
Acara telah usai, orang-orang yang disewa Okky untuk membersihkan area masjid dan rumah kiyai abdullah mulai berdatangan. Sebelum bekerja mereka dipersilahkan untuk makan terlebih dahulu.
Setelah berpamitan dengan keluarga kiyai Abdullah dan keluarganya, serta semua yang sudah membantu Okky hingga prosesi ijab qabul berjalan dengan lancar. Keluarga Okky mulai meninggalkan pondok pesantren. Begitu juga dengan sepasang pengantin baru yang nampak sumringah.
"Mar, nanti disupirin pak Tono ya, mobil yang dipake buat jemput Kina tadi mau aku bawa" kata Okky, saat ini mereka sudah berdiri didekat mobil mereka.
"Kalian langsung pulang, kan?" tanya ibu Suri
"Iya, tapi aku mau ajak Kina kerumah dulu. Nanti sore baru kerumah bunda. Oke?"
Okta memutar bola matanya, "Siang-siang mau ngapain, kak? Enggak sabar nunggu entar malem?" sindirnya.
"Otak istri kamu kotor kayanya Mar, sini aku bersihin" Okky mengusap kening Okta dengan kasar, Okta berusaha menghindar sambil tertawa-tawa.
Ori yang melihat ibu dan pak de nya bertengkar malah ikut tertawa-tawa gembira didekapan ayahnya.
……
Kina dan Okky sudah duduk manis didalam mobil. Suasana canggung menguasai mereka. Okky melajukan mobilnya dalam keheningan. Kina sedang sibuk mengatur degub jantungnya yang tak karuan. Kina tersentak saat Okky tiba-tiba meraih jemarinya yang sedari tadi meremas gaun putihnya.
"Dingin" Okky mencium punggung tangan Kina sekilas, bukannya semakin tenang, deguban jantungnya semakin menggila.
Kekuatan ijab qabul benar-benar dahsyat, Kina bisa memandang Okky berbeda setelah mantan bosnya itu menghalalkannya dalam ikatan pernikahan yang sah. Dua tahun mendampingi Okky sebagai sekretarisnya, Kina tak pernah berdebar saat harus berduaan dengan Okky. Sering dia merasa kagum melihat kepiawaian Okky menangani perusahaan, tapi hanya sebatas kagum saja, tidak lebih.
Kina merasakan mobil yang mereka kendarai menepi, padahal belum cukup jauh mereka berkendara. Kina mengedarkan pandangan, tapi tak menemukan apapun yang sekiranya akan menjadi alasan suaminya berhenti ditempat itu. Saat menoleh kearah Okky, Kina terperanjat melihat wajah Okky yang begitu dekat dengan wajahnya. Reflek, Kina memundurkan kepalanya.
"Kok berhenti disini, pak. Ada apa?" Kina berusaha membuang pandangan agar tak menatap mata Okky yang memperhatikannya lekat.
Okky memegang dagu Kina, "Kenapa masih panggil pak sih, sayang. Aku ini kan suami kamu" protesnya.
"Pak Suami, hehe"
"Bisa aja ngelesnya"
CUP!
Kina mematung, suaminya telah mencuri ciuman pertamanya. Meskipun hanya kecupan ringan, namun sukses membuat nafas Kina terasa berat dengan badan yang panas dingin.
CUP!
__ADS_1
Okky mengecupnya lagi, "Pak, eh mas, kita dipinggir jalan lho. Nanti kalau dilihat orang gimana?"
"Biarin"
CUPPPPPPP!
Kali ini bukan kecupan, tapi ciuman, Okky mencium Kina dengan penuh penghayatan.
Kina meremat gaunnya dengan kuat, ia belum sanggup membalas ciuman suaminya, masih terlalu gugup bagi seorang amatiran seperti Kina. Kina hanya mengikuti alur yang diciptakan Okky dan mencoba menikmati desiran-desiran ditubuhnya.
"Eenngghh" satu lengguhan kecil lolos dari bibir Kina. Okky mengakhiri sesi ciuman pertama mereka. Ia tatap wajah istrinya yang nampak tersipu malu, lalumencium ujung hidung Kina.
"Kamu hari ini cantik banget, aku mau bilang dari tadi tapi nggak ada kesempatan. Love you" ucapnya dengan lembut.
Kina membelai wajah suaminya dengan lembut, "Kamu juga ganteng banget. Kamu ingat nggak aku pernah bilang, akan mencurahkan semua cintaku buat kekasih halalku dan aku rasa, semua rasa itu udah mulai bersemi di sini" Kina menunjuk dadanya. "Love you too" ucapnya kemudian.
