30 Hari Menjemput Jodoh

30 Hari Menjemput Jodoh
Di persimpangan Dilema


__ADS_3

Dela memantapkan hatinya untuk meminta bantuan pada Kina. Dia mencari kontak Kina diponselnya. Berkali kali menghubunginya, namun tak ada jawaban. Chatpun tak ada yang terbalas. Dela mulai frustasi, harapannya pada Kina seolah menguap. Dela menangis hingga tertidur di lantai kamarnya.


……


Setelah mengantar Kina pulang, Okky melajukan mobilnya kerumah Bunda. Ia sudah siap dengan omelan wanita tua kesayangannya itu. Sengaja tak mengaktifkan ponselnya sejak tadi, karena ingin menikmati waktunya.


"Okky…" pekik Ibu Suri, begitu melihat anaknya yang berjalan santai memasuki kediamannya.


"Bunda, biar kak Okky duduk dulu" kata Ammar dengan lembut. Lucunya, ibu Suri ini lebih patuh pada kata kata menantunya ketimbang anak anaknya. Ammar ini, ibarat pawang untuk Ibu Suri.


Ibu Suri melambaikan tangan, "Sini…sini duduk. Dari mana saja kamu, hapemu mana? Kenapa nggak aktif, menghindari bunda ya kamu?" tuduhnya.


Okta mengatupkan bibirnya, menahan tawa. Wanita hamil ini senang sekali kalau kakak dan Bundanya sudah ribut begini. Ammar menepuk pahanya, memberi kode untuk tidak seperti itu.


Okky menjatuhkan tubuhnya di sofa, disebelah Okta, untuk mencuri camilan dipangkuan ibu hamil itu. "Sayang…dia nyuri makananku" Okta mengadu pada suaminya.


"Ya Allah yang, kak Okky cuma minta sedikit, kamu udah ngemilnya, nanti kekenyangan" kata Ammar dengan lembut.


"Dasar gajah, Pelit!" ledek Okky


Mata Okta melotot, "SAYANGGG!!! Dia bilang aku gajah, apa aku gendut banget?" rengeknya dengan manja. Menggoyangkan lengan suaminya.


"Enggak, enggak, namaya juga ibu hamil" jawab Ammar dengan sabar.


Okky tertawa melihat adiknya merajuk, "Gendut…lihat Kina, langsing, cantik!" Okky menutup mulutnya, keceplosan.


"Cieee…Cantik, langsing, tapi belum tentu bisa kakak hamilin. Soalnya nggak mau sama kakak" Okta menertawakan Okky yang manyun mendengar ledekannya.


"Udah? Sekarang giliran Bunda" kata Bunda, menatap tajam Okky.

__ADS_1


"Perjodohan dengan Siska kohl, gagal total. Bunda ini kalau nyariin calon, yang bener bisa nggak sih? Masak iya Okky harus nikah sama anak ingusan. Mana bilangnya masih mau kuliah dan belum mau nikah, tapi punya pacar" Okky bedecak sebal.


"Bunda tahu kok, mamanya Siska nggak suka sama pacarnya Siska, jadi dia mau nikahin anaknya sama pria lain, biar anaknya pisah sama pacarnya itu" tutur Ibu Suri dengan santainya. Ketiga anak dan menantunya menatapnya dengan ekspresi tak percaya.


"Astagfirullah haladzim…Bunda, kalau seperti itu, namanya Bunda menjerumuskan anak bunda sendiri. Untung saja perjodohannya batal. Kalau sampai kak Okky menikah dengan gadis itu hanya untuk dimanfaatkan oleh mamanya, bagaimana dengan nasib pernikahan mereka. Bisa saja Siska berhubungan dengan pacarnya dibelakang kak Okky" kata Ammar menasehati.


"Ya…iya sih, maaf ya Okky. Eh, tapi yang kali ini pasti kamu suka. Dia gadis baik dari keluarga baik"


Okky mengusap wajahnya dengan kasar. "Ya Allah, sudah ada kandidat lagi bun, nggak boleh istirahat sebentar gitu?" tawarnya, sungguh dia lelah harus membagi waktu mengurus perusahaan dan perjodohan secara bersamaan.


"Nggak, perjanjian masih berlaku, waktu kamu kurang dari tiga minggu" kata Bunda tegas, tak mau dinego sama sekali.


