A Romantic Badboy

A Romantic Badboy
Part 13


__ADS_3

Hari ini, kelas X IPA 2 tampak begitu ramai. Tak biasanya mereka seheboh ini di pagi hari. Melodi bisa menebak, teman-temannya mungkin sibuk mencari contekan. Karena seingatnya, hari ini ada PR matematika. Melodi melenggang menuju meja, tak menghiraukan teman-temannya yang asyik dengan dunianya.


"Itu anak-anak lagi sibuk cari contekan ya?" Celetuk Melodi pada Neta, entah kenapa mulutnya tiba-tiba berkata seperti itu.


"Oh, bukan Mel. Katanya, bakal ada murid baru lagi di kelas kita." Ucap Neta. Baru kali ini dia berkata panjang lebar pada Melodi.


"Murid baru? Cewek atau cowok?" Tanya Melodi sedikit penasaran.


"Cowok, rumornya sih dia mantan narapidana." Kata Neta sedikit bergidik.


"Oh ya?" Dua kata yang Melodi lontarkan itu ternyata hanya membuat Neta menganggukkan kepalanya.


Kelas kembali tenang ketika Pak Darma mengambil alih ruangan. Dia membawa seorang cowok, lebih tepatnya murid baru yang akan bergabung dengan kelas X IPA 2.


"Oke, semuanya. Kita kedatangan murid baru lagi." Pak Darma memberi isyarat pada cowok itu untuk memperkenalkan diri.


"Hello guys. Nama gue Gara Setyo Aji. Kalian bebas panggil gue apa aja, asalkan jangan melenceng dari nama gue." Gara sedikit tertawa, membuat seisi kelas juga ikut tertawa.


Setelah perkenalan singkat tersebut, Gara dipersilakan untuk mencari kursi yang kosong. Tak ada lagi tempat yang kosong selain di belakang Melodi. Akhirnya, Gara menghampiri meja di belakang Melodi.


Tak terasa, bel istirahat berbunyi. Melodi malas beranjak dari kursi, tetapi ia begitu lapar. Karena beberapa insiden, Melodi lupa membawa bekal hari ini. Ia hanya duduk termenung meratapi nasibnya.


Entah ini hari keberuntungan Melodi atau bagaimana, tiba-tiba saja Rendi datang ke kelasnya membawakan tiga potong sandwich. Rendi masih waras kan? Melodi hanya heran saja dengan sikapnya yang berbeda semenjak mereka putus. Bukannya menjauh, tapi Rendi malah semakin mendekat. Tetapi, Melodi juga mesti hati-hati dengan Rendi. Karena ia tak mau kalau ucapan Rendi beberapa hari ke belakang benar-benar terjadi.


"Ini buat lo Mel." Rendi tersenyum, manis sekali. Membuat Melodi luluh sesaat.


"Tunggu!" Gema mengambil kotak bekal pemberian Rendi, kemudian melihat isi di dalamnya. "Lo nggak simpan racun kan di dalam sandwich ini?" Gema menyipitkan mata, mencurigai Rendi.


"Lo gila ya? Mana mungkin gue kasih racun ke Mel. Kalau emang harus, gue pasti nyimpan racun yang bakal buat Mel jatuh cinta lagi ke gue." Rendi merebut kotak bekal itu dari tangan Gema.


Seseorang di belakang Melodi, yang bernama Gara seperti terganggu dengan keributan mereka, Gara menghampiri meja Melodi.


"Gema, udah lama nggak ketemu." Sapa Gara tiba-tiba.


"Lo, siapa ya?" Gema memasang wajah sangarnya.


"Lo lupa? Gue teman lo." Gara mencoba mengembalikan ingatan Gema.


"Gue nggak pernah punya teman kayak lo." Kata Gema dengan santainya.


"Geng zombie." Ucap Gara.


Melodi lihat, Gema seperti tampak berpikir. Kemudian dia menjentikkan jarinya.


"Ah! Gara Setyo Aji Purnomo Wardi Sanjoyo." Gema berkata secepat kilat.


"Nama gue nggak sepanjang itu." Sahut Gara sedikit kesal.


"Haha, jadi gimana? Kenapa lo bisa ada disini?"


Selanjutnya, Melodi dan Rendi hanya menyaksikan perbincangan dua cowok di depan mereka. Gara dan Gema asyik dengan dunianya. Tak mempedulikan kedua manusia di depannya yang melongo karena tidak tahu alur ceritanya.

__ADS_1


Lima menit kemudian, mereka baru menyadari sosok manusia yang sempat tidak kasat mata ini. Keduanya bergabung dengan Melodi dan Rendi yang memasang tampang bodoh.


"Oh ya Gar, ini Melodi. Dia calon pacar gue." Canda Gema, membuat Melodi sedikit malu.


"Hai Melodi."


"Hai Gara."


"Dan ini, Rendi." Ucap Gema dengan senyum terpaksa. "Dia mantan pacar Melodi yang seram banget." Bisik Gema. Gara hanya tertawa kecil mendengarnya.


"Lo bilang apa ke dia?" Ketus Rendi.


"Gue cuma bilang kalau lo idola para cewek." Gema menyeringai, padahal Melodi tahu isi pikirannya berbeda dengan perkataannya.


Setelah itu, mereka larut dalam perbincangan santai.


