A Romantic Badboy

A Romantic Badboy
Part 29


__ADS_3

Perjalanan menuju tempat perkemahan akan memakan waktu sekitar dua jam. Melodi tidak mau, sepanjang perjalanan hanya diisi dengan kekosongan. Cukup hati Rendi saja yang kosong tidak berpenghuni. Melodi mulai memutar musik untuk menyemarakkan suasana. Sengaja volumenya dibuat keras, agar mereka yang ada di belakangnya tersentak kaget. Katakanlah Melodi jahat. Tapi, hanya dengan cara ini mereka berhenti untuk bermesraan.


Setiap beberapa menit sekali, musik berganti. Dari mulai pop sampai rock. Melodi menggerakkan tubuhnya, menikmati alunan musiknya. Terlihat, penghuni belakang melemparkan tatapan tajam padanya. Terutama Gara dan Bianca. Biar saja. Memangnya mobil Gema untuk kalian bermesraan? Sementara Melodi, pacarnya sendiri? Jangankan untuk bermesraan, berpegangan tangan saja tidak sama sekali. Entah kenapa, seorang Melodi menjadi seagresif ini.


Lama kelamaan, Melodi bosan dengan musik yang ia dengar. Melodi mengecilkan volumenya, tapi tidak mematikannya. Karena Melodu tidak mau melihat pemandangan menyebalkan di belakangnya lagi. Tangannya mulai membuka resleting tote bag ukuran sedang. Di dalamnya, ada aneka makanan ringan. Lumayan, untuk mengganjal perut karetnya. Melodi mengambil satu bungkus ciki, memakannya dengan santai.


"Lo mau Gema?" Tanya Melodi pada Gema yang sedang fokus menyetir. "Sini gue suapin." Melodi menyuapkan sebuah ciki ke mulut Gema.


Gema--Melodi masih tidak percaya dengan cowok di hadapannya. Lebih tepatnya pacarnya sekarang. Wajahnya benar-benar tampan, tidak dapat kupungkiri. Matanya berwarna coklat terang, hidungnya begitu mancung, kulitnya putih seperti susu. Melodi baru menyadarinya selama ini. Setelan ala berandalan yang dulu pernah ia katakan, sekarang sedikit berubah. Gema terlihat lebih rapi, namun tidak menjurus ke kata culun. Dia sangat keren di mata Melodi.


"Hei, lo suka ya sama gue?" Gema melontarkan kalimat itu lagi. Seketika Melodi teringat kesan pertama bertemu dengan Gema.


"Lo gila ya? Kita aja baru kenal tadi. Gimana bisa gue tiba-tiba suka sama lo?"


Sesaat kemudian, keduanya tertawa terbahak-bahak mengingat kejadian itu. Tidak pernah disangka-sangka, dua manusia yang dulunya saling mengejek bisa bersatu.


"Oh ya Gema, gue mau ngasih kabar." Kata Melodi.


"Kabar apa?"


"Gue udah suka lo!" Melodi bersorak.

__ADS_1


Mendengar itu, teman-teman di belakangnya langsung heboh. Mereka mengatakan kata cie kepada Gema dan Melodi. Padahal, mereka sudah tahu kalau Gema dan Melodi berpacaran. Tapi mungkin memang sudah tradisi atau bagaimana, pasangan yang baru menjalin hubungan biasanya mendapat ledekan seperti itu.


Entah kenapa, sepasang kekasih yang baru saja jatuh cinta selalu bersikap manis. Selalu mengucapkan kalimat romantis, pergi hangout dan kuliner, bahkan banyak sekali mengabadikan momen. Tetapi, jika sudah satu bulan atau lebih, masa-masa romance musnah sudah. Faktornya mungkin karena bosan atau hal lain. Walaupun tidak semua pasangan kekasih merasakan itu. Termasuk Melodi. Semoga, hubungan Melodi dan Gema bisa seterusnya manis dan terhindar dari pahit.


***


Mobil Gema sudah memasuki area perkemahan. Setelah membayar tiket masuk, mereka diperbolehkan untuk masuk. Melodi membuka kaca mobil, mencoba menghirup udara sejuk pagi hari. Kepalanya ditonjolkan keluar. Melihat pohon-pohon yang tinggi menjulang. Warna hijaunya benar-benar menyegarkan mata.


