30 Hari Menjemput Jodoh

30 Hari Menjemput Jodoh
Cinta satu malam


__ADS_3

Okky menangkup pipi Kina dengan kedua tangannya. Kina semakin terisak, dia benar benar ketakutan. Okky tak pernah berbuat kurang ajar padanya selama dia mendampingi laki laki itu sebagai sekretaris.


Okky menghapus air mata Kina dengan ibu jarinya, "Jangan menangis, saya mencintai kamu, saya tidak mungkin menyakiti kamu. Boleh saya minta sesuatu, untuk yang terakhir kali" katanya lirih. Lalu memaksakan senyuman diwajahnya yang terlihat sendu.


Kina menatap wajah Okky, "Terakhir? bapak jangan macam macam ya, apa maksudnya untuk yang terakhir?" tanyanya dengan panik, dia takut, Okky akan mengakhiri hidupnya karena tertekan.


Okky tak menjawab, dia malah memeluk lagi tubuh Kina. Kina mencengkeram pinggang Okky dengan kedua tangannya. Berharap pria itu tak akan melakukan apa yang Kina fikirkan.


……


Kina dan Okky berjalan bergandengan tangan di sebuah Mall terbesar di kota itu. Memakai baju dengan warna senada, tapi bukan couple. Demi kenyamanan, keduanya juga mengenakan masker, agar tak ada yang mengenali.


Ternyata permintaan terakhir Okky, mengajak Kina jalan berdua di Mall, seperti sepasang kekasih. Makan, nonton, jalan jalan, mungkin juga belanja. Mau tak mau, Kina menuruti keinginan Okky, dengan syarat tak ada kontak fisik selain gandengan tangan. Tidak ada ciuman, pelukan, atau yang lain.


"Komedi romantis aja ya ki, ini pemainnya juga terkenal semua"


"Jangan ah pak, nanti Baper, action aja. Menegangkan"


"Ya Allah ki, hidupku sudah sangat tegang, malah diajak nonton yang tegang tegang. Udah yang ini aja, ya?"


"Nggak mau, nanti ada adegan panasnya lagi, itu film hollywood lho pak!"


"Nanti kalau panas biar aku kipasin"


"Ishhh…mana bisa, ngaco!"


Keduanya berdebat didepan bioskop, sedang menentukan film apa yang akan mereka tonton.Dan……akhirnya mereka nonton film animasi, bersama anak anak kecil yang mendominasi teater bioskop. Okky tak tertarik dengan film yang sedang diputar. Dia sibuk menatap wajah Kina yang sedang tertawa tawa karena banyak adegan lucu. Kina menoleh saat tangannya tiba tiba digenggam.

__ADS_1


Plakkk…! Kina memukul tangan Okky, "Jangan dipegangin terus, awas macam macam!" katanya, memperingatkan.


Okky tertawa, "Bisa galak juga ternyata, lucu, aku suka". Ia mengedipkan matanya dengan genit, membuat Kina berdecak.


Setelah film selesai mereka mengerjakan ibadah shalat maghrib di mushola Mall tersebut. Lalu, menuju kedai es krim. Disana, Kina berceloteh tentang hal hal lucu di film yang mereka lihat tadi. Okky menanggapi dengan senang hati. Mereka benar benar terlihat seperti pasangan yang sesungguhnya.


Menikmati es krim sambil mengobrol, tak menyangka waktu cepat sekali berlalu. Adzan isya' sudah berkumandang, keduanya memutuskan untuk keluar dari Mall dan mencari masjid terdekat, agar bisa shalat berjamaah.


Usai sholat, keduanya sama sama termenung di tempatnya masing masing. Duduk dimasjid yang sama, menatap langit langit masjid yang sama, menyembah Tuhan yang sama, tapi harapan keduanya berbeda.


Okky masih berharap, Kina adalah takdirnya. Jodoh yang tertulis di lauhul mahfudz untuknya. Kalaupun dia harus melepas Kina, demi kebahagiaan Bundanya. Dia berharap Allah mengijinkannya, menyimpan rasa cinta untuk Kina dihatinya, selamanya. Meskipun itu akan menyiksa batinnya sendiri.


Berbeda dengan Kina, dia berharap, Jika Okky memang bukan jodohnya. Okky akan melepas cinta untuknya dan belajar mencintai pendamping hidupnya kelak, siapapun itu. Dia juga berharap, Allah memberikan ketabahan pada Okky untuk menghadapi semua cobaan hidupnya. Lelaki kuat yang sedang rapuh itu, bisa melewati semua kepedihan hari ini, hingga kepedihan itu berganti dengan kebahagiaan. walaupun bukan bahagia bersamanya.


