30 Hari Menjemput Jodoh

30 Hari Menjemput Jodoh
SAH


__ADS_3

Ayah Kina dan anak istrinya sampai diponpes Al Iman, lima belas menit sebelum acara ijab qabul. Mata mereka melotot melihat beberapa mobil mewah terparkir dihalaman masjid yang luas. Bahkan mobil jenis sedan yang mereka gunakan, tidak ada apa-apanya jika dibandingkan mobil-mobil yang berjejer rapi disana.


"Mom, suaminya Kina siapa sih? kok tamunya mobilnya mewah semua" tanya Beka yang merasa curiga.


"Palingan juga tamu pemilik ponpes, biasa, kiyai kan jaringannya luas, dari kalangan pejabat, pengusaha sampai remahan rengginang kaya Kina dan calonnya" bu Rani mencoba menepis fikirannya sendiri. Sebenarnya ia juga memiliki pertanyaan yang sama dengan Beka.


"Assalamu'alaikum, pak Rahmat, ya? " seorang pria berbaju koko menghampiri mereka.


"Iya betul" jawab ayah Kina.


"Mari, sudah ditunggi keluarga pak Okky dikediaman kiyai abdullah" ajaknya dengan ramah dan sopan.


"Iya, ayo ma, Beka!"


...🍃🍃🍃...


Bu Rani memindai tampilan Okky dan keluarganya satu persatu, keluarga Okky dan saudara-saudaranya sedang asik bercengkrama. Okky terlihat sangat berbeda dengan yang ia lihat kemarin. Lalu matanya beralih pada wanita paruh baya yang mengenakan gamis putih dengan jilbab warna senada, tangannya menenteng tas kecil, elegan dan berwibawa sekali. Keluarga kecil Ammar dan Okta pun tak luput dari pengamatannya. Semua baju dan barang yang mereka kenakan, bukanlah barang-barang murah dan pasaran.


"Mom, lakinya si Kina kayanya bukan orang biasa deh. Lihat aja keluarganya. Mom lihat, dress tutu yang dipakai anak bayi itu, harganya satu juta" Beka menunjuk Ori yang hari itu sangat menggemaskan dengan rok tutu berwarna pink.


"Tahu dari mana kamu?"


"Lihat di aplikasi belanja online, itu merk mahal mom, meskipun buatan butik lokal, tapi langganan artis-artis"


"KW kali"


"Sebagai pecinta barang Ori, aku pastikan semua yang mereka kenakan asli, mom. Gila, beruntung banget si Kina. Sial!"


Sekali lagi mata bu Rani, menjelajahi tampilan keluarga dan saudara-saudra Okky. Ia memang tak bisa mengelak, kenyataannya semua orang disana memang terlihat bukan dari kalangan menengah kebawah. Gaya bicaranya, bahasa tubuhnya, penampilannya, menggambarkan jika mereka orang-orang berpendidikan dan berkelas.

__ADS_1


...🍃🍃🍃...


Saya terima, nikah dan kawinnya, Okina Putri binti Rahmat, dengan mas kawin, seperangkat alat sholat, dibayar TUNAI!


Okky mengucapkan kalimat ijab qabul dengan lantang dan mantap. Ia tak perlu mengulangnya, karena tak ada kesalahan apapun dalam kalimat sakral yang ia ucapkan.


Kina dituntun masuk kedalam masjid oleh ibu Suri dan Rumaisha yang berdiri dikanan dan kirinya. Ibu Suri merasa kasihan, karena keluarga Kina nampak tak peduli pada Kina. Dia sudah tahu bagaimana hubungan Kina dan keluarga baru ayahnya.


Semua berdiri menyambut kehadiran mempelai wanita, Okky tersenyum bahagia menatap Kina yang begitu cantik dengan aura bahagia memancar dari wajahnya. Okky mengulurkan tangannya dan dengan segera Kina menggapainya. Cincin bertahtakan berlian kini melingkar dijari manis Kina, tidak ada penandatanganan buku nikah, karena dokumen masih dalam proses KUA.


Apalagi alasannya, kalau bukan karena mempelai pria yang selalu tidak sabaran itu.


Kina meraih tangan kanan Okky dan mencium punggung tangannya. Lalu Okky menempelkan telapak tangannya diubun-ubun istrinya, mengucap bismillah, kemudian membacakan doa setelah ijab qabul dengan khusyuk.


