30 Hari Menjemput Jodoh

30 Hari Menjemput Jodoh
Drama Salah Paham


__ADS_3

Okky berjalan mendekati Ali, "ehem…dari Kina ya?" tanyanya. Matanya tak lepas menatapi botol dan kotak makanan.


Ali menoleh dengan kaku, "I…iya pak" jawabnya dengan gugup.


"Wah…saya nggak nyangka kalian sudah sedekat ini, selamat ya"


"Selamat apa pak?" tanya Ali dengan wajah bingung.


"Selamat makan!" ucapnya, lalu menepuk lengan Ali beberapa kali. Setelahnya Okky melenggang pergi, ingin mendinginkan hatinya.


Ali membalik sticky note, ternyata ada pesan disana. Matanya terbelalak saat membaca pesan didalamnya.


Petunjuk pemakaian: Minum ramuannya sampai habis! (jangan ada yang tersisa 👀), Setelahnya, makan kue yang ada dalam kotak. Untuk menghilangkan rasa pahit.


^^^Semoga lekas sembuh^^^


Ali gigit jari, ternyata dia salah. Makanan dan Minuman itu untuk Okky. Siapa lagi yang sakit diantara mereka berdua. Dia juga sakit sih, sakit hati. Ali berlari mengejar Okky yang sepertinya hendak keluar. Dia membawa serta botol dan kotak makanan.


Okky terdiam diambang pintu ruang divisi pemasaran, tak ada yang menyadari keberadaannya disana. Sang kapten sedang bershalawat dengan merdu dan para 'prajurit' meletakkan kepala mereka diatas meja masing masing dengan mata terpejam, menikmati lembutnya suara kapten baru mereka.


Mata Okky mendelik saat Kevin berulah, "Mbak Kina…" panggilnya dengan suara teredam, karena dia menenggelamkan wajahnya dibalik tangannya yang dilipat diatas meja. Lalu mengangkat tangan kanan dan memberi Love sign dengan ibu jari dan jari telunjuk yang digabungkan. Kina menanggapinya dengan tawa kecil.


Hati yang sudah panas, kini semakin panas, mendidih. Hidungnya sudah kembang kempis ingin melempar si pemberi Love sign tadi dengan pintu yang sedang disandarinya. Untung nyopotnya susah, jadi, nggak jadi deh.


"PAK!" Suara Ali yang lumayan keras mengejutkan seisi ruangan.


Semua reflek menoleh kearah pintu dan mendapati bos besar mereka sedang bersedekap, menatap mereka. Dengan kompak, tanpa instruksi, semuanya berdiri. Ada yang merapikan rambut, baju, mengusap wajah, mengusap sudut bibir.


"Selamat siang pak…" ucap semua serempak tanpa dikomando.


"Siang, silahkan diteruskan, saya hanya lewat kok" tutur Okky berusaha sebiasa mungkin.


Mereka tidak melakukan kesalahan, karena ini memang jam istirahat siang. Hanya saja mereka sungkan karena sedang tidur, disaksikan secara Live oleh pemilik perusahaan.

__ADS_1


"Pak, ini punya bapak" Ali mengangsurkan Kotak bekal dan sebotol ramuan pada Okky.


"Kok buat saya, Kina kan kasih kekamu. Nggak usah sungkan, lagian saya juga bukan siapa siapa Kina kok. Mungkin dia suka sama kamu" Okky berbicara dengan nada menyindir dan suara dikeras keraskan.


Kina mendelik, dia kesal, padahal sudah susah susah membuat ramuan untuk Okky. Laki laki itu malah menyindirnya, menuduhnya suka dengan Ali lagi.


"Bukan pak, ini…" Ali menyerahkan sticky note pada Okky. Okky mengatupkan bibirnya yang akan tersenyum lebar setelah membaca pesan Kina. Dia tak mau wibawanya hilang didepan karyawan lain.


"Oh, ini punya saya. Kina makasih ya" ucapnya dengan wajah sok cool sambil mengangkat botol dan kotak bekal tinggi tinggi. Deheman deheman pelan pun berkumandang dari beberapa penghuni ruangan.


"Hem…" hanya itu jawaban Kina. Ia memutar bola matanya.


"Ali…kamu beli paket nasi ayam di sebrang jalan sana. Untuk kamu dan mereka semua" Okky merogoh sakunya, mengambil dompet. Mengeluarkan beberapa lembar uang seratus ribuan. "Ini uangnya, kembaliannya kasih aja ke satpam didepan" imbuhnya dengan wajah ceria.


"Pak, kalau makan nggak minum seret kali ya?" tanya Dinda bermaksud menyindir. Teman teman yang lain mencibirnya.


"Yaudah, sekalian minumnya ya Li. Kamu temani Ali, siapa tahu dia kerepotan bawanya" Okky menunjuk Dinda dengan dagunya.


