30 Hari Menjemput Jodoh

30 Hari Menjemput Jodoh
Hilang


__ADS_3

"Bunda min--ta maaf" tutur ibu Suri dengan suara lirih dan terbata.


Okky memejamkan matanya sejenak, lalu meraih jemari bundanya. "Aku yang salah, aku yang membuat semuanya jadi begini" ucapnya begitu lembut.


Ya, laki-laki itu sadar, semua kekacauan yang terjadi bersumber dari dirinya. Dirinya yang tak bisa menyenangkan hati bundanya. Padahal yang bundanya inginkan, memang baik untuknya. Sebuah pernikahan, satu hal yang akan menyempurnakan separuh agamanya. Haruskah ia menyalahkan takdir, atau memang dirinya yang payah.


"Tetap bunda yang paling salah disini, apa-apa pake emosi, apa nggak bisa nanya baik-baik dulu.Kalau aku diposisi Kina, mungkin nggak akan pernah bisa maafin bunda. Bunda sadar, setelah ini hidupnya akan lebih sulit, dia akan jadi bahan olok-olokan rekan-rekan sekantor. Bunda mikir nggak sih?" ucap Okta, merasa tak terima kakaknya mengkambing hitamkan dirinya sendiri.


"Sayang, nggak boleh ngomong kasar sama bunda" Ammar mencoba memperingati istrinya.


Bagaimanapun, kita sebagai anak tidak boleh membentak orang tua, apalagi ibu. Jika mereka keliru, ingatkan dengan tutur kata yang baik dan lembut. Jangan sampai menyinggung perasaannya.


"Bunda yang mengajarkan anak-anaknya untuk berlaku kasar" sanggah Okta, membela diri.


"Sudahlah, aku yang salah, semua sudah begini. Aku minta maaf, aku belum bisa membahagiakan bunda. Aku selalu mengecewakan bunda. Aku minta maaf" Okky mencium punggung tangan bundanya berkali-kali. Ibu Suri tak bergeming, dia tak tahu harus bagaimana sekarang.


Okta tersenyum mengejek, "Belum bisa membahagiakan? Setelah ayah meninggal, hidup kita bergantung dari kerja keras kakak. Bunda bisa makan enak, hidup mewah, jalan-jalan, beli barang-barang mahal, itu semua berkat kerja keras siapa? Harusnya bunda bersyukur, bukan malah menuntut lebih dan lebih pada kak Okky. Kalau kak Okky belum menikah sampai saat ini, harusnya bunda mengerti, waktu kak Okky habis untuk mengurus perusahaan kita. Bukan malah menuduh anak bunda tidak normal"


"Okta!" Ammar memperingati lagi, kali ini dengan nada bicara lebih tegas. Bukan Okta namanya jika gentar, ia malah melayangkan tatapan tajam pada suaminya.


"Apa mas? Aku hanya mau bunda menyadari kesalahannya. Nggak semua yang kita anggap baik dan benar, juga baik dan benar untuk orang lain. Setiap manusia punya takaran dan standar kebahagiaan masing-masing"


"Minta maaf mungkin nggak akan menyembuhkan luka, tapi setidaknya, kita akan lebih tenang menjalani hari kedepannya dan tidak dihantui rasa bersalah" imbuh Okta.

__ADS_1


……


Okky tergesa memasuki kantor pusat perusahaan miliknya. Tadi, saat menanyakan kabar Kina pada mbak Nur, dia malah dibuat kalut karena Kina ternayata tidak pernah kembali kerumahnya.


Brakkk!


Semua orang yang ada diruangan divisi marketing dan product developer terkejut, menatap Okky dengan wajah bingung.


Tatapan Okky langsung mengarah pada Dinda, "Dinda, kamu antar Kina kemana? Bukannya sudah saya bilang, antar dia kerumah saya!" tanyanya dengan nafas tersengal-sengal.


"Apa kata-kata sata begitu sulit kamu pahami?" tanyanya lagi.


"Maaf pak, saya hanya mengikuti kemauan mbak Kina. Beliau ingin pulang kerumahnya sendiri dan maaf sekali lagi, jika bapak bertanya dimana rumahnya, saya tidak bisa memberi tahu. Sesuai pesan mbak Kina tadi. Maaf" jawab Dinda dengan sopan.


