30 Hari Menjemput Jodoh

30 Hari Menjemput Jodoh
Playing Victim


__ADS_3

Setelah memastikan Kina beristirahat dengan nyaman dirumahnya, Okky bergegas kerumah bundanya. Ia sadar, punya banyak hutang penjelasan pada ibunya. Entah akan dimaafkan atau tidak, sebagai anak, ia merasa wajib meminta maaf atas kekacauan yang telah dibuatnya.


Sayang, saat tiba dikediaman ibunya, hanya ada Okta, si ibu hamil yang rakus saja. Okta bilang, ibunya pergi kepesta ulang tahun sahabatnya. Okta juga mengadu, kalau setelah kejadian batal mantu, ibunya hanya berdiam diri dirumah. Menolak semua undangan dari sahabat-sahabatnya. Tapi, kali ini yang berulang tahun sahabat terdekat ibu Suri, jadi mau tak mau ibu Suri memutuskan untuk datang.


"Jadi, sekarang Kina udah baik-baik saja kan, kak?" tanya Okta, setelah Okky menceritakan semua yang terjadi selama ini, hingga insiden kecelakaan itu dan ia yang menghilang selama hampir satu bulan untuk merawat Kina dirumah sakit. Sebenarnya Okta sudah tahu kemana kakaknya menghilang, karena Ammar sudah bercerita padanya. Hanya saja, ia ingin mendengar secara langsung dari yang bersangkutan, bagaimana kejadian lengkapnya.


"Iya, Alhamdulillah. Hanya kaki kanannya saja yang masih cidera, sama beberapa luka yang belum kering. Untungnya tidak ada luka dalam yang gimana-gimana. Tapi dia sempat nggak sadar karena gegar otak berat. Kacau lah pokoknya saat itu"


Okta menggelengkan kepala berkali-kali, tak habis fikir dengan kenekatan Kina. "Gila, berani banget sih dia. eh iya, Jangan sampai bunda tahu kalau Kina dirumah kakak, atau bunda akan mendatanginya dan mengusirnya. Kasihan dia"


Okky menengok jam yang melingkar dipergelangan tangan kirinya, pukul sebelas siang. "Bunda masih lama ya? Aku buru-buru mau kekantor ni"


"Yaudah sih, kekantor dulu aja. Ntar juga kakak pulang kesini, kan? Atau, mau pulang kerumah?" Okta menatap kakaknya dengan wajah jahit, alisnya naik turun.


"Kerumahlah, ditungguin istri" canda Okky, lalu tertawa.


"Cccieee…"


Okky berdiri, "Kakak pergi dulu ya, Assalamu'alaikum" ia mengacak rambut Okta, lalu melenggang dengan wajah bahagia.


"Wa'alaikum salam" jika biasanya Okta akan sewot saat rambutnya diacak-acak, kali ini dia diam saja. Okta menatap punggung Okky yang semakin menjauh, dia senang, kakaknya yang jahil sudah kembali. Bukan hanya kembali dalam bentuk raganya, tapi sifat dan sikapnya juga. Bukan lagi Okky es batu yang dingin.

__ADS_1


……


Ibu Suri sedang bercakap-cakap dengan si empunya acara, saat Erika dan Diana, ibunya memasuki ballroom tempat berlangsungnya acara. Ibu Suri berpamitan pada sahabatnya untuk menemui Diana. Beberapa orang yang hadir disana, sudah tahu tentang berita gagalnya Suri dan Diana menjadi besan. Mereka mulai menatap ketiganya yang kini berdiri berhadap-hadapan, semua orang seperti mananti apa yang akan terjadi.


"Hai Diana, Erika. Apa kabar?" sapa ibu Suri ragu-ragu. Dia takut diabaikan.


Ibu Diana melengos, "Buruk, sangat buruk. Apa perlu kamu bertanya kabar kami, atau kamu hanya ingin mengolok-olok kami?" ketusnya.


"Enggak Di, aku nggak bermaksud begitu. Sudah lama aku ingin menemui kalian, tapi kalian selalu menghindar dan menolakku"


"Untuk apa?" tanya Diana dengan wajah marah. Ibu Suri memilih tak menjawab. Dia mengalihkan pandangan pada Erika yang sedari tadi diam dengan kepala tertunduk.


Ibu Suri meraih jemari tangan kanan Erika, "Erika, bunda minta maaf ya atas semua yang harus kamu alami. Jujur saja, bunda sampai saat ini belum tahu apa alasan anak bunda berbuat seperti itu. Bunda benar-benar minta maaf sama kamu. Sama kamu juga Di, aku minta maaf" tutur ibu Suri, penuh penyesalan.