Dinda menatap temannya satu persatu, menaik turunkan alisnya. "Siap pak!" Dinda memberi hormat, "Berangkat bang…" dia menghampiri Ali dan menarik lengannya.


……


'Anak anak' Kina sedang heboh membicarakan kejadian tadi.


"Copot jantungku makkk…" Satria mengelus dadanya berkali-kali.


"Kenapa, inikan jam istirahat. Nggak pa-pa dong kalau kalian tidur sebentar" Kina menyahut.


"Bukan itu masalahnya" sambung Mila


"Iya…masalahya, Pak Okky kelihatannya cemburu, mbak Kina mempersembahkan suara emasnya buat kami. hehe" Nila menambahkan sambil cengengesan.


"Memang dia siapa?" Kevin bicara dengan ketus.

__ADS_1


Mila memutar bola matanya, "Bos, bego…pake nanya lagi" jawabnya tak kalah ketus.


"Maksudnya siapanya mbak Kina"


"Atasan yang jatuh cinta sama pegawainya, eciee…kaya cerita novel" Nila yang menjawab dengan wajah usil, menggoda Kina.


"Huuss…Pak Okky bentar lagi mau nikah. Jangan gitu ah, nanti mbak Kina baper" tutur satria yang jantungya mulai normal kembali.


"Nggak kok, tenang aja. Aku rapopo" ucap Kina, lalu tertawa, geli sendiri dengan kata katanya.


"Tenang mbak Kina, ada aku" kata Kevin dengan jumawa, menepuk nepuk dadanya. Kevin masih saja berusaha, pantang menyerah.


Kina menghela nafas, "Nggak ah, kita beda. Restu orang tua aja aku nggak berani lawan, apalagi restu Tuhan. Berat pin"


"Kan bisa pindah keyakinan" jawab Kevin, santai.


"Nggak semudah itu CIRIPA! Dibelakang kamu banyak keluarga dan saudara yang harus kamu fikirkan, harus kamu jaga perasaan mereka" Mila menimpali jawaban kevin yang terkesan menyepelekan keyakinan itu.


Bahu kevin merosot. Perasaannya harus layu bahkan sebelum ditanam. Lagi pula kevin yang belum bisa serius dalam sebuah hubungan, tidak cocok dengan Kina yang tak suka main main. Visi misi mereka dalam sebuah jalinan cinta jauh berbeda.


Tring…notifikasi chat di ponsel Kina berbunyi. Kina tersenyum saat Okky mengiriminya foto botol dan kotak makan yang sudah kosong. Kina tak berniat membalasnya, dia tak mau atasanya baper.


Kina tak sadar, memberi Okky ramuan, yang memang biasa dia buatkan untuk Okky saat sakit perut, lebih membuat laki laki itu baper tingkat langit ketujuh, dari pada hanya sekedar membalas chatnya.


Namun, Kina tak sepenuhnya keliru, dia membuatkan minuman itu karena, biasanya sakit perut Okky akan segera membaik setelah meminum ramuan yang resepnya diajarkan oleh Ibunya itu. Dasar orangnya yang jarang berfikir macam macam, Kina tak mempertimbangkan kemungkinan akan terjadi ke baperan karena perbuatan baiknya.


Okky yang baper juga tak sepenuhnya salah. Dia terlalu bahagia merasa diperhatikan Kina. Hingga dia lupa watak mantan sekretarisnya yang baik dan peduli pada semua orang itu. Bos muda yang sebentar lagi akan melepas masa lajang itu, sesungguhnya hanya seorang pria yang bisa dibilang 'haus' kasih sayang.


Orang tuanya terlalu sibuk, tak ada waktu untuknya bermanja manja. Apalagi semenjak Okta lahir kedunia, Bundanya lebih memperhatikan Okta. Okky selalu dituntut mandiri, sebagai anak sulung laki laki.


Semenjak ada Mbok Rah dirumahnya, barulah dia jadi sedikit punya tempat curhat dan bermanja. Tapi, pekerjaan mbok Rah dirumahnya, membuat asisten rumah tangganya tak punya banyak waktu luang.


Bu Lastri, sekretaris warisan ayahnya. Sangat kaku dan serius. Beliau sempurna sebagai rekan kerja, tapi tak bisa akrab seperti teman. Perbedaan usia yang sangat jauh, membuat hubungan keduanya terasa kaku.

__ADS_1


Barulah saat seorang Kina, dihadirkan Tuhan kedalam hidupnya. Okky merasakan apa itu perhatian. Hingga Okky tanpa sadar menggantungkan hidupnya dan memberikan seluruh hatinya pada gadis yang lebih muda sepuluh tahun darinya itu.


🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻


__ADS_2