30 Hari Menjemput Jodoh

30 Hari Menjemput Jodoh
Keliru


__ADS_3

Kina menuju kemobil Okky bersama Dela. Dia mengajak Dela untuk menurunkan barang bawaan mereka. Dela dari tadi terlihat tidak fokus dan diam saja.


"Mbak dela" panggil Kina dengan lembut.


"Hah…iya bu Kina, ada yang bisa saya bantu?" jawabnya, sedikit terkejut.


Kina tersenyum tipis, menaikkan satu alisnya. "Apa kita bisa, bawa barang sebanyak ini berdua saja mbak?"


"Astagfirullah haladzim…maaf bu Kina, saya panggil bantuan dulu"


"Iya, saya tunggu disini ya"


Kina menyandarkan tubuhnya di pintu mobil yang tertutup, menunggu bala bantuan datang. Tak berapa lama, anak anak keluar dan berlarian kearahnya. Okky juga terlihat berjalan beriringan dengan ibu panti, yang tak lain ibu dari Dela, lagi lagi Dela terlihat salah tingkah.


Kina memberikan barang barang agar diangkut anak anak tadi, memberi mereka sesuai ukuran tubuh, yang kecil membawa bungkusan yang ringan, dan yang besar membawa bungkusan yang berat.


Okky ikut mengantri dan Kina memberikan dua plastik beras berukuran Lima kilo lalu meletakkan satu karton mie goreng diatasnya. Okky melotot kearahnya. Kina hanya tertawa tawa. Okky membawa berang barang itu kedalam dan kembali menghampiri Kina lagi. Kali ini kina memberinya sebotol air mineral. Okky menatap botol air itu dengan bingung.


"Kamu meledek saya, saya bisa mengangkat satu kardus air mineral botol ini. Mengangkat beban hidup kamu, saya juga bisa" katanya dengan nada sombong, Kina terawa mendengarnya.


Kina membuka pintu mobil lebar lebar, "Sudah habis pak barangnya, itu untuk minum bapak" menunjuk botol yang sedang digenggam Bosnya.


Okky mengusap tengkuknya, "Oh…" hanya itu yang dia ucapkan. Okky membuka tutup botol dan menukarnya dengan botol yang sedang digenggam Kina. Kina melongo, Okky membuka botol yang ditukarnya tadi dan meneguknya.


"Apa lihat wajah saya sudah bikin haus kamu hilang, segar banget ya?" ledeknya, melihat Kina yang masih manatapnya.


Bibir Kina mencebik, "Iyain sajalah pak, asal bapak bahagia"


Tanpa sengaja, Kina melihat dela yang sedang memperhatikan mereka dari kejauhan. Dela salah tingkah saat Kina memergokinya. Kina semakin bingung dengan sikap Dela. Apa dela cemburu melihat Kina dan Okky, tapi bukannya Dela sudah tahu hubungan Kina dan Okky. Sekretaris dan Bos.

__ADS_1


Tiba tiba, terlintas sebuah ide dikepala Kina. Kalau Dela memang menyukai Okky, itu akan baik. Kina bisa mencomblangkan Okky dengan Dela. Dela wanita baik dan santun, keluarganya apalagi. Buktinya mereka mau menjadikan rumah mereka panti asuhan dan dengan tulus merawat anak anak kurang beruntung itu.


Tapi, Kina tak mau gegabah, dia harus bertanya pelan pelan pada Dela. Tak mau membuat wanita itu malu, kalaupun memang dia menaruh perasaan pada Bosnya. Siapa tau mereka berjodoh, jadi bosnya tak harus tersiksa dengan terus terusan menemui wanita pilihan Ibu Suri, yang sepertinya asal comot itu.


Kina sedang bermain lempar tangkap bola dengan beberapa anak di halaman belakang. Matanya tak sengaja, melihat Dela sedang duduk melamun tak jauh dari mereka. Setelah berpamitan dengan anak anak, Kina menghampiri Dela.


"Ehem…"


Dela terperanjat, "Astagfirullah, bu Kina, sejak kapan duduk sisitu?"


Kina pura pura menengok jam tangannya, "Mungkin dua sampai tiga menit yang lalu" katanya, lalu menatap Dela yang nampak gugup itu. "Mbak Dela kenapa? saya memperhatikan lho dari tadi, saya juga lihat kalau…" Kina sengaja menghentikan kata katanya.


"Bu Kina, jangan salah paham" ucap Dela, panik.


