30 Hari Menjemput Jodoh

30 Hari Menjemput Jodoh
Oh mantan


__ADS_3

Imbas dari kecurangan dipabrik kala itu benar benar mengacaukan perusahaan. Penjualan produk produk frozen food milik perusahaan Okky mengalami penurunan yang cukup drastis.


Tim pemasaran harus memutar otak, mencari strategi paling jitu untuk mengembalikan kepercayaan masyarakat pada produk mereka. Berbagai promosi lewat media sosial sudah mereka lakukan. Promosi langsung kelapangan juga sudah. Tapi masyarakat sudah terlanjur kecewa pada produk mereka.


Kina, sebagai kapten tim yang baru, harus bekerja ekstra keras. Dihari pertamanya menjabat, dia sudah dihadapkan dengan masalah serius. Kina langsung mengadakan meeting internal dengan timnya, ingin mendengar gagasan dari anggota tim yang lain.


"Bagaimana kalau kita bikin video, proses pembuatan produk produk perusahaan kita, lalu kita upload ke youtube. Kita buat konten langsung dari pabrik, seperti acara di tv itu lho mbak kin" usul Nila


Kina mengangguk, "Bisa itu, ide bagus. Kita buat chanel youtubenya dulu. Ada lagi?" tanyanya mengedarkan pandangan.


"Kita buat bazar dan panggung hiburan dihalaman kantor, sekalian kita jual produk produk dengan harga miring atau sistem bundle, misalkan beli Nugget gratis sosis isi 3" kini Satria yang memberi usul.


"Oke, bagus, saya catat semua. Nanti saya sampaikan ke bos kita"


"Ehem…bos kita" kata Dinda, menyindir Kina. Semuanya cekikikan, Kina hanya menanggapi dengan senyuman.


"Kalau dari saya, rencananya saya akan minta bantuan kekalian dan teman teman saya. Kita posting foto produk nice food di akun media sosial masing masing, captionnya terserah kalian. Nanti fotonya biar saya yang siapkan, kalau kalian malas upload sendiri, kalian boleh repost postingan saya. Ke akun media sosial apa saja yang kalian punya, semuanya. Semakin banyak yang posting, maka akan semakin banyak yang melihat"


"Ada usul lainnya?" sambung kina


"Kalau menurut saya, promosi dari rumah kerumah juga penting mbak. Kita terjunkan tim lapangan untuk memberi sample kerumah rumah, agar masyarakat mencicipi langsung produk kita atau kesekolah sekolah juga bisa. Dulu waktu SMA, sekolah saya pernah didatangi perusahaan susu, Mila" kata Satria.


Mila mencibir, "Heiii…jaga mulutmu bang…sat, susuku nggak dijual" Semua terbahak mendengar candaan kedua sahabat itu.


"Ya, oke saya catat ya. Ada lagi? Dinda jangan ngelamun aja, mentang mentang mau nikah"


"Hehe…lagi galau mbak. Otak buntu nggak ada ide"


"Kebanyakan nonton film biru kamu din, jadi aliran darah ke otak mampet, kaya got depan rumahku" ejek Nila. Dinda komat kamit, tak terima dituduh nonton film biru.


"Eh, gila lu, aku nggak pernah nonton yang begituan. Mending liatin terpal angkringan nasi kucing, sama sama biru tapi nggak bikin dosa" sanggahnya dengan berapi api.


"Serius woii!" kata si pemilik suara emas, kevin. "By the way, kapten baru kita tambah cantik ya kalau berhijab gitu" semua mencibir perkataan kevin, terdengar modus ditelinga.


"Eh, tau nggak, aku udah nahan nahan, nggak mau bully penampilan baru bu Oki, eh si suara emas malah nyeplos duluan. Kamu naksir mbak Kina, saingan noh sama bang Ali, sama pak Okky" Kata dinda. Kina melempar bolpoin kearahnya sebagai bentuk protes.

__ADS_1


Setelah meeting usai, semua kembali mengerjakan kewajiban masing masing. Kina mencatat hasil meeting ke buku jurnalnya, agar lebih rapi saat laporan ke bos besar.


……


Ali menatap Kina tak berkedip, terpesona saat gadis itu tiba tiba muncul di depannya. Kina mengetuk meja untuk menyadarkan Ali.


"Maaf kin,maaf, aku kira siapa tadi" tersenyum kikuk.