Tempat wisata perkemahan ini, rupanya ramai dikunjungi. Mengingat ini adalah hari libur sekolah. Jadi, mereka lebih memilih untuk pergi kesini. Sepertinya karena otak mereka kurang asupan oksigen. Bagaimana tidak? Selama lima hari sekolah, otak sekecil itu dijejal oleh materi sebanyak itu. Sungguh, mereka yang jenius memang hebat. Sanggup menampung segalanya.


Gema masih mencari tempat yang cocok untuk mendirikan tenda sekaligus beristirahat. Angin sepoi-sepoi yang menerjang, seperti meminta Melodi untuk memejamkan mata. Melodi menguap berkali-kali. Matanya begitu berat untuk melihat. Hingga akhirnya, ia terlelap.


"Sini Mel, biar gue bantu." Ucap Rendi.


"Nggak usah Ren, gue bisa kok." Kata Melodi pada Rendi.


"Yakin?" Tanya Rendi memastikan.


Melodi hanya membalas dengan anggukan. Dia adalah Melodi Senja. Cewek yang terlahir kuat. Baginya, satu carrier besar dan dua tote bag bukan masalah. Melodi bisa mengatasinya. Tidak tahu kalau wanita di sampingnya sekarang. Kelihatannya, dia seperti kesulitan membawanya.


"Rendi.. bantuin dong." Bianca merengek, meminta Rendi untuk membawakan tote bagnya.

__ADS_1


"Ah, lo manja banget. Masa tas kecil kayak gitu aja minta dibawain?" Rendi mengabaikan Bianca.


"Ya tapi kan ini berat. Ayolaaah... Ren. Masa lo tega lihat gue kesusahan kayak gini?" Bianca memelas.


Dengan terpaksa, Rendi membawakan tote bag Bianca. Pihak yang meminta, mengembangkan senyumannya. Dia berhasil membujuk Rendi untuk membantunya. Walaupun terdengar, Rendi mengumpat karena tingkah konyol Bianca.


Rendi dan Gara mulai mendirikan tenda untuk para cowok tidur. Sementara, Gema mendirikan tenda untuk para cewek. Melodi turut membantu Gema dalam prosesnya. Biar bagaimanapun, dulu saat Melodi masih SMP, ia sempat mengikuti ekstrakurikuler Pramuka. Jadi tak perlu meragukan keahliannya dalam mendirikan tenda. Beberapa menit kemudian, tenda berdiri dengan tegak. Fiuh. Melodi menyeka keringat yang menetes. Barang-barang bawaan mereka masukkan ke dalam tenda. Terkecuali peralatan untuk memasak.


Kruuuk. Kruuuk. Terdengar suara keroncongan perut. Memang waktunya untuk makan siang. Untung saja, Gina tadi membawakan mereka nasi bungkus. Jadi, mereka tidak perlu repot untuk memasak. Melodi segera mengambil nasi bungkus yang ada di dalam plastik kemudian membagikannya kepada mereka.


"Waaaah, ayam goreng.." Gara mengikuti suara anak dalam film kartun Malaysia.


"Lo kayak baru makan ayam goreng aja." Sahut Rendi.


"Haha, Gara itu biasa makan ikan teri." Celetuk Gema. Gara, pihak yang dibicarakan langsung melemparkan tatapan tajam pada Gema.


"Udah, udah. Nggak baik ngomong pas lagi makan." Ucap Nisa. Dia memang salah satu orang yang paling kalem diantara mereka.


Masakan yang dibuat oleh Ginw rasanya tidak beda jauh dengan masakan Nilam di rumah. Cita rasa yang mereka taburkan di setiap olahannya benar-benar membuat lidah menggoda. Ingin lagi dan lagi. Tidak hanya itu, porsi yang banyak mampu membuat lambung menahan lapar selama 24 jam. Berlebihan sekali memang si Melodi.


Patut kalian ketahui. Prepare kemah mereka disponsori oleh Gina. Dari mulai nasi bungkusnya, bahan-bahan masakan lain, aneka camilan, bahkan sampai P3K. Melodi saja sampai merasa tidak enak padanya. Tapi, Gina tidak mempermasalahkan itu. Dia senang bisa ikut berpartisipasi dalam liburan anak-anaknya. Ya intinya, Gina very perfect. Dia tahu betul semua kebutuhan anak-anaknya. Nanti sepulang dari sini, Melodi harus mengucapkan terima kasih padanya. Karena tadi ia tidak sempat mengatakannya.

__ADS_1


__ADS_2