Allaahumma innii as-aluka khayraha wa khayra maa jabaltahaa ‘alaihi wa a’uudzu bika min syarrihaa wa min syarri maa jabaltahaa ‘alaihi


Ya Allah sesungguhnya aku memohon kebaikannya dan kebaikan apa yang Engkau ciptakan pada dirinya. Dan aku memohon perlindungan kepada-Mu dari keburukannya dan keburukan apa yang Engkau ciptakan pada dirinya.


Bukan mendaratkan ciuman dikening, Okky dengan tidak tahu malunya, mencuri sebuah kecupan dipipi Kina dengan cepat. Membuat wajah Kina seketika memanas, malu bercampur gugup.


"Dasar anak nakal!" ibu Suri yang berdiri disamping Kina, memukul lengan Okky.


"Sudah tua juga, masih bucin" ledek Okta. Okky mendelik, yang dibalas juluran lidah Okta.


……


Hidangan utama sudah berjejer diteras rumah kiyai abdullah. Semua yang hadir dipersilahkan untuk menikmatinya. Kursi-kursi juga disediakan, agar orang-orang tidak makan atau minum sambil berdiri.


Ibu Suri mendekati ayah Kina untuk menyapa, "Assalamu'alaikum pak Rahmat, perkenalkan saya Suri, bundanya Okky dan kini juga bundanya Kina" kata Ibu Suri dengan ramah. Lalu ia duduk dikursi kosong disamping ayah Kina.

__ADS_1


"Wa'alaikum salam, saya Rahmat dan ini istri saya Rani, itu anak saya Rebecca" Ayah Kina menunjuk istri dan anaknya bergantian. Bu Rani dan Rebecca hanya menganggukkan kepala sekilas.


"Saya mohon maaf sekali, belum sempat berkunjung kerumah bapak dan ibu. Jujur saja, semuanya begitu mendadak"


"Jangan-jangan Kina hamil, makanya nikah dadakan" tuduh Rebecca yang sedang asik mengunyah zuppa soup.


"Eh, bukan seperti itu nak. Anak saya terlalu mencintai kakak kamu, jadi begitu Kina menerima lamarannya, dia ingin langsung menikah tanpa menunda-nunda. Kina itu perempuan baik-baik, makanya saya senang sekali kalau dia yang jadi menantu saya" Rebecca mendengus, ia merasa tak suka Kina dipuji-puji begitu. Baginya, Kina itu hanya seorang gadis biasa tanpa keistimewaan apapun.


"Terima kasih sudah mau menerima Kina. Saya bersyukur anak saya berada dikeluarga yang menyayanginya" ucap ayah Kina, tulus.


Meskipun tak begitu menyayangi Kina, tapi pak Rahmat merasa lega, jika anaknya itu diterima dengan baik dan disayangi keluarga suaminya. Dengan begitu, pak Rahmat sudah tidak perlu pusing memikirkan masa depan Kina lagi.


"Emmm, bu, kalau boleh tahu, anak ibu kerjanya apa ya?" tanya Bu Rani, ragu.


"Memang anak saya tidak bilang kerjanya apa?" Bu Rani menggeleng, "Oh…Maafkan anak saya, mungkin dia lupa. Okky itu menggantikan almarhum ayahnya memimpin perusahaan kami, Bapak dan Ibu tahu PT. Nice Food, kan?"


"Tahu, yang memperoduksi frozen food, kan?"


"Betul, itu perusahaan keluarga kami. Okky itu sudah memegang perusahaan sejak masih kuliah, saat itu suami saya meninggal secara mendadak karena serangan jantung. Adik-adik saya dan suami, semua punya kesibukan masing-masing, jadi tidak ada yang bisa menghandle perusahaan kami. Mau tidak mau, Okky yang saat itu masih muda, terjun langsung dan menjabat sebagai direktur utama hingga saat ini"


Gila, direktur utama perusahaan besar. Pantas aja, auranya sugar daddy banget . batin Rebecca


Bu Rani tersenyum kaku, ia ingat bagaimana diriya menghina Okky saat berkunjung kemarin. "Hebat ya nak Okky"


Mati aku, ternyata suaminya Kina bukan orang sembarangan.


Ayah Kina berdiri, "Kalau begitu, kami titip Kina ya bu, kami harus pulang sekarang" bu Rani dan Rebecca ikut berdiri.


"Oh, baiklah, saya pasti akan jaga Kina dengan baik. Bapak, ibu dan nak Rebecca, hati-hati dijalan ya" Ibu Suri berdiri dan bersalaman dengan mereka satu persatu.

__ADS_1


"Eh, kok nggak pamitan sama Kina sih, payah!" ibu Suri menggerutu.


__ADS_2