
Motor yang dikendarai Okky dan Kina, melaju dengan kecepatan sedang, butuh waktu satu setengah jam untuk sampai dikota, tempat tinggal ayah Kina.
Kina merupakan anak tunggal dari pasangan Zulaikha dan Rahmat. Namun Rahmat memilih meninggalkan Zulaikha, istrinya dan menikah dengan Rani, istrinya yang sekarang. Saat menikahi Rani, Rahmat belum resmi bercerai dengan ibunya Kina. Dan, Saat itu Kina masih berusia delapan tahun dan masih sangat membutuhkan sosok ayah dalam hidupnya. Namun, ibunya mencurahkan kasih sayang penuh untuk Kina, hingga gadis itu tidak meratapi nasibnya yang harus tumbuh tanpa sosok ayah dihidupnya.
Ayah Kina memiliki seorang anak perempuan dari pernikahannya dengan Rani, yang kini berusia 15 tahun, namanya Rebecca. Gadis itu benar-benar menuruni sifat ibunya, sombong, angkuh dan pemarah. Beka tidak pernah mau memanggil Kina dengan sebutan kakak, karena Beka tidak pernah menganggap Kina sebagai kakaknya.
Lucunya, baik Rebecca ataupun ibunya, akan menyuruh Rahmat untuk meminta bantuan pada Kina saat mereka kesulitan, terutama masalah uang. Dan yang lebih lucu, Rahmat menuruti permintaan istri dan anaknya itu, dengan dalih, tak ingin keduanya marah. Rahmat sadar, semua yang dinikmatinya saat ini adalah milik Rani, istrinya. Makanya ia tunduk pada semua perintah istrinya. Mungkin Rahmat ini Anggota ISSTI (ikatan suami suami takut istri)
Setelah menempuh perjalanan yang cukup panjang, dan istirahat beberapa kali untuk shalat ataupun meregangkan otot sejenak. Akhirnya Kina dan Okky sampai dirumah ayah Kina. Rumah dua lantai bergaya minimalis dengan ukuran tak terlalu besar, namun memiliki halaman yang luas untuk memarkirkan mobil-mobil rental dan travel mereka. Jika dibandingkan rumah ibu Suri, sungguh rumah ayah Kina tidak ada apa-apanya. Bahkan rumah pribadi Okky masih jauh lebih bagus, meski besar rumahnya hampir sama. Tentu tetap lebih besar rumah Okky.
Rani menajamkan pandangannya saat melihat sepasang pria dan wanita memarkirkan motor di halaman rumahnya. "Mau ngapain kamu kesini, mau pamer kalau sudah punya pacar?" tuduhnya begitu sinis. Kina memilih tak menanggapi, sudah biasa.
"Assalamu'alaikum, saya mau cari ayah. Ayah ada kan tante?"
"Siapa ma?" tanya ayah Kina dari dalam rumah.
"Anak kamu, mau pamer pacar. Laki-laki cuma naik motor aja dipamer-pamerin. Sandalnya, astaga!" Rani menggeleng-gelengkan kepalanya. kini ayah Kina sudah berdiri disamping istrinya, matanya memindai Okky dari atas sampai bawah.
"Sandal saya kenapa tante, ini baru lho" tanya Okky dengan santai, lalu mengangkat kakinya bergantian.
"Dasar miskin!"
"Sudah, kita bicara didalam saja. Kamu datang-datang bikin ribut saja" hardik ayah Kina. Okky dengan jelas melihat wajah sedih Kina, tapi ia tak bisa berbuat banyak, mereka butuh ayah Kina saat ini. Ia hanya mengusap lengan Kina, untuk menyemangatinya.
……
"Saya tidak mengijinkan suami saya untuk menjadi wali nikah kamu, Kina" kata Rani dengan tegas, setelah Okky menyampaikan maksud kedatangannya kerumah itu.
"Tapi itukan memang kewajiban ayah, sebagai ayah kandung saya tante" sanggah Kina.
__ADS_1
"Kamu lupa, kamu itu sama sekali tidak pernah memberikan apapun pada ayah kamu, sekarang kamu datang-datang menagih kewajiban suami saya"
"Bukannya saya sudah banyak membantu keluarga ini"
Rani mendelik, "Jadi kamu perhitungan sekarang?" tuduhnya.
"Saya hanya mengikuti alur yang tante buat. Kalau tante mengungkit, saya juga akan mengungkit. Kalau tante diam, saya juga akan diam" Kina selalu emosional jika berhdapan dengan keluarga ayahnya, Okky menggenggam tangan Kina. Lalu memberinya isyarat dengan gelengan kepala.
