30 Hari Menjemput Jodoh

30 Hari Menjemput Jodoh
Cemburu?


__ADS_3

Tiga hari tak berjumpa, ternayata menyadarkan Okky akan perasaannya. Dia begitu rindu pada sekretarisnya. Kina sedang sibuk menggantikan Ali merawat Ibunya. Okky memberinya ijin untuk tidak masuk kerja.


Menatap daun mangga dari pohon tetangga, Okky duduk termenung. Mengingat ingat, sejak kapan dirinya jatuh hati pada Kina. Saat pertama bertemu, sepertinya tidak. Saat pertama kali Kina menjabat sebagai sekretarisnya, sepertinya juga tidak. Dia tak tahu kapan tepatnya, tapi dia sudah yakin pada perasaannya.


"Kina, semoga kamu bisa menerima perasaanku. Kalau dia nggak mau gimana ya? Ahh… itu masalah belakangan, kata Ammar aku harus berjuang. Kalau Kina menolak, kan aku bisa memaksa.hehe " Kata Okky pada dirinya sendiri.


……


Hari senin telah tiba, Okky datang kekantor lebih pagi dari biasanya. Wajahnya terlihat bersemangat, kadang tersenyum tanpa alasan. Sepertinya Cinta sedikit menggeser kewarasannya.Namun dia tetap mempertahankan gaya cool didepan karyawannya. Dia tak mau wibawanya jatuh.


Jam dinding diruangannya seperti bergerak lambat, rasanya lama sekali menunggu Kina datang. Pukul setengah delapan, Kina sudah tiba dan langsung menempatkan diri di meja kerjanya. Melirik ruangan bosnya, pemandangan pertama yang di lihatnya dibalik dinding kaca, wajah Bosnya yang cerah ceria.


Kina menyalakan komputernya sambil menyiapkan berkas berkas yang belum sempat dia serahkan kemarin karena harus meninggalkan kantor untuk merawat Bu siti.


Okky menanti gadis itu dengan sabar, biasanya tak lebih dari lima menit setelah melihat Okky sudah didalam ruangan, Kina akan menghampirinya dengan setumpuk berkas. Okky memutar kursi kebesarannya menghadap tembok untuk menyembunyikan senyumnya yang tak mau hilang. Sekretarisnya pasti akan tertawa, kalau sampai melihatnya aneh begitu.


Pintu ruangan terbuka, Okky memutar kursinya dengan semangat, tersenyum lebar. Dan…dia salah, ternyata yang datang Bundanya bersama seorang gadis Cantik.


Bunda tersenyum, "Pagi sayang, kenapa dari kemarin nggak pulang sih, nggak kangen Bundanya apa?"


"Ha…oh, maaf bunda, Okky lagi sibuk kemarin. Bunda mau minum apa?"


"Teh hangat, seperti biasa. Erika mau minum apa?"


"Sama aja Bunda"


"Oke, silahkan duduk!"


Okky curiga, pasti gadis ini kandidat berikutnya dari Bunda. Wajahnya tidak asing dimata Okky, tapi dia lupa pernah melihatnya dimana. Okky harus menjelaskan pada Bunda, kalau dia ingin menikahi Kina, sebelum Bunda bertindak lebih jauh.


"Sayang, kenalan dulu dong. Ini Erika, anaknya tante Diana, teman arisan mama"


"Hallo, saya Erika"


"Saya Okky dermawan"

__ADS_1


"Ki, Erika ini baru lulus S2 di jerman lho. Paket komplit. Cantik, tinggi, langsing, Sopan, berpendidikan. Sayangnya masih jomblo, kaya kamu"


"Oh…"


"Kok cuma oh sih. Kamu nggak tertarik kenal lebih dekat sama Erika, siapa tau kalian cocok"


"Bunda, ihh…" rengek Erika dengan wajah merona dan malu malu.


Ibu Suri memintanya, memanggil Bunda agar lebih akrab, apalagi Ibu Suri yakin, kalau Eriak tak lama lagi akan jadi menantunya.


"Bunda pagi pagi begini mau pergi kemana, tumben cantik banget"


"Bunda apa Erika yang cantik banget?" tanya Ibu Suri, menggoda Okky. Tapi tak ada respon dari anaknya.


"Bunda mau shoping sama Erika, dia ini selera fashionnya bagus, cocok sama Bunda. Kamu nggak lagi sibuk kan? temenin Bunda yuk!" sambungnya.


