
Setelah makan siang selesai, Okky mengusir Erika secara halus. Dia bilang ada meeting setelah ini. Mau tak mau Erika pulang, walaupun sedikit kesal. Padahal ia ingin berlama lama disana, melihat calon suaminya bekerja. Dia ingin membuat story di akun sosial medianya, agar teman temannya tahu siapa calon suaminya yang sekarang.
Kina dan Ali berdiri saat Okky dan Erika keluar ruangan. Mereka membungkuk memberi hormat, Okky melengos pura pura tak melihat. Karyawan kantor heboh melihat Okky berjalan beriringan dengan seorang wanita cantik. Gosip menyebar dengan kecepatan cahaya.
Bukan hanya itu, gosip mengenai Kina dan Ali yang bertukar posisi juga sudah sampai ditelinga karyawan kantor. Para haters Kina, tertawa puas, mereka menganggap Kina sedang menuai karmanya. Menurut mereka, Kina mendapat jabatannya secara licik, jadi tidak akan bertahan lama.
……
Jihan yang melihat Kina sudah duduk diatas motornya, sedang mengenakan helmnya. Seperti mendapatkan kesempatan emas, untuk mencibir gadis yang lebih muda darinya lima tahun itu.
"Huuuu…selamat ya Kin, akhirnya didepak dari sisi pak Okky. Selamat menikmati karmamu" Kata Jihan, staff keuangan, sahabat baik Mika yang baru saja dikeluarkan Okky karena videonya mengatai Kina dan Okky tersebar.
Kina berdecak, "Terima kasih mbak, terserah mbak mau bilang apa " Kina tak mau menghiraukannya. Dia memilih melajukan motornya.
Jihan menatapnya dengan sinis. "Mampus lu, semoga hidupmu lebih hancur setelah ini, dan aku akan jadi orang pertama yang akan tertawa. Dasar bocah ingusan" gumam Jihan, berbicara sendiri.
……
Okky masih duduk di ruang kerjanya, dia harus melakukan sesuatu untuk perusahaan. Sepertinya, mau tak mau dia akan melakukan pengurangan pegawai baik di pabrik maupun dikantor pusat dan cabang. Pendapatan bulan ini menurun drastis.
Ponselnya bergetar, tertera nama Bunda disana. Okky menghela nafas, pasti bundanya akan meributinya tentang persiapan pernikahan yang sudah ditentukan akan dilakukan satu bulan lagi.
"Assalamu'alaikum bun…"
"Wa'alaikum salam, kamu dimana? Kamu harus menemani Erika memilih cincin pernikahan malam ini. Tadi bunda sudah hubungi pemilik toko perhiasannya"
"Kok mendadak sih bun, Okky masih dikantor, kerjaan masih banyak"
"Pasti sama mantan sekretaris kamu itu, ingat sebentar lagi kamu akan menikah. Lupakan dia"
"Bunda jangan ngarang ya, aku sendiri di kantor. Kalau nggak percaya bunda bisa tanya sama satpam yang jaga didepan. Semua sudah pulang"
__ADS_1
"Iya…iya, begini saja, Erika biar kesana naik taksi. Kamu langsung susul kesana, sekarang juga. Nanti pulangnya kamu antar dia"
"Iya" jawabnya dengan pasrah
Ia bergegas merapikan barang barangnya, buru buru menuju ketoko perhiasan yang dimaksud bundanya.
Saat sedang menyetir dia melihat Kina dengan motornya sedang melaju santai dijalanan. Dengan barang bawaan yang lumayan banyak. Dia baru ingat, kalau Kina sudah menjual rumahnya. Gadis itu pasti sedang pindahan. Okky penasaran, ingin tahu tempat tinggal impian seperti apa yang Kina inginkan. Sayangnya, dia buru buru, dia harus menahan rasa penasarannya.
Sesampainya di toko perhiasan, sudah ada Erika disana yang sedang mengobrol dengan pemilik toko, yang tak lain sahabat Ibu Suri.
"Itu dia calon suami kamu yang ganteng sudah datang" kata pemilik toko bernama Margaret. Erika hanya mengangguk, lalu menyusuri kaca yang didalamnya terdapat berbagai macam perhiasan.
"Malam tante, apa kabar?" Okky menyalami tangan Margaret.
"Ya Ampun, kamu dari kantor ya. Wajah kamu kelihatan lelah banget. Kenapa nggak besok aja sih kesininya kalau memang masih sibuk?"