"Dia pasti membenci saya"


Hening, semua bungkam, bahkan menatap Okky secara langsung mereka tidak berani. Melihat wajah atasan mereka yang begitu frustasi. Okky berkali-kali mengusap wajahnya dengan kasar. Dia takut Kina tidak akan kembali lagi, dia takut tidak punya waktu untuk meminta maaf pada Kina. Dia takut dibenci oleh Kina, sungguh dia merasa takut.


……


Malam yang sunyi dan dingin, semakin terasa hampa, seperti suasana hati Okky saat ini. Tadi dia sudah bicara berdua saja dengan ibunya. Ibunya benar-benar menyesali perbuatannya, meskipun sudah sangat terlambat. Ibu Suri ingin sekali meminta maaf pada Kina atas kesalah pahaman yang dia ciptakan sendiri selama ini.


Sayang, sudah puluhan kali Okky mendial nomor ponsel Kina, namun hanya suara operator yang terdengar. Rasa khawatir menyusup di dadanya, takut terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.

__ADS_1


"Ki, kamu dimana? Kenapa harus menghilang begini. Harusnya kamu marah, kamu tuntut keluarga aku yang sudah mencemarkan nama baik kamu. Harusnya kamu minta kompensasi yang besar untuk semua luka fisik kamu. Ya, meskipun aku tahu, perempuan istimewa seperti kamu nggak akan ngelakuin hal itu. Hati kamu terlalu baik" Okky bermonolog, ia menatap foto Kina yang diambilnya diam-diam saat dirumah sakit.


Ya Allah, ijinkan aku bertemu dengan Kina. Ijinkan aku menebus semua luka yang harus dia tanggung. Luka fisik dan luka batin. Ya Allah, lindungilah dan jagalah Kina, dimanapun dia berada. Aamiin… doanya dalam hati.


……


Okky menatap layar laptop dihadapannya dengan frustasi. Beberapa menit lalu, dia membaca surat pengunduran diri Kina, yang dikirim via email. Okky bahkan membacanya berulang kali, ia meyakinkan dirinya, bahwa apa yang ia lihat bukanlah ilusi semata. Dan, itu memang nyata.


"Ayolah Din, saya akan berikan apapun yang kamu mau, apapun" rayu Okky. Dinda satu-satunya harapannya saat ini. Hanya dinda yang tahu dimana tempat tinggal Kina.


"Saya tidak bisa pak" jawabnya lirih.


"Kamu mau naik jabatan, atau mobil, atau kamu mau uang?" tawarnya yang mulai kehilangan kesabaran.


"Tetap tidak bisa pak, saya bukan penghianat. Saya memang tidak kaya, tapi saya bukan tipe orang yang menghalalkan segala cara demi uang" ada kemarahan yang tersirat dimata Dinda mendengar tawaran menggiurkan dari Okky.


"Maaf, bukan itu maksud saya, tapi---"


"Saya paham, tapi saya sudah berjanji. Saya hanya ingin mbak Kina merasa tenang dulu tanpa gangguan siapapun. Termasuk saya sendiri"


"Bapak tahu kenapa mbak Kina akhirnya memutuskan resign?" Okky menggeleng, "Keributan dilobi kemarin, sekarang sudah viral di sosial media. Semalam para karyawan kantor pusat sudah heboh membahasnya digrup WA"


"Bapak tahu, akun instagram mbak Kina diserang netizen, entah dari mana mereka bisa menemukan akun instagram mbak Kina. Bapak tahu kan, predikat yang disandang netizen indonesia. Netizen paling tidak sopan seAsia tenggara. Jadi, bapak juga tahu tekanan seperti apa yang mbak Kina dapatkan saat ini. Rekan-rekan kantor juga banyak yang menghujatnya digrup. Saya tidak bisa membayangkan, bagaimana perasaan mbak Kina saat ini, saya takut mentalnya down"

__ADS_1


"Makanya, ijinkan saya menengoknya, beri tahu saya dia dimana sekarang. Saya cuma mau memastikan kondisinya. Tolong saya Din" Dinda hanya menggeleng sebagai jawaban, membuat Okky menghela nafas berat.


Setelah tak berhasil membujuk Dinda, Okky memilih membuka akun sosial media miliknya, dan mencoba menengok beberapa akun gosip. Benar saja, entah dari mana asalnya. Para akun gosip mengupload video saat ibu Suri mengamuk dilobi, kemarin. Bahkan mereka membubuhkan caption yang mampu menggiring opini pembaca yang tidak cerdas.


__ADS_2