Mereka keluar masjid hampir bersamaan, Kina menatap wajah Okky yang terlihat sendu dengan mata memerah. "Pak, sudah selesai? Sudah malam, pulang yuk" ajaknya.


Kina berdecak, "Demi Bapak, saya melanggar prinsip saya sendiri. Kalau beginikan saya jadi punya mantan, walaupun pacarannya cuma sehari" candanya, pura pura kesal. Giliran Okky yang menertawakannya.


……


Kina menatap toko busana muslim ternama yang ada didepan matanya. Lalu dia memandang Okky yang tersenyum kearahnya.


"Kok kesini, memang ada ya, orang pacaran di toko busana muslim?"


"Oh, kamu masih mau jalan berdua sama aku, mau yang romantis romantis gitu?"


"Eeehhh…bukan begitu pak, saya cuma bingung saja, kenapa bapak ngajak saya kesini?"

__ADS_1


"Aku kesel deh ki sama kamu, dari tadi masih saya saya terus, masih manggil pak pak terus. Padahal perjanjiannya, kita pakai bahasa santai, panggil aku MAS!!"


"Susah pak, maaf…"


"Sudahlah, ayo…" Okky menarik pergelangan tangan Kina masuk ketoko busana muslim itu. Mereka disambut dengan ramah oleh para pegawai toko. Toko ini milik ibu Ammar, jadi mereka cukup mengenal Okky.


……


Duduk berhadapan di dalam mobil, Okky seakan tak rela mengakhiri sandiwara pacarannya. Pacarannya pura pura, tapi patah hatinya sungguhan. Okky menatap Kina yang nampak lebih cantik saat mengenakan hijab, mengingatkannya saat pertama kali melihat Kina mengenakan hijab, saat mereka menemui Almeera di ponpes Al iman. Dia benar benar ingin menghalalkan Kina saat itu.


"Kamu cantik, aku jadi semakin berat melepasmu" kata Okky. Matanya menatap Kina penuh cinta.


Kina tersenyum kaku, dia sedang grogi. "Terima kasih…mas…" jawabnya ragu ragu. Okky tersenyum lebar mendengar Kina memanggilnya mas, walaupun terlihat sedikit terpaksa.


"Katanya kamu ingin berhijab, kapan? Aku akan sangat senang jika kamu segera merealisasikan keinginan kamu itu"


"Insya Allah, secepatnya. Akhir akhir ini, saya juga sering bermimpi, ibu datang dengan wajah yang bercahaya dan memakaikan saya jilbab. Sudah dua kali saya bermimipi seperti itu, bahkan yang terakhir, ibu memuji saya cantik. Suaranya terdengar nyata ditelinga saya, tapi saya tahu itu hanya mimpi, Ibu sudah tenang disana" ucapnya. Matanya menerawang, mengingat wajah cantik ibunya yang masih lekat difikirannya.


Okky mengelus pucuk kepala yang tertutup pasmina itu. "Ibumu benar, kamu memang cantik, cantik wajah dan cantik hati. Ibumu pasti bangga jika melihatmu saat ini. Sekarang ijinkan aku yang bangga pernah memiliki kamu walaupun hanya satu hari"


Air mata Okky menetes disudut matanya, dia cepat cepat mengusapnya. Kina ikut berkaca kaca, ikut merasakan kesedihan pacar satu harinya. Kina menempelkan telapak tangannya dipipi Okky, mengusapnya dengan lembut.


"Percayalah, akan ada kebahagiaan untuk kita nanti, jika kita mau bersabar. Terima kasih atas cinta yang besar ini, saya kembalikan cinta ini dan berikanlah pada seseorang yang berhak atas cinta bapak"


"Maka, ijinkan aku menyimpan cinta ini dihatiku, selamanya" Okky menarik tangan Kina yang masih menempel dipipinya, mengecupnya, lalu meletakkan telapak tangan itu didadanya. Hingga Kina bisa merasakan detak jantung Okky yang berdegup kencang.


Yakinlah, ada sesuatu yang menantimu setelah sekian banyak kesabaran (yang kau jalani), yang akan membuatmu terpana hingga kau lupa betapa pedihnya rasa sakit. – Ali bin Abi Thalib"

__ADS_1


🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻


__ADS_2