
Brakkk…!!!
Pintu ruangan direktur utama di dorong dengan kasar. Okky dan Kina terkejut melihat siapa yang datang dengan wajah merah padam itu.
Okky buru buru menghapus air matanya, mereka berdiri untuk menyambut kemarahan Ibu Suri. Tangan Ibu Suri bersedekap, berjalan mendekati Kina dan Okky, menatap sinis keduanya. Seolah olah menangkap basah pasangan yang berbuat mesum.
"Apa Bunda bilang, sekretaris kamu ini perempuan licik. Pasti dia sedang merayu kamu agar menggagalkan perjodohan dengan Erika" tuduh Ibu Suri, dia marah melihat adegan yang begitu mesra dari balik dinding kaca. Okky lupa tak menutup tirainya.
"Bunda!! Tolong, jangan berkata buruk pada Kina. Kalau bunda mau marah, memaki, silahkan. Tapi pada Okky saja, jangan Kina, dia nggak ngelakuin apa apa"
"Bagus…sudah diracuni apa otak kamu, belain saja dia terus. Dimata kamu, cuma dia yang benar" cibir Ibu Suri.
"Saya mohon hentikan perdebatan ini, saya yang salah, saya minta maaf"
"Sekarang kamu pilih, pecat dia secara terhormat, atau bunda akan lempar dia keluar dari sini dengan tidak hormat. Jangan lupa, bunda juga punya wewenang di perusahaan ini"
"Astaghfirullah… aku nggak mau, Kina akan tetap bekerja disini"
Ibu Suri semakin murka, "Oke…,kalau begitu mari kita buat kesepakatan. Kamu teruskan perjodohan dengan Erika dan dia akan tetap bekerja disini, lagi pula hari ini tepat 30 hari, batas waktu perjanjian kita. Atau Bunda akan panggil satpam untuk menyeretnya keluar dari sini, supaya semua karyawan kamu bisa melihatnya dipecat secara tidak hormat" kata Ibu Suri dengan tegas, matanya menyipit, seolah mengintimidasi Kina lewat pandangan. Kina hanya diam, wajahnya tenang seperti biasa.
"BUNDA!" pekik Okky, tak terima dengan usul bundanya yang bagai makan buah simalakama itu.
"PAK, jangan membentak ibu anda!"
"Tapi…"
"Sudah…cukup, kalau bapak memang keberatan dijodohkan dengan yang ibu sebutkan tadi, bapak boleh pecat saya. Jangan korbankan diri bapak untuk saya. Menikah bukan hal yang main main, saya tidak ingin melihat bapak tidak bahagia"
Kalau saja situasi tidak sedang tegang begini, Okky pasti sudah memeluk Kina erat erat. Perkataan Kina benar benar membuat hatinya meleleh, merasa disayangi. Gadis itu begitu dewasa dan perhatian. Selalu mengutamakan kepentingan orang lain diatas kepentingannya sendiri.
Setelah perdebatan yang sengit dan panjang, yang pasti di menangkan Ibu Suri. Kina tetap akan bekerja, namun tidak sebagai sekretaris Okky. Dan…Okky menyetujui perjodohan dengan Erika.
……
__ADS_1
Okta duduk diruang keluarga dengan Okky, Bunda sedang keluar bersama Erika. Erika benar benar berhasil mengambil hati Ibu Suri. Mbak Surti mengantar minuman untuk mereka. Lalu diam mematung dengan posisi berjongkok, Okta merasa ada yang ingin disampaikan mbak Surti.
"Mbak Sur, kenapa?" tanya Okta
"Anu…non, saya mau minta ijin sama mas Okky" mbak Surti terlihat kikuk sendiri.
"Minta ijin apa mbak, mau pulang kampung?" tanya Okky
"Bukan mas, mau kekantor mas Okky, menemui mbak Kina"
"Menemui Kina, ada perlu apa mbak?" Okky menegakkan badannya, rasa penasarannya meronta ronta.
"Aduh…gimana ya mas, tapi kata mbak Kina, saya nggak boleh bilang sama siapa siapa. Nanti mbak Kina marah lagi, kalau saya cerita cerita"
"Yaudah, Nggak usah diijinin aja kak kalau mbak Surti nggak mau terus terang. Jangan jangan mau bikin keributan lagi disana" Okta mencoba memainkan perasaan mbak Surti, agar mau buka mulut.