***


Sudah lama Melodi tak bermanja-manja dengan kasur. Kegiatan yang cukup padat membuatnya tak bisa merasakan kenikmatan yang diberikan oleh Tuhan. Dan hari ini, ia tak ingin ada yang mengganggu kenyamanannya.


Namun, takdir selalu berkata lain. Seseorang memutar kenop pintu, mencoba untuk masuk. Rupanya itu Nilam, Melodi melempar senyuman pada Nilam.


"Ada apa bu?" Tanya Melodi pada Nilam, karena tak biasanya Nilam mengganggu waktu istirahatnya.


"Coba kamu hibur Nisa, Mel. Dari pulang sekolah dia nangis terus."


Tanpa basa-basi lagi, Melodi langsung menuju kamar Nisa. Setahunya, Nisa tidak pernah menangis. Dan firasatnya kali ini pasti benar.


"Coba pelan-pelan lo ceritain kenapa lo bisa nangis kayak gini." Melodi mengusap punggung Nisa, menyalurkan ketenangan.


"Gue putus sama Coki." Nisa bersusah payah mengatakannya.


"Kok bisa?" Melodi terkejut mendengar pernyataannya.


Nisa menjelaskan alur cerita bagaimana dia bisa putus dengan Coki. Ternyata, selama ini Coki hanya memanfaatkan Nisa. Karena Nisa terkenal jenius di kelasnya. Dan kebenaran yang terungkap lainnya, Coki sudah memiliki seorang kekasih yang berstatus mahasiswa. Di mata Coki, Nisa hanya sebatas penyambung sekolahnya saja. Mengingat riwayat kenakalan yang dimiliki oleh Coki. Yang membuat Melodi kesal, mengapa Nisa tidak pernah bercerita padanya selama ini bahwa Coki bukan anak baik-baik? Jika saja Melodi tahu lebih awal, ia tidak mungkin membiarkan Nisa berpacaran dengan Coki. Hal gila yang tersirat dalam benak Melodi adalah ia harus membuat Coki juga terluka.


Entah kenapa seorang Melodi akhir-akhir ini menjadi wanita sangar. Apa mungkin, sifat ini diwariskan oleh Gema? Sekarang ini kan Melodi selalu dekat dengan Gema. Tak disangka, ternyata Gema menyebarkan virusnya pada Melodi.


Melodi membuat sebuah room chat yang terdiri dari Rendi, Gema dan Gara. Katakanlah ia gila melakukan hal ini. Tapi ia memiliki alasan tertentu sehingga harus melibatkan mereka dalam misi membuat Coki jera.


Mel : Sebelumnya dilarang mengatakan kalimat 'tidak mau'.


Rendi : Mel, kenapa lo tiba-tiba masukin gue ke grup nggak berfaedah sama penghuni yang nggak berfaedah?


Gema : Berisik lo.


Gara : Gue nggak tahu apa-apa.


Mel : Kalian dengarin gue. Nisa, saudara gue putus sama Coki.


Gema : Terus hubungannya sama gue apa?

__ADS_1


Gara : Bukannya Nisa udah nikah sama Anandito?


Rendi : Lo ini ngomong apa sih Gar.


Mel : Hei, pokoknya gue butuh bantuan kalian.


Gema : Gue siap bantu.


Rendi : Gue lebih siap bantu.


Gara : Gue sih, oke oke aja.


Mel : Jadi pertama, Rendi ajak Coki ke tempat yang udah gue tentuin. Terus, Rendi pura-pura izin ke toilet.


Rendi : Terus?


Mel : Ya lo pergi aja kemana gitu, yang lama tapi.


Rendi : Oke.


Gema : Terus tugas gue apa?


Mel : Kalau Rendi udah pergi, lo mulai beraksi Gara. Lo telepon Coki, bilang ke dia kalau pacarnya diculik dan ada di tempat yang gue tentuin.


Gara : Terus gimana cara gue culik pacarnya? Gue aja nggak tahu gimana bentuknya.


Mel : Dengarin sampai beres.


Gema : Terus tugas gue apa? Kenapa gue dilupain gitu aja?


Mel : Ih, bawel banget sih lo! Tugas lo, dekatin Coki ke mobil. Coki otomatis panik kan pacarnya diculik. Dia pasti butuh pertolongan. Nah, Coki itu nggak bisa nyetir. Jadi, lo antar Coki ke tempat yang udah gue tentuin.


Rendi : Terus nasib gue gimana? Mobil gue dibawa sama Gema.


Mel : Bodoh. Habis lo turun dari mobil, lo langsung bawa motor Gema ke tempat penculikan. Karena lo harus menyamar jadi hantu penunggu tempat itu.


Gema dan Gara : hahahaha...


Gema : Cocok banget peran lo.


Mel : Kalian berdua juga melakukan hal yang sama.


Rendi : Hahaha, syukurin. Terus lo?


Mel : Gue pantau kalian dari jarak jauh, apakah sandiwara kalian berhasil atau nggak. Kalau berhasil, libur semester nanti gue bakal ngajak kalian berkemah.


Gema : Gue bakal bersungguh-sungguh melakukannya.


Rendi : Gue pasti melakukan yang terbaik. Sandiwara gue nggak pernah gagal.


Gara : Gue ikut aja lah.

__ADS_1


Percakapan dengan topik membuat Coki jera berakhir pada pukul sembilan malam.


__ADS_2