dipojokan supermarket yang menurutnya sepi, lalu mengambil troli lain. Saat sibuk mencentang centang catatannya, Ali datang bersama uminya, menyapa Kina yang asik sendiri.


"Asalam'alaikum" Ali memberi salam


Kina terperanjat, "Wa'alaikum salam…eh bang Ali, maaf saya nggak lihat, ini ibunya bang Ali?" Kina tersenyum menatap wanita berwajah kearab araban, serupa dengan Ali.


"Iya, mbak Kina, ini umi saya"


Kina menyalami dan mencium tangan ibunya Ali yang bernama Siti Khadijah, ia juga memperkenalkan dirinya. Ibunya Ali menyambutnya dengan ramah.

__ADS_1


"Nak Kina ini teman sekantor Ali?" tanya Ibu yang dari tadi menatap Kina.


"Iya ibu" jawab Kina dengan lembut


"Mbak Kina ini sekretarisnya pak Okky um, direktur utama di perusahaan"


Ibu Siti manggut manggut, "Cantik ya Li, kapan kapan diajak main kerumah ya Ali. Mau kan nak Kina?" tanya Ibi Siti dengan penuh harap.


Kina tersenyum, mengelus lengan ibu siti dengan lembut, "In sha Allah, ibu. Kalau Kina ada waktu nanti Kina mampir kerumah ibu"


"Loh, ada Ali, janjian ya kalian?" tanya Okky yang tiba tiba mucul setelah menghabiskan sarapannya, wajahnya terlihat usil.


"Pak Okky…" Kina menggeram.


"Ini pemilik perusahaan tempat Ali kerja, namanya Pak Okky" Ali memperkenalkan Okky pada ibunya.


Ibu Siti memandang Okky dengan wajah kagum, "Masih muda sudah sukses, hebat sekali Pak Okky. Terima kasih sudah berkenan menerima Ali mencari nafkah di tempat bapak. Semoga Allah membalas kebaikan Bapak" ucapnya tulus


"Sama sama, ibu" jawab Okky.


"Mari pak Okky, saya ambil troli yang satunya dulu" kata Kina, setelah Ali dan Ibunya menghilang dibalik rak rak tinggi supermarket.


"Nggak usah, saya saja, kamu antri dikasir saja"


"Siap, disebelah sana ya pak trolinya" Kina menunjuk salah satu sudut, Okky mengangguk.


Mobil kembali melaju dengan kecepatan sedang, semua barang belanjaan sudah tertata rapi di jok belakang. Kina melirik barang barang, kemudian menatap Okky yang sedang menyetir dengan senyuman bangga.


Setelah menempuh perjalanan kurang lebih satu jam, mereka telah sampai ditempat tujuan. Kina dan Okky saling melempar senyum, kemudian beriringan masuk ke sebuah rumah.


Seorang anak perempuan berteriak gembira, melihat kedatangan Kina dan Okky. " Kakak Oki kembal datang" ucapnya dengan penuh kegembiraan. Kembar yang dia maksud, kembar nama, bukan kembar yang sesungguhnya.


Kina berjongkok dan merentangkan tangannya, gadis kecil bernama Tasya langsung menubruknya dan mengalungkan tangan mungilnya keleher Kina. Mereka menggoyangkan tubuh kekanan dan kiri.


"Taca, kangen kakak Oki" gadis kecil itu tak mau memanggilnya Kina, dia suka memanggilnya Oki, katanya supaya mudah, panggil satu kali, nengok dua duanya, Okina dan Okky.

__ADS_1


Kina merenggangkan pelukannya, agar bisa menatap wajah mungil itu. "Kakak juga kangen Tasya, gimana sekolahnya, asik nggak?" tanyanya. Tasya baru saja bersekolah di sebuah Tk, didekat panti asuhan tempatnya tinggal.


"Acik, Tapi kemalin Taca malah, Nando cium pipi Taca" jawab Tasya dengan bibir manyun.


Kina tertawa, "Kenapa Nando cium pipi kamu?"


"Katanya gemes, pipi Taca bulat kaya skuici. Skuici itu apa kakak?"


"Tasya ngga tahu squishi ya? Besok deh, pulang kerja kakak mampir kesini, bawa squishi buat Tasya sama teman teman yang lain"


"Janji…?" tanya Tasya dengan mata berbinar, padahal dia tak tahu apa itu squishi.


Kina mengangguk, "Tapi… Tasya juga janji, harus belajar yang rajin dan nggak boleh ngambekan sama kak Dela lagi, bisa?" Kina menunjukkan kelingkingnya dan Tasya menautkan kelingking mungilnya. Lalu mereka menempelkan ibu jari "Stempel" kata keduanya bersamaan.


Okky mengusap kepala Tasya dengan gemas, "Kakak Oki yang satu dicuekin" pura pura merajuk dan membuang muka.


Tasya langsung memeluk kakinya dan menatap pria yang tinggi menjulang itu dengan wajah lucu. Okky tak tahan, dia langsung mengangkat gadis kecil itu tinggi tinggi. Tasya yang kaget berteriak lalu tertawa tawa.


Salah satu pengurus panti yang juga anak pemilik panti berlari keluar, mendengar teriakan Tasya.


"Ya Allah, Tasya…kakak kaget, kakak kira kamu kenapa" Gadis bernama Dela itu mengelus dadanya.


"Assalamu'alaikum Mbak della" Kina memberi salam.


"Wa'alaikum salam…maaf Bu Kina, pak Okky, saya tidak tahu kalau ada tamu, mari masuk" katanya dengan gugup, Kina mengernyit, biasanya dela tidak begitu jika mereka datang.


Tasya menggandeng tangan Kina dan Okky, "Ayo Kak Oki, kita macuk"


"Masuk sama Kak Oki itu dulu ya, kakak Oki yang ini mau ambil sesuatu sama kakak dela" Kina mengelus kepala Tasya, Tasya mengangguk dan menarik tangan Okky.


"Mari mbak dela, ikut saya"


Dela melirik Okky yang sedang bergandengan tangan dengan Tasya, kepalanya tertunduk tak berani menatap laki laki itu. Kina memperhatikan Dela yang nampak lain, dia terlihat gugup dan sedari tadi mencuri pandang pada Okky.


Mbak Dela kenapa, apa jangan jangan dia suka sama Pak Okky? tanyanya dalam hati. Mau bertanya tapi takut membuat Dela tidak nyaman. Kina memutuskan untuk diam dan terus memperhatikan gerak gerik Dela, dia curiga pada gadis itu.

__ADS_1


🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻


__ADS_2