"Enggak non…sumpah" jawab mbak Surti ketakutan. "Jadi saya ini mau beterima kasih secara langsung sama mbak Kina, kemarin dia kirim uang untuk biaya les anak saya, yang sebentar lagi akan ikut ujian nasional. Tanpa sepengetahuan saya, anak sulung saya baru saja ngabarin. Sepertinya tidak sopan kalau saya berterima kasih lewat hape, mbak Kina sudah terlalu sering membantu anak anak saya. Saya juga mau bawakan kue bolu buatan saya, katanya mbak Kina suka" tuturnya menjelaskan apa adanya.
*Sembunyikanlah kebaikan yang kamu lakukan, dan biarkan kebaikan yang telah kamu lakukan itu hanya diketahui olehmu. – Ali bin Abi Thali**b*
……
Mbak Surti berjalan dengan gembira dibelakang Okky, tangannya menenteng bungkusan plastik berisi bolu pandan sederhana buatannya.
Melihat Kina dibalik meja kerjanya hampir saja dia lepas kontrol, hendak berlari menemui gadis manis itu. Tapi keberadaan majikannya menyadarkan otaknya.
"Ki…ada tamu" Okky mengetuk meja Kina dan melenggang menuju ruang kerjanya.
Kina berdiri, merentangkan tangannya. "Hai, mbak Sur, kok bisa sampai sini?" tanyanya sambil memeluk mbak Surti yang juga memeluknya.
"Assalmau'alaikum"
"Wa'alaikum salam, kangen deh sama mbak Sur. Kok mbok Rah nggak diajak?"
__ADS_1
"Mbok Rah takut naik lift, kalau naik tangga ngos ngosan. Mbok Rah nitip salam, kangen sama Mbak Kina"
"Mmmm…jadi sedih, salam balik buat Mbok Rah, Kina juga kangen"
Keduanya berbincang cukup lama, sebelum pulang Mbak Surti memberikan bolunya pada Kina. Dia tak membahas sedikitpun masalah Kina dengan Ibu Suri, takut menyinggung hati Kina.
Kina masuk keruang kerja Okky setelah mengantar mbak Surti kehalaman kantor dan menunggunya dijemput ojek online yang sudah di pesan.
"Pagi pak…" sapanya dari ambang pintu, tersenyum manis seolah tak pernah terjadi apapun.
"Pagi……duduklah!" Kina duduk berhadapan dengan Okky, meletakkan berlembar lembar kertas diatas meja kerja bosnya.
"Ini laporan bulanan dari berbagai divisi, sudah saya cek tapi bapak bisa cek kembali, dan ini email yang masuk kekantor kita. Oh iya pak, ini yayasan peduli anak jalanan, ingin mengajak kita bergabung untuk acara amal mereka. Silahkan bapak lihat proposalnya dulu" menyerahkan proposal pada Okky.
Okky membacanya sekilas, lalu mengusap keningnya. "Waduh……saya juga bingung ki, kondisi perusahaa lagi carut marut begini" ia menghela nafa berat.
"Maaf sebelumnya pak, menyumbang tidak harus banyak dan tidak harus uang, yang penting ikhlas" kata Kina dengan hati-hati, Okky menatapnya dengan menaikkan satu alisnya.
"Kamu ada ide?" tanyanya dan Kina mengangguk dengan mantap.
……
Ternyata ide Kina, memberikan bantuan berupa produk makanan beku milik mereka yang dimasak langsung ditempat acara untuk anak anak jalanan. Beberapa Karyawan perusahaan dengan suka rela turut membantu.
Kina dibantu Mila dan Nila, sedang sibuk menggoreng dan memanaskan berbagai jenis olahan ikan dan ayam. Ali dan adinda bertugas mengemas kotak kotak makanan, diisi dengan berbagai jenis makanan yang sudah matang dan siap dimakan itu. Lalu karyawan lain membagi bagikan kotak kotak makanan pada orang orang yang sedang mengantri.
Kehebohan tak hentinya terjadi, canda tawa menghiasi kegiatan itu. Kina terlihat bahagia berada disekitar teman temannya. Dia memang paling dekat dengan 'anak anak' Ali dikantor.
Dari kursi khusus orang orang penting, yang disiapkan pihak yayasan. Mata Okky terus terusan melirik Kina dari kejauhan, dia senang melihat Kina bisa tertawa lepas. Dia jadi merasa bersalah, melibatkan gadis itu dalam masalah hidupnya. Tapi bagaimana lagi, hatinya terlanjur terpaut pada Kina.
Mata Okky mendelik saat melihat Kina di dekati Ali, mereka terlihat mengobrol dengan akrab. Hatinya semakin panas saat samar samar, mendengar orang orang menjodoh jodohkan Kina dengan Ali.
🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻
__ADS_1