Okky langsung menerjang Kina di tempat duduknya. Setengah menindih tubuh istrinya, ia mengubah settingan sandaran jok tempat Kina duduk menjadi lebih rendah. Okky menopang tubuhnya dengan kedua lutut dan tangannya, mengungkung tubuh istrinya.
Kina meletakkan kedua telapak tangannya didada Okky, berusaha menahan tubuh suaminya. "Ma…mas…mas…kamu mau…ngapain? Kita---" Kina tak bisa melanjutkan kalimatnya karena Okky sudah membungkam bibirnya dengan ciuman panas. Kina tak bisa protes, ia hanya mampu meremas kemeja Okky.
Melepas ciuman mereka beberapa detik lalu melanjutkannya, begitu terus hingga berulang-ulang.
……
"Pak stop pak" perintah ibu Suri pada supirnya. Pak Tono segera menepikan mobilnya.
"Mar, itu mobil Okky, kan? Coba kamu cek siapa tahu mogok atau ada masalah"
"Biar saya saja bu" kata pak Tono.
Ammar menepuk pundak pak Tono, "Saya aja pak"
Ammar turun dan memperhatikan mobil Okky dengan seksama, mesin mobil masih menyala. Artinya mobil tidak dalam keadaan mogok. Ammar berdiri di samping pintu bagian kemudi, kemudian menempelkan wajahnya agar bisa mengintip bagian dalam mobil.
Sedetik kemudian, Ammar menjauhkan wajahnya dari kaca mobil. "Astaghfirullah, Ya Allah ampuni hamba" ia kembali kemobilnya dengan wajah panik dan tergesa-gesa.
"Papa, kenapa wajahnya gitu?" tanya Okta
"Okky sama Kina kenapa Mar, mereka baik-baik saja, kan?" sambung ibu Suri. Semua menatap wajah tegang Ammar dengan tatapan menyelidik.
__ADS_1
"Kayanya lagi pada sesak nafas bun"
"Sesak nafas?"
"Iya lagi saling kasih nafas buatan, pake metode mouth to mouth"
"Dasar anak gila, bisa-bisanya……"
"Bener-bener nggak ada akhlak anak bunda itu"
"Ayo pak kita jalan lagi"
"Siap bu"
Sementara itu posisi pasangan pengantin baru sudah berubah. Kina duduk menyamping diatas pangkuan suaminya. Bahkan ia sudah berani melingkarkan kedua lengannya dileher Okky dan membalas ciuman dengan sama panasnya, meskipun masih kaku.
Okky meremat pinggang Kina yang tertutup gaun, keduanya terus memagut mesra dan sesekali menggigit gemas bibir lawan mereka. Okky melepaskan ciuman dan terbahak, melihat penampilan istrinya yang kacau. Bibir Kina terlihat basah, memerah dan bengkak. Jilbabnya juga sedikit berantakan.
Okky mengusap lembut bibir Kina, "Maaf sayang, bibir kamu. Sakit ya?"
Kina mengecap-ngecap bibirnya, "Perih sama tebel" keluhnya. Membuat Okky tertawa.
"Maaf,maaf, aku terlalu bersemangat" Okky merapikan jilbab Kina. "Pulang yuk, kita lanjutin dirumah" ajaknya. Membuat Kina tersipu malu dengan fikiran liarnya.
Baru beberapa menit berkendara, Okky teringat sesuatu. "Ki, kayaknya ada yang kelupaan deh"
"Apa pak, eh mas?"
"Lima juta"
Inilah akhir petualangan Okky dermawan dalam menjemput jodohnya. Jodoh, maut dan rejeki setiap manusia sudah tertulis di Lauhul Mahfuz. Tidak ada seorangpun yang mampu merubah apa yang sudah Allah gariskan untuk hambanya.
Sesungguhnya, pernikahan bukanlah akhir, tapi awal dari sebuah hubungan yang sesungguhnya. Pernikahan bukan hanya perkara romantisme dan uwu-uwu semata, ada banyak hal yang akan kita temukan yang bahkan tidak pernah terfikir di otak kita sebelumnya. Pernikahan ibarat sekolah, akan ada peningkatan ujian disetiap jenjangnya.
Menikahlah dengan orang yang memiliki ketakwaan terhadap Allah. Jika dia mencintaimu, maka dia akan memperlakukanmu dengan sangat baik. Jika dia belum mencintaimu, setidaknya dia tidak akan mendzolimi hak-hakmu sebagai suami atau istri.
🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸
...Happy Wedding Okky & Kina...
__ADS_1
...Semoga sakinah, mawadah, warrahmah...