30 Hari Menjemput Jodoh

30 Hari Menjemput Jodoh
Aku Milikmu


__ADS_3

Ketegangan sedikit berkurang, jelas sudah, dari mana sumber uang yang Kina gunakan untuk membantu panti asuhan milik Bu Laras. Tapi Ibu Suri, seperti tak mau kalah. Dia kembali bersuara.


"Kina! Apa tujuan kamu menggagalkan perjodohan Dela dan Okky, kamu bilang tidak mau menikah dengan Okky, tapi kamu selalu menghalang halangi anak saya untuk mendapatkan jodoh. Apa maumu?" tanyanya masih dengan nada tinggi.


"BUNDA!" pekik Okky. Kina memberi kode pada Okky untuk diam, dengan tangannya.


"Maaf Ibu, saya tidak ada fikiran untuk menggagalkan perjodohan pak Okky. Saat itu, Dela dan Bagas, kekasihnya , menemui saya dan menceritakan semua pada saya. Dela dan Bagas saling mencintai, mereka akan segera menikah. Saya tidak akan tega, melihat dua orang yang saling mencintai harus dipisahkan. Lagi pula, jika Dela terpaksa menikah dengan Pak Okky untuk menyelamatkan panti asuhan, apakah Dela dan Pak Okky akan bahagia?" tuturnya dengan hati hati, tak ingin memancing emosi Ibu Suri.


"Itu bukan urusan kamu!"


"Maaf" kata Kina lirih


"Tunggu, saya belum begitu paham dengan masalah perjodohan kak Okky dengan Dela, lalu apa hubungannya dengan permasalahan yang terjadi di panti asuhan?" Ammar, Okta dan Okky yang memang tidak tahu apa yang terjadi di panti asuhan, terlihat bingung.


"Ibu berjanji akan membayarkan tuntutan adik ipar Bu Laras, dengan syarat, Dela mau dinikahkan dengan pak Okky. Maafkan kelancangan saya"


"Apa, Bunda tega menjual Okky?" Okky terkejut, tak menyangka ibunya tega melakukan itu.


"Bunda tidak menjual kamu, Bunda cuma ingin kamu segera menikah. Bunda hanya memanfaatkan sedikit kekuasaan dan harta kita, untuk kebaikan kamu. Kamu sadar, orang orang semakin gencar menggosipkan anak Bunda penyuka sesama jenis. Bunda capek!" tuturnya dengan berderai air mata. Hatinya sakit, dituduh ingin menjual anaknya sendiri.


"Ya Allah, tapi bukan begitu caranya Bunda!" ucap Okky dengan menggeram, menahan emosi yang siap meledak.


"Sudah…sudah kak Okky, Bunda. Semuanya hanya salah paham. Kina tidak bermaksud menggagalkan rencana Bunda, dia tulus membantu adik adik panti. Bunda juga tidak bermaksud menjual kak Okky, bunda hanya ingin mengusahakan yang terbaik untuk nama baik putra tercintanya, walaupun caranya salah. Jangan ada yang saling menyalahkan lagi, mari kita selesaikan kesalah pahaman ini, sampai disini saja. Mari saling memaafkan" kata Ammar, ingin mengakhiri masalah ini.


Kina menarik nafas dan memejamkan mata sejenak, "Saya bersalah, saya penyebab kekacauan ini. Maafkan saya Ibu, Pak Okky, Pak Ammar, Mbak Okta" membungkukkan badannya sedikit.


"Kina…kamu nggak salah, justru kamu menyelamatkan kak Okky. Terima kasih Kina, maafkan keluarga kami" sindir Okta, melirik Bundanya.


Semua sudah sepakat mengakhiri kesalah pahaman dan saling memaafkan. Tapi Ibu Suri sepertinya masih menyimpan dendam pada Kina. Gara gara Kina rencana perjodohan Okky dan Dela gagal, Okky tega membentak dan memarahinya, Okta menyindirnya. Dalam fikirannya, semua yang terjadi karena Kina.

__ADS_1


Okky membuntuti sekretarisnya yang sedang melajukan motornya dijalanan. Berkali kali mendesah kasar, memikirkan nasib gadis itu selanjutnya. Padahal Kina santai santai saja, dia sudah merencanakan dengan matang apa yang akan dia lakukan selanjutnya, setelah menjual rumahnya.


Okky dan Kina, duduk diteras rumah yang sekarang bukan milik Kina lagi. Hening, keduanya larut dalam fikiran masing masing. Dua cangkir kopi diatas meja pun hanya didiamkan hingga dingin.


"Ki…" Okky menatap Kina yang sedang menatap cangkir.


"Hem…"


"Kamu gadis paling gila yang saya kenal"


Kina tersenyum, "Terima kasih" telunjuknya bermain main dibibir cangkir.