"Maaf, jika memang bapak tidak berkenan menikahkan kami, sebenarnya saya tidak masalah. Masih ada cara lain untuk kami menikah, kami bisa menggunakan wali hakim" kata Okky balik menantang bu Rani.
Rani tersenyum mengejek, "Selama ayah kandungnya masih hidup, kalian tidak akan bisa melakukan itu"
Okky tersenyum, "Itu mudah, saya tinggal membawa Kina pergi ketempat yang jauh dan menikahinya disana dengan wali hakim. dan itu SAH! "
"Kami kemari karena menghargai dan menghormati bapak dan ibu sebagai orang tua Kina, jadi apa bapak bersedia menjadi wali nikah kami?" tanya Okky.
"Apapun yang ibu mau, katakan saja" tantang Okky.
"Cih, sombong juga kamu ya. Melihat kondisi ekonomi kamu yang tidak cukup mapan, saya tidak akan meminta banyak. Cukup sepuluh juta, dan saya pastikan kami akan datang kepernikahan kalian. Bagaimana?"
"Tante keterlaluan sekali---"
"Kina, tenang, biar saya yang atasi" potong Okky. Dia memberikan senyum terbaik, agar Kina merasa tenang.
Kina percaya, calon suaminya bisa memberikan apa saja yang ibu tirinya minta, tapi itu akan membuatnya merasa dijual bukan dinikahkan.
Okky merogoh saku jaketnya dan mengeluarkan handphone berlogo apel digigit keluaran terbaru, ayah Kina yang suka sekali berganti handphone setiap ada keluaran terbaru, tahu betul harga handphone milik Okky. Dia menatap Okky dengan curiga. "Baik, sebutkan nomor rekening bapak atau ibu, silahkan!"
Rani dengan semangat menyebutkan beberapa digit angka. Setelahnya ia bergegas kekamar pribadinya untuk mengambil handphone dan membuka layanan m-banking.
__ADS_1
"Silahkan dicek, saya transfer setengahnya. Setengahnya lagi setelah ijab qabul. Deal?"
Mata Rani berbinar menatap layar handphonenya, "Punya duit juga ya kamu, oke. Deal" Okky hanya tersenyum.
Kina tak bersuara lagi, matanya sudah berkaca-kaca. Berkali-kali ia melirik ayahnya, tapi ayahnya tak meliriknya sekalipun. Bahkan ayahnya terlihat tidak keberatan dengan tindakan istrinya. Rasa sakit dan kecewa dihati Kina, kini semakin dalam.
Beginikah perlakuan seorang ayah pada putrinya? tanya Kina dalam hati. Ia tatap lekat wajah ayahnya diam-diam.
"Kapan ijab qabulnya?" tanya ayah Kina.
"Besok pagi, untuk waktu dan tempat biar kami kabari lagi nanti malam" jawab Okky.
"Tidak ada resepsi?" Okky menggeleng, "Benar-benar miskin. Cocok sekali dengan anak kamu ini mas, jiwa-jiwa susah"
Okky ikut tertawa pelan, "Iya, bahkan uang yang saya transfer tadi harusnya untuk membayar sewa rumah kami. Mungkin setelah menikah, kami akan tidur diemperan toko karena uangnya anda minta" katanya, tapi dengan wajah ceria. Karena semua hanya lelucon.
"Bodo amat, bukan urusan saya. Saya juga nggak maksa kan?"
"Ya, saya ikhlas"
"Mooommmm" panggil Rebecca begitu ia sampai diambang pintu, "Iiiyyyuuhhh…si pelit, ngapain dia kesini. Woooww…apa ini pacar kamu, Kina? Emmm…sugar daddy" Rebecca menatap Okky dengan seringai aneh.
"Sugar daddy apaan, dia ini cuma pria miskin. Lihat aja penampilannya" kata bu Rani dengan nada meledek.
"Eemm kamu benar mom, sendal jepitnya. Oowhhh enggak banget. Tapi dia handsome mom…wajahnya familiar, pernah lihat dimana ya?" Rebecca mengetuk-ngetuk dagunya, terlihat berfikir.
Okky dan Kina seketika merasa tegang, mereka khawatir Rebecca mengetahui jati diri Okky yang sebenarnya. Apalagi Okky pernah menjadi pengusaha muda yang namanya banyak dicari, disitus pencarian, setelah kejadian video viral itu.
"Nggak taulah, nggak penting juga" Okky dan Kina menghembuskan nafas, lega sekali gadis itu tidak mengingat Okky.
__ADS_1