"Bunda nggak tahu, dia menghilang dan belum pulang sampai sekarang. Sebenarnya apa yang terjadi dengan kalian?"


Erika menatap wajah Ibu Suri sejenak.


Jadi tante Suri belum tahu apa yang terjadi saat itu. Baguslah, akan aku manfaatkan keadaan ini untuk menyelamatkan posisiku. ucapnya dalam hati.


"Mungkin anak tante memilih kawin lari dengan wanita bernama Kina, kami bertemu dengannya di toko perhiasan tante margaret saat mengambil cincin pernikahan. Itu juga pertemuan terakhir Erika sama mas Okky"

__ADS_1


"Kina, bagaimana ceritanya dia sampai menyusul kalian kesana? Apa kamu dan Okky bertengkar saat itu?"


Erika menggeleng lemah, "Enggak tante" memasang muka sesedih mungkin, " Saat itu aku lihat mas Okky ngejar Kina, mungkin Kina marah dan cemburu denganku. Aku sedih, sakit hati, calon suamiku lebih memilih mengejar gadis lain dan meninggalkanku dipinggir jalan malam-malam. Mas Okky mencintainya tan, aku nggak mau jadi orang ketiga diantara mereka. Makanya aku memilih mundur"


Ibu Suri menghena nafas panjang, "Oh, maafkan anak bunda ya Er, maafkan bunda juga. Bunda benar-benar menyesal dengan semua yang harus kamu alami. Bunda harap----"


"Saya harap ini pertemuan terakhir kami dengan kamu, Suri. Saya tidak ingin ada urusan apapun lagi dengan anda dan keluarga anda" potong ibu Diana, " Ayo Er, kita kesana!" Ibu Diana menarik tangan Erika, membawanya menjauh dari ibu Suri.


Hati ibu Suri semakin kacau setelah mendengar cerita versi Erika. Dia benar-benar marah pada Okky dan Kina. Bisa-bisanya, kedua orang itu bermain api dibelakangnya. Ibu Suri sudah tidak mood berada di pesta yang meriah itu. Ia memilih untuk pulang saja.


Erika dan ibunya sudah berdiri, jauh dari tempat ibu Suri yang terlihat diam mematung setelah berbicara dengan mereka. "Pintar kamu Er, memanfaatkan situasi" puji ibu Diana, mereka merasa lega sudah berhasil membalikkan keadaan.


Erika tersenyum, "Iya dong ma, aku nggak mau kalau mereka menyalahkanku tentang kecelakaan si Kina Kina itu. Lagi pula, kenapa dia harus repot-repot ngejar itu rampok"


"Mungkin dia juga ngincar cincin itu kali Er, siapa sih perempuan yang nggak silau lihat cincin berlian semewah itu" tuduh ibu Diana. Orang-orang memang cenderung menyamaratakan fikiran orang lain dengan apa yang ia fikirkan. Padahal faktanya tidak begitu.


"Padahal sedikit lagi, cincin itu jadi punyaku. Gara-gara rampok sialan, rencanaku jadi gagal total" ucap Erika dengan kesal.


Sebenarnya saat itu Erika berencana membawa cincin pernikahan bermata berlian itu dan membatalkan pernikahan mereka keesokan harinya.


Sayangnya, Allah maha mengetahui. Niat buruknya gagal total, setelah dua perampok dengan tangkas merebut dan melarikan cincin mahal yang sudah ada ditangannya dan siap dibawanya pulang.

__ADS_1


Erika tahu saat itu Kina mengalami kecelakaan karena berusaha menyelamatkan cincin pernikahannya. Tapi dia tak tahu separah apa kecelakaan itu. Erika yang ketakutan, memilih pulang dengan menggunakan Taxi. Dia benar-benar tak mau terlibat dengan semua yang terjadi, makanya Erika dan keluarganya memilih menghindari keluarga ibu Suri.


Sejak awal, Erika dan keluarganya hanya mengincar harta keluarga ibu Suri. Meskipun tidak bermaksud menguasainya, tapi ikut menikmati kekayaan keluarga pemilik perusahaan makanan beku yang cukup terkenal itu, sepertinya bukanlah hal yang patut disia-siakan bagi mereka. Tanpa fikir panjang, mereka menerima perjodohan yang ditawarkan ibu Suri saat itu. Cinta dan segala pujian yang diberikan Erika pada Okky hanyalah omong kosong. Semua teman Erika tahu, gadis itu punya selera internasional, alis bule.


__ADS_2