"Pak Okky ada, aku mau laporan"


"Ada…ada didalam. Kasian, beliau keliatan stres banget"


"Aku masuk ya"


Tok…tok…tok!! Kina mengetuk pintu. Setelah dipersilahkan, Kina membuka pintu dan tersenyum saat Okky menatapnya.


"Pagi pak, bagaimana kabarnya hari ini?" sapa Kina


Okky melongo, melihat Kina berhijab. "Cantik…" pujinya. Dia terpesona melihat penampilan baru mantan pacar seharinya.


"Tunggu…saya mau menikmati nikmat Tuhan yang tidak saya dustakan" Okky menyangga dagunya dengan kedua tangan. senyum senyum memandang Kina.


Kina tepuk jidat, "Hhhaiisshh…sudah ah pak, besok besok saya pakai helm biar nggak dilihatin gini" wajahnya cemberut.


"Jangan dong, nanti kaya makhluk kebanyakan garam, makhluk asin"


"Astaghfirullah, Asing bapak"


"Iya…iya, gimana gimana. Silahkan dimulai!"


Kina menjabarkan ide ide dari timnya, satu persatu. Meminta pendapat bosnya ide mana yang akan dipakai. Setelah berdiskusi, mereka akan menggunakan semua ide tim Kina, tentunya dengan perubahan disana sini.


Okky senang, Kina ternyata bisa menempatkan diri dimana saja. Dia tidak terlihat kesulitan, dia terlihat nyaman nyaman saja di divisinya yang sekarang.


Saat jam makan siang, Bunda datang bersama Erika, membawakan makan siang untuk Okky. Bunda tersenyum lega, saat melihat sekretaris baru Okky. Dia senang, Kina tak berada di dekat Okky lagi. Maka rencana perjodohan Erika dan Okky akan berjalan dengan baik.

__ADS_1


"Hai sayang, makan siang dulu yuk" sapa Bunda pada Okky.


"Sebentar ya bun, aku selesaikan pekerjaan sedikit lagi. Bunda sama Erika, duduk dulu aja" kata Okky. Tak menatap kedua tamunya sedikitpun.


"Okky…" Bunda menggeram.


Okky membuang nafas, "Iya…oke bunda, Okky makan sekarang. Maaf" katanya lirih. Lalu meninggalkan pekerjaannya yang tinggal sedikit lagi selesai itu.


"Bunda, Mas Okky kan lagi kerja, Bunda jangan begitu dong" Erika mengingatkan dengan lembut.


"Iya Erika sayang," Bunda mengelus pipi Erika yang halus dan mulus itu. Okky tersenyum, Bunda terlihat sangat menyayangi Erika, dia akan mencoba membawa Erika masuk kedalam hatinya yang sementara ini masih di penuhi Kina.


Tak apa memaksa sedikit, terluka sedikit, mungkin ada bahagia setelahnya. Walau hanya sedikit jua.


Bunda lagi lagi meninggalkan mereka berdua, katanya mamanya Erika menelfon, mereka akan mencari sepatu bersama.


"Kamu pernah bekerja diperusahaan?" tanya Okky disela sela acara makan siang mereka.


"enggak mas, mama nggak ngebolehin aku kerja"


"Terus ijazah S2 kamu nganggur dong?"


"Iya sih, yang pentingkan ilmunya mas, siapa tahu suatu saat nanti berguna. Kan bisa untuk mendidik anak anak kelak mas" ucapnya dengan wajah malu malu.


"Oh, begitu ya?"


"Mas, kayanya sekretaris kamu kemarin cewek, kok sekarang cowok?"


"Iya, ganti suasana aja," jawab Okky sekenanya. "Perusahaan lagi dalam kondisi tidak baik, jadi maaf ya kalau aku sibuk terus. Kamu bisa persiapkan pernikahan sama bunda dulu. Nggak pa-pa kan?"


"Iya mas" terlihat gurat kekecewaan diwajah cantik Erika, tapi Okky berkata apa adanya. Sebagai calon istri, Erika harus berusaha memahami kondisi seperti ini.


Hati Okky tiba tiba panas, melihat Kina dan Ali duduk berhadapan di meja kerja sekretaris. Mereka terlihat menikmati makanan bersama sambil mengobrol santai. Kina yang murah senyum, tiba tiba membuat Okky jengkel. Karena mantan seharinya itu terus terusan tersenyum pada Ali. ***** makan Okky mendadak hilang.


🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻

__ADS_1


__ADS_2