"Nggak bisa Bun, kan Okky masih kerja. Aku nggak mau kasih contoh buruk untuk para pegawai"


"Okky! Kamu itu bosnya, pemilik perusahaan. Jadi bebas kamu mau ngapain aja, mereka nggak boleh protes. Pokoknya Bunda maksa, kamu harus mau temenin Bunda belanja!"


Kina berdiri saat ibu Suri dan Erika melintas di hadapannya. Ibu Suri melengos, Erika tersenyum ramah membalas sapaannya. Hati Kina terasa nyeri, ternyata Ibu Suri belum memaafkannya.


Okky mengekori agak jauh dibelakang, "Ki, saya keluar dulu ya, kalau ada apa apa segera hubungi saya" pesannya


Kina mengangguk, "Baik pak, hati hati di jalan"


Baru berjalan satu langkah, Okky mundur lagi. "Em…Ki, perempuan yang sama bunda tadi. Saya nggak suka, serius" ucapnya dengan wajah serius. Berharap Kina tak berfikir macam macam. Padahal penasaran saja tidak.


Kina mengernyit, "Iya". Hanya itu yang keluar dari mulutnya. Dia tak mengerti, kenapa Bosnya berkata seperti itu. Padahal dia tidak bertanya apapun.


……


Kepala Okky mendadak migrain, Bundanya tak henti henti memuji Erika. Selama tiga jam mengenal Erika, Okky tak melihat jejak jejak kecerdasan dari perempuan dua puluh tujuh tahun yang mengaku baru lulus S2 dijerman itu.


Ibu Suri sengaja meninggalkan mereka berdua di sebuah restoran. Mau tak mau, Okky menemani Erika yang katanya belum sarapan itu.

__ADS_1


Erika cantik dan elegan, tapi tak terlihat menarik dimata Okky. Dia lebih suka wanita yang mandiri dan cerdas. Obrolannya dengan Erika hanya berputar putar disekitaran kehidupan pribadi mereka, tak ada yang menarik. Erika lebih aktif bertanya dibanding Okky.


Setelah menemani Erika menghabiskan makanannya, Okky kembali kekantor. Kina sama sekali tak menghubunginya, membuat Okky kesal sendiri. Saat dia datang, dia disuguhi pemandangan yang menyakitkan mata dan hati.


Kina dan Ali sedang mengobrol dan saling melempar senyum. Di meja Kina, ada sekotak kue. Sepertinya tadi tidak ada, jadi bisa dipastikan Ali yang membawanya untuk Kina. Kedua orang yang sedang mengobrol itu, tak menyadari kedatangan Okky.


"Ehem…" Okky berdehem dengan sangat keras. Membuat Kina dan Ali terperanjat.


"Bapak sudah kembali?" tanya Kina dengan ramah.


"Iya, kenapa, saya menganggu kalian?" tanya Okky begitu ketus, lebih terdengar seperti menuduh.


"Tidak" jawab Kina lirih


Okky menatap Ali, "Ngapain kamu disini, bukannya kerja malah keluyuran kemana mana. Mau jadi sekretaris saya, kamu?" ucapnya, tak sadar diri, kalau dia juga keluyuran di jam kerja. Bos mah bebas!


Kina mengesah, "Pak, Bang Ali ini menunggu Bapak dari tadi lho. Sudah bolak balik empat kali. Beliau mau memberikan hasil kerja dari timnya saat meeting safari kemarin" kata Kina menjelaskan.


"Oh…ikut saya!"


"Baik pak, Kina, saya permisi dulu ya"


"Oke…oke, semangat" Kina mengepalkan tangannya dan mengangkatnya.


"JANGAN NGOBROL TERUS!" pekik Okky dari ambang pintu. Ali mempercepat langkahnya.


Kina mengerucutkan bibirnya, tumben sekali bosnya marah marah tidak jelas. Apa tadi ada masalah saat pergi dengan Bunda. Dia akan bertanya, setelah Ali selesai dengan laporannya.


Semetara itu, Ali yang sedang laporan, jadi sasaran kemarahan Okky. Semua terlihat salah dimata Okky, bahkan ketampanan Ali tiba tiba membuatnya kesal. Wajah kearab araban yang muda dan segar itu, sungguh membuat Okky frustasi. Bagaimana kalau Kinanya jatuh cinta pada Ali, dia benar benar harus bertindak cepat.


Dengan kebetulan kamu datang padaku. Tanpa sengaja menebar benih cinta dihati ini. Kini cinta itu tumbuh, berbunga dan mekar dengan Indah. Sekarang aku tahu apa itu cinta. Cinta itu… kamu.


^^^Okky dermawan^^^


🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻

__ADS_1


__ADS_2