"Asal bunda bahagia"


"Kok bunda? Ini demi kebahagiaan kamu juga"


Tapi aku nggak bahagia bunda, aku tertekan. keluhnya dalam hati.


……


Okky terbelalak saat melihat foto seorang gadis yang dikirim bundanya kemarin malam. Gadis yang baru saja ditemuinya pagi tadi dipanti asuhan. Dela, gadis berusia dua puluh lima tahun. Gadis baik dan sederhana, berjiwa sosial tinggi. Mengabdikan hidupnya untuk anak anak kurang beruntung, yang tak memiliki orang tua.


Lalu, alasan apa yang akan Okky gunakan untuk menolak Dela. Gadis itu hampir tanpa celah, dia juga sebelas dua belas denga Kina. Sama baiknya dan sama tulusnya. Tapi kenapa hati Okky tetap memberontak, hatinya menolak kehadiran Dela.


Okky menengadahkan tangannya, duduk bersimpuh diatas sajadah. Usai shalat isya', dia ingin mengadu pada Allah atas keresahan hatinya. Dia pernah bertanya pada Kina, apa yang gadis itu lakukan saat ada masalah.


Gelar sajadah, sholat, lalu berdoa pada Allah, ceritakan keresahan kita.


……

__ADS_1


Kina sedang menatap sepasang kekasih yang terlihat putus asa itu. Dela dan Bagas sudah menjelaskan semuanya pada Kina, Kina tak habis pikir, kenapa Ibu Suri tega melakukan itu. Dia tahu, Ibu Suri ingin anak sulungnya segera melepas masa lajang. Tapi tidak dengan menghalalkan segala cara begini.


Menghela nafas panjang, "Mbak Dela, saya akan bantu kalian. Ini bukan semata mata karena saya ingin menggagalkan perjodohan, tidak, tapi karena rasa sayang saya pada adik adik"


"Tapi mbak Kina, dari mana uang sebanyak itu bisa kita dapatkan?" tanya Dela dengan wajah gusar.


"Kalian tenang saja, yang pasti uangnya halal"


"Tapi…"


"Mbak Dela, sekali lagi saya tegaskan, ini saya lakukan untuk adik adik, jadi mbak Dela jangan merasa tidak enak pada saya. Oke?" Kina menatap Dela dan Bagas bergantian.


"Terima kasih banyak, saya minta maaf" kata Dela lirih. Dia bersyukur akhirnya ada jalan keluar untuk mereka. Tapi juga merasa tidak enak, merepotkan orang lain.


"Sama sama, maafkan Ibu Suri juga. Beliau sebenarnya baik, hanya sedikit pemaksa"


"Iya saya mengerti, bukan salah tante Suri sepenuhnya"


"Tapi kenapa mbak Dela tidak memilih pak Okky saja, dia kan tampan dan kaya. hehe" Bagas yang dari tadi hanya diam dan menunduk terlihat melotot tajam. "Tenang mas Bagas, saya cuma bercanda" Kina cengengesan. Bagas mendengus, dadanya sudah bergemuruh tadi.


"Saya sudah cinta mati dengan mas Bagas mbak" kata Dela malu malu.


Kina tersenyum, "Setelah ini, saya ingin menerima undangan pernikahan kalian. Jangan sia siakan pengorbanan saya. Jangan pacaran terus, halalin" menatap Bagas yang sedang mengusap tengkukya, salah tingkah.


"Siap mbak Kina" jawab Bagas malu malu


"Mbak Kina, saya lihat, pak Okky itu perhatian sekali dengan mbak Kina, kenapa kalian nggak nikah aja?" Kina hanya tersenyum menjawab pertanyaan Dela.


Sebenarnya Kina sedang dipersimpangan dilema, ada dua orang yang membutuhkan uangnya, Ayah kandung yang sudah lama meninggalkannya dan Dela. Tapi karena masalah Dela menyangkut nasib banyak orang, terutama adik adik penghuni panti. Jadi, dia mendahulukan membantu Dela.

__ADS_1


Bukan karena marah atau dendam dia mengesampingkan ayahnya. Tapi ayahnya meminta uang hanya untuk berfoya foya. Adik tirinya, ingin jalan jalan ke korea, tapi Ayahnya bilang usaha keluarga mereka sedang mengalami penurunan pendapatan. Jadi ayahnya ingin meminjam uang, untuk memenuhi keinginan adik tiri yang tak pernah mau memanggilnya kakak itu.


🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻


__ADS_2