"Mbak Dela, plis lah, jangan panggil saya bu, mbak dela itu lebih tua dua tahun dari saya. Ya…" kata Kina dengan wajah memohon.


Dela mengangguk, "Iya, mbak Kina, maaf ya" jawabnya, merasa tak enak hati.


"Ketahuan ya mbak, huh…" mengesah sedikit keras.


"Maaf ya, saya juga nggak segaja lihat.hehe" Kina menggaruk pipinya, merasa tak enak karena sudah memergoki Dela. "Mbak Dela suka sama pak Okky?"


Dela menghela nafas, "Maaf mbak Kina, bukan begitu, Pak Okky baik, beliau dermawan seperti namanya, tapi…"


"Santai saja mbak, kita bicara sebagai teman, lagi pula pak Okky memang sedang mencari pendamping, beliau sedang dikejar target" Kina terkikik.


"Saya tahu mbak Kina, tapi saya nggak bisa, saya bingung mbak" suara Dela mendadak bergetar, matanya berkaca kaca.


Alis Kina bertaut, bingung dengan kalimat Dela, terdengar seperti penolakan. Apa yang terjadi, sepertinya dia salah menerka.

__ADS_1


"Ma…maksud mbak Dela apa ya?" tanyanya dengan terbata, sedikit shock.


"Saya tidak ingin menerima perjodohan dengan pak Okky, saya sudah punya seseorang yang sangat saya cintai dan juga mencintai saya. Kami juga sudah berencana menikah dalam waktu dekat ini. Saya harus bagaimana mbak Kina?" tanya Dela, menggenggam tangan Kina yang ada dipangkuan. Air matanya mengalir deras.


Wajah Kina berubah tegang, yang terjadi sungguh jauh dari perkiraannya. Padahal tadi dia sudah bersemangat ingin mencomblangkan Dela dan Okky, tapi ternyata Ibu Suri sudah melakukannya lebih dulu.


"Keluarga mbak Dela, kenal dengan Ibu Suri, bundanya pak Okky?" Kina mengelus punggung tangan Dela. Dia merasa simpati dengan kesedihan Dela.


"Iya mbak, Ibu saya teman SMA tante Suri"


"Kalau memang mbak Dela menolak, nggak apa-apa kok, nanti saya bantu bicara dengan Pak Okky, beliau pasti mengerti" Kina tersenyum, mencoba memberi ketenangan atas kegalauan Dela yang sepertinya tak enak menolak perjodohan dengan Okky.


Dela menyeka air matanya, "Masalahnya tidak sesederhana itu mbak, ini menyangkut anak anak juga" katanya lirih. Wajahnya terlihat putus asa.


"Menyangkut anak anak?" tanya Kina lirih, mengulang kata kata Dela. Dia bingung, apa hubungannya perjodohan Okky dan Dela dengan anak anak penghuni panti.


Okky datang dan mengagetkan keduanya, dia kesal karena Kina dari tadi tak menyahut. Sudah berkali kali dia memanggil sekretarisnya itu.


"Kinaaaa!" pekik Okky, tepat disamping Kina.


"Astagfirullah haladzimmmm… iya pak" jawab Kina dengan wajah kesal.


"Ayo pulang, dicariin dari tadi malah ngerumpi disini" Okky menjewer telinga Kina, seperti bapak bapak yang mencari anaknya yang keluyuran sepulang sekolah.


"Aww, sakit bapak… " rengek Kina, memegang telinganya.


"Dela kami pulang dulu ya" Dela mengangguk.


"Mbak Dela saya pulang ya, nanti saya telfon!" kata Kina sedikit berteriak, karena Okky terus menarik tangannya dengan tidak sabaran. Kina menebar senyum dan melambaikan tangannya saat melewati anak anak yang sedang bermain. Anak anak balas melambaikan tangannya, ada yang sambil melompat lompat dan berteriak, megucapkan 'dada kak Oki'.

__ADS_1


Dela menatap Okky dan Kina yang semakin menjauh, perasaannya kini benar benar campur aduk. Apa iya, Kina bisa membantunya keluar dari perjodohan ini. Sungguh dia berharap banyak pada Kina, tapi sekaligus ragu. Mungkin mudah menolak perjodohan ini, tapi nasib anak anak panti ada ditangannya. Dia harus memilih, Cintanya atau anak anak asuhnya. Pilihan yang sulit.


🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻


__ADS_2