Masih menatap wajah teduh Kina. "kamu akan pindah kemana?"


"Em…belum tahu, tapi saya punya tempat tinggal impian. Mungkin saya akan kesana" bibirnya tersenyum tipis, matanya menerawang saat mengatakan itu.


"Masih disini sini saja, saya kan masih harus bekerja dikantor bapak" Okky mengangguk.


"Bagaiman kalau kamu tinggal dirumah saya, saya akan pindah kerumah Bunda. Atau, kamu mau tinggal bareng sama saya" tawarnya


Kina mencibir, "Iiisshh…gimana ceritanya itu, bahaya sekali bapak ini. Bapak mau dikatain kebo, sama orang orang?"


"Apa hubungannya sama Kebo?"


"Laki laki dan perempuan yang tidak ada hubungan darah, tinggal satu atap tanpa ikatan. Apa istilahnya di negara kita?"


"Kumpul kebo"


"Nah, itu tahu"

__ADS_1


"Yaudah, kita bikin ikatan saja biar nggak dikatain Kebo sama orang orang" canda Okky, tapi sebenarnya serius mengatakan itu.


Kina tertawa renyah, "Bisa…bisa…" ucapnya sambil manggut manggut.


"Tapi kamu nggak akan ninggalin saya kan Ki, jangan ya!" kata Okky dengan wajah cemas. Dia takut, setelah semua yang terjadi, Kina akan pergi meninggalkannya.


"Insya Allah, Jika Allah menghendaki" Okky mendengus mendengar jawaban Kina, dia ingin kepastian bukan kalimat tak jelas begitu. Padahal benar apa yang diucapkan Kina. Bukankah semua akan terjadi sesuai kehendak Allah, sebagai pemilik hidup kita.


Manusia bisa berjanji, tapi Allah yang menentukan.


Sepulang dari rumah Kina, Okky memilih pulang kerumahnya sendiri. Dia masih kesal jika harus bertemu Bundanya. Okky menyanyangi Bundanya, Okky tahu, dirinya adalah milik Bundanya. Tapi tak seharusnya bundanya mengorbankan orang lain, untuk mencapai tujuannya.


Benar kata Okta, kalau saja Kina tak memberi bantuan pada panti asuhan Bu Laras. Maka pernikahan paksa akan terjadi, Dela menikah untuk menyelamatkan adik adiknya, sedangkan dirinya menikah untuk menyenangkan Bundanya. Lalu, pernikahan macam apa yang akan mereka jalani. Apalagi, ada laki laki bernama Bagas, yang sudah menjadi pemilik hati Dela.


Tadi, Kina juga menceritakan, bagaimana dua orang itu terlihat saling mencintai dan menyayangi. Mereka juga sudah merencanakan pernikahan dalam waktu dekat. Maka, akan terlihat sejahat apa dirinya, menjadi perusak hubungan Dela dan Bagas.


Okky sudah bertekat, dia akan menikahi Kina. Satu satunya wanita yang selalu membuatnya nyaman dan bahagia. Dia tak tahu, apakah dia mencintai Kina atau tidak. Dia saja tak tahu, seperti apa rasanya mencintai seseorang, selain keluarganya.


Dia tak punya pengalaman soal cinta. Sewaktu sekolah, ayahnya selalu menekannya, dia dituntut untuk mendapat nilai yang bagus. Alasannya, karena dia akan jadi pemimpin perusahaan kelak. Setiap hari hanya belajar dan belajar.


Lalu ayahnya meninggal secara mendadak, saat dia kuliah semester empat. Mau tak mau, dirinya menggantikan posisi ayahnya, sebagai pimpinan di PT. Nice Food. Merampungkan kuliah hingga S2 dan mengurus perusahaan dalam waktu bersamaan, bukanlah hal mudah.


Bahkan, perusahaan pernah merugi banyak, karena keserakahan para petinggi perusahaan, yang merasa Okky mudah dikelabui. Mereka melakukan korupsi bersama sama. Untung saja semua teratasi, walaupun dengan tertatih tatih. Masih banyak karyawan lama yang jujur dan mau membantunya mengelola perusahaan.


Laki laki beruntung yang kurang beruntung, mungkin ungkapan itu cocok untuk seorang Okky dermawan. Diluar, dirinya dihormati dan disegani. Mengendalikan penuh perusahaan besar dengan banyak karyawan, dipusat maupun diberbagai cabang.


Tapi, dirumah, dia diperlakukan seperti boneka oleh Bundanya. Hidupnya seperti dikendalikan oleh Ibunya. Dia harus menuruti apapun yang bundanya mau, dengan alasan untuk kebahagiaannya. Tanpa bertanya, dia bahagia atau tidak.


🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻

__ADS_1


__ADS_2