30 Hari Menjemput Jodoh

30 Hari Menjemput Jodoh
Damai


__ADS_3

"Ini beneran Kina? Ini asli kan, bukan ilusi?"


"Asli lhoooo" ucap Kina, menirukan jargon minyak kayu putih. Lalu tertawa lagi sambil menutup mulutnya.


"Saya…saya cuma…terlalu kaget saja" Okky tak melepas pandangannya sedetikpun dari wajah manis yang ia rindukan.


"Kemana aja kamu selama ini, kamu benci sama saya ya, sampai kamu nggak mau ketemu lagi sama saya? Saya minta maaf"


Kina menggeleng, "Enggak, saya hanya bermuhasabah diri. Saya memang marah saat itu, tapi sekarang sudah tidak" tuturnya, lalu tersenyum.


Okky benar-benar tak menyangka, pertemuan penuh drama kemarahan dari mantan pegawainya itu sangat jauh dari apa yang terjadi saat ini. Nyatanya, gadis itu tidak melempar sandal, justru melempar senyum padanya. Gadis itu tidak memakinya, justru menyapanya dengan ramah. Seolah tak pernah terjadi sesuatu yang buruk diantara mereka.


……


Okky dan Kina duduk berhadapan, disebuah resto seafood favorit Kina yang dulu sering mereka singgahi. Ada banyak tanya dibenak Okky tentang apa yang dialami Kina pasca kejadian itu.


"Jadi, kamu selama ini tinggal di asrama putri, ponpes Al Iman?" tanya Okky disela makannya.


Kina mengangguk, "Iya, saya sengaja menghindari dunia luar"


"Kadang tidak tahu apa-apa itu lebih baik, dari pada tahu banyak hal, yang ujungnya melukai perasaan kita" imbuhnya.


"Kami benar-benar tidak bisa hidup dengan tenang semenjak kamu menghilang. Malam setelah kejadian itu, aku menyerahkan semua bukti dan rekaman cctv pada Bunda, agar bunda tahu, apa yang terjadi di toko perhiasan tante margaret"


"Sebenarnya, pagi hari saya sudah berniat meminta maaf dan menjelaskan pada bunda, tentang semua yang terjadi. Sayangnya, bunda sedang pergi saat itu. Dan, sialnya, Erika lebih dulu bertemu bunda. Selanjutnya, ya, seperti yang terjadi saat itu. Bunda terpengaruh bualan Erika dan salah paham dengan kita"


"Erika bilang sama bunda, kalau malam itu kamu marah karena cemburu sama Erika, terus aku ninggalin dia dipinggir jalan dan kita memilih kawin lari. Berbakat si Erika itu" Kina tertawa. Bisa-bisanya Erika mengarang cerita sedramatis itu, dia merasa jadi seperti pemain sinetron ikan-ikanan.


"Berbakat Jadi sutradara?" tanya Kina disela tawanya.


"Bukan, jadi tukang odong-odong"


"Lah, apa hubungannya sama odong-odong, pak?"

__ADS_1


"Iya, sukanya muter-muterin fikiran orang, bikin pusing"


"Odong-odong nggak semua muter kali pak, ada yang cuma goyang-goyang"


"Saya tahunya yang ada kaya relnya muter-muter gitu, yang biasa mangkal didepan mini market"


"Ada pak, yang dibikin dari sepeda anak-anak gitu. Terus bapak odong-odongnya--"


"Stop, stop, stop! Saya susah payah nyari kamu, bukan mau bahas odong-odong ya" ucapnya dengan raut agak kesal. Kina tertawa, dia baru sadar kalau meributkan hal aneh dengan bosnya.


"Ehem…Ki, emm…mau nggak kalau saya ajak kerumah bunda. Bunda ingin sekali minta maaf sama kamu, atau kita ketemuan dimana gitu. Itupun kalau kamu bersedia" ucapnya sedikit ragu-ragu.


"Eh, biar saya kerumah ibu saja, pak" jawab Kina dengan cepat. Dia merasa tidak enak jika membuat orang yang lebih tua repot-repot menemuinya.


Senyum terbit dibibir Okky, "Serius?" tanyanya, mencoba meyakinkan dirinya sendiri. "Sekarang aja mau? Nanti saya kenalin sama seseorang, kamu pasti suka"


"Saya mau di comblangin gitu, maksudnya?"