"Nggak pa-pa tante, biar bunda tenang"
Margaret berdecak, "Bundamu itu, memang pemaksa. Eh, Erika ini benarkan calon istri kamu? Tante kira kamu bakalan nikah sama si kin kin yang imut itu " tanya Margaret. Dia cukup mengenal Kina yang beberapa kali mengantar Ibu Suri ketoko perhiasannya. Kina juga pernah datang bersama Okky, untuk membantunya memilih kado untuk ulang tahun Bunda. Kina lebih tahu selera Ibu Suri, ketimbang anaknya sendiri.
"Yasudah yuk pilih, biar kamu cepat pulang, cepat istirahat" Margaret menepuk pelan lengan Okky.
Okky melirik Erika yang sibuk mencoba cincin dijarinya. Tak peduli sama sekali dengan keadaannya, tak ada perhatian sedikitpun padanya. Sepertinya dia lebih tertarik pada cincin cincin itu dari pada calon suami yang katanya dicintainya.
……
Setelah membeli cincin pernikahan dan mengantarkan Erika pulang, Okky melajukan mobilnya kerumah lama Kina. Berharap akan bertemu gadis itu.
Rupanya Kina sudah benar benar pindah, rumahnya terlihat gelap dan tak berpenghuni. Lalu kemana gadis itu pindah, Okky begitu penasaran dan khawatir. Mencoba menelfon Kina, tapi tak ada jawaban.
Setelah berdiam diri cukup lama, dia memilih pulang dan akan bertanya langsung pada Kina besok.
__ADS_1
Ternyata ditempat tinggal barunya, Kina yang kelelahan sudah tertidur pulas setelah melaksanakan shalat isya'. Tak tahu ada panggilan masuk keponselnya. Apalagi ponselnya dalam mode getar.
Okky sampai rumah Bundanya sudah pukul sepuluh malam, rumah sudah sepi. Mungkin para penghuni sudah tidur. Setelah mandi dan berganti baju, Okky kedapur untuk membuat mi instan. Dia lapar, tak ada yang mengingatkan makannya sekarang, tak ada yang memaksanya makan lagi.
Mbok Rah terbangun saat mendengar suara suara dentingan peralatan makan didapur. Dia terkejut melihat Okky sedang memasak sendiri.
"Mas Okky belum makan malam? Mbok hangatkan lauk ya" tanyanya dengan suara serak, khas orang bangun tidur.
Okky menengok sekilas, "Nggak usah mbok, ini sudah malam, mbok istirahat saja" dia melanjutkan mengaduk aduk mi dalam panci mini.
"Biar mbok masakin mie nya"
"Enggak mbok, udah sana tidur lagi. Aku bisa sendiri kok mbok"
Mbok Rah menatap punggung Okky dengan iba. "Kok tumben mas Okky pulang malam begini belum makan, apa Kina…"
"Kina kan sudah nggak jadi sekretaris aku lagi mbok, sudah pindah jadi kapten dia sekarang, kapten tim pemasaran"
"Kenapa, apa ada masalah?"
"Panjang ceritanya mbok"
"Karena Ibu yang salah paham itu ya mas? Padahal Kina itu baik, dia sering membantu mbok dan Surti. Mbok pernah dikasih uang tiga juta, waktu kampung mbok kena banjir bandang. Katanya untuk pegangan keluarga mbok yang selamat dikampung. Dia juga sering beliin mbok makanan yang katanya kekinian atau apa gitu, katanya biar mbok nggak ketinggalan jaman. Kalau kesini suka sekali godain mbok sama Surti, ada saja tingkahnya. Tapi itu yang bikin mbok kangen sama dia" tutur Mbok Rah dengan mata berkaca kaca.
"Aku juga kangen mbok, tapi aku bisa apa. Melawan Bunda sesuatu yang nggak mungkin aku lakukan mbok, aku harus melepaskan Kina untuk kebaikan dia juga" ucap Okky lirih, disetiap kalimatnya terdengar pilu ditelinga Mbok Rah.
"Mbok cuma bisa mendoakan, semoga Mas Okky dan Mbak Kina diberi jalan yang terbaik"
"Semoga aku dan Kina bisa bersatu ya mbok, walaupun kedengarannya mustahil.hehe…"
Mbok Rah tersenyum, "Aamiin…nggak ada yang mustahil didunia ini, semua bisa terjadi kalau Allah sudah berkata Kun faya Kun" tutur mbok Rah. Lalu diam diam merapalkan doa dalam hatinya untuk kebahagiaan majikan mudanya.
__ADS_1
Mbok Rah menemani Okky hingga majikannya itu menyelesaikan makan malamnya yang sudah kemalaman. Mbok Rah merasa, Okky seperti kehilangan hidupnya setelah tidak ditemani Kina. Baru sehari tanpa Kina, laki laki itu sudah terlihat berantakan, kebutuhan pokok seperti makan saja sampai lupa.
🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