Okky berdecak, "Ya enggaklah, enak aja. Cewek, cantik banget"


……


Ibu Suri menatap Kina yang tersenyum kearahnya dengan raut tak percaya. Lidahnya tiba-tiba saja menjadi kaku, matanya memanas siap meluncurkan butiran air mata yang sudah menggenang.


"Assalamu'alaikum ibu" sapa Kina yang semakin mendekat kearah ibu Suri yang berdiri mematung diruang keluarga. Tak ada respon sedikitpun, ibu Suri hanya menatap Kina dengan mata berkaca-kaca dan wajah sendu.


"Bun!" panggil Okky


"Ibu"


"Ya" hanya itu yang keluar dari bibir ibu Suri yang bergetar, diiringi air mata yang cukup deras. Mata Kina sudah berkaca-kaca, gadis itu selalu mudah terbawa suasana haru, seperti biasa.


Kina terhenyak saat merasakan tangan dingin ibu Suri yang tiba-tiba meraih jemarinya. "Kina, Ibu…ibu menyesal, ibu salah, ibu mi-minta maaf" Kina mengangguk dengan seulas senyum tulus dibibirnya.

__ADS_1


Okky merangkul bahu ibunya, mengusapnya dengan lembut. Dia tersenyum lega, ibunya tidak akan gelisah lagi karena ia sudah berhasil menemukan Kina dan yang lebih penting, Kina dengan lapang dada menerima permintaan maaf mereka tanpa tapi.


Ibu Suri menarik Kina dan memeluknya, ia menangis, bibirnya terus mengucapkan kata maaf dan penyesalan atas perbuatannya pada gadis itu. Meski Kina sudah berulang kali mengatakan sudah memaafkan dan melupakan semuanya, tapi Ibu Suri seakan tak puas, ia terus meminta maaf sambil terisak-isak.


"KINA!" pekik Okta yang baru saja menuruni tangga dengan Ori didekapannya. Menghancurkan suasana haru biru yang tengah berlangsung. Bayi itu menangis saat mendengar suara ibunya yang seperti geledek itu.


"Mbak Okta" panggil Kina, matanya fokus menatap tubuh kecil yang menggeliat didekapan Okta dengan tangis yang lumayan kencang. "Siapa ini?" tanyanya seraya melangkah mendekat, lalu mencolek pipi gadis mungil yang masih merengek.


"Ck, dasar mama gendut. Suara kamu itu kaya speaker rusak. Berisik ya Ori, ya?" Okky mengambil Ori dari tangan Okta dan menimang-nimangnya, gadis kecil itu perlahan tenang.


"Speaker rusak mana ada suaranya sih pak deee…"


"Ori, pak de menemukan bu de. hahaha…" Okky melirik sinis adiknya yang sedang tertawa puas itu.


Kina mengerutkan kening "Ori? Apa namanya Original?" tanyanya.


Okky, Okta dan Ibu Suri tidak bisa untuk tidak tertawa mendengar pertanyaan aneh tapi lucu dari Kina. Bisa-bisanya Kina punya fikiran seperti itu.


"No mommy, namanya Oriana Qaindra. Panggilannya Ori, bukan Original" jawab Okky menirukan suara anak kecil, seperti biasa, ia akan menciumi wajah Ori hingga bayi itu menggeliat-geliat karena tak nyaman.


"Cih! Mommy, kepedean, kaya yang Kina mau sama situ aja. hahaha…" Okky menarik rambut Okta dengan gemas, ibunya Ori sepertinya tidak bisa kalau tidak rese sehari saja.


"Bun, maaf-maafannya udah kan?"


"Ya, bunda sudah lega sekarang, terima kasih ya Kina, kamu mau memaafkan kesalahan ibu"


"Sama-sama ibu" Kina tersenyum.


Dibalik tembok sana, ada dua orang yang ikut tersenyum. Mbok Rah dan mbak Surti, keduanya menguping sejak kedatangan Kina kerumah itu. Hingga lupa membuatkan minuman dan menyiapkan camilan. Keduanya juga rindu, ingin menanyakan banyak hal pada gadis baik itu, tapi sepertinya kondisi belum memungkinkan.


"Alhamduliah---Yuk Ki, kita culik gadis kecil ini. Kita ngobrol ditaman belakang aja"


"Halah, modus" ejek Okta, Okky hanya mencebikkan bibirnya.

__ADS_1


🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸


__ADS_2