Air Mata Cinta Dara

Air Mata Cinta Dara
pencarian bukti


__ADS_3

Keesokan harinya,Reiner bangun kesiangan,saat terbangun jam sudah menunjukan pukul 8 pagi,sedangkan kelas kuliahnya di mulai pukul 8 lebih 10 menit,


"Astaga,aku kesiangan"


Dengan terburu-buru Reiner bangun dan langsung mengganti pakaiannya tanpa mandi terlebih dahulu,Reiner berlarian mengambil tas dan jaketnya,


"Sarapan dulu nak"


Panggil Bu Siska menawarkan makan pada Reiner,


"Aku sudah terlambat Bu"


Jawab Reiner sambil berlari tanpa pamit kepada ibu dan ayahnya,


Reiner melajukan motornya dengan sangat kencang mengejar jam kuliahnya yang hanya tinggal beberapa menit lagi,


Sepanjang perjalanan,Reiner teringat akan mimpi semalam,pikirannya sangat cemas memikirkan semua yang terjadi di mimpi itu,


Dan tiba-tiba saja seekor kucing hitam melintas di depannya dan membuat motor nya terjatuh karena menghindari kucing tersebut,


Reiner terjatuh dari motor hingga tubuhnya terluka,


Dan disaat yang bersamaan Sukma yang hendak berangkat kuliah melihat Reiner yang sedang kesakitan,


"Astaga itu kan Reiner"


Ucap Sukma memberhentikan ojeknya itu,


Sukma turun dari motornya dan menghampiri Reiner,


"kau tidak apa-apa rei,apa yang sudah terjadi?"


Tanya Sukma membuat Reiner terkejut dan semakin teringat akan mimpi semalam,


"Aku tidak apa-apa,hanya sedikit luka saja"


Jawab Reiner pada Sukma,


Sukma mengajak Reiner untuk pergi ke rumah sakit untuk di periksa,namun Reiner menolak dengan alasan tidak ada luka yang serius,semua baik-baik saja,


Sukma tidak bisa memaksa,hingga akhirnya dia pun kembali meneruskan perjalanannya menuju kampus,


Begitupun dengan Reiner,


...


Reiner tiba di kampus dengan kaki yang sedikit pincang karena jatuh dari motor tadi,


Kedua sahabatnya mencemaskan keadaan Reiner,


"Kau kenapa Rei,apa yang terjadi?"


Tanya Rio

__ADS_1


Reiner menjelaskan ada seekor kucing hitam melintas di depan motornya,itu sebabnya dia terjatuh untuk menghindari menabrak kucing tersebut,


"Astaga,bukankah kedatangan kucing hitam itu pertanda buruk rei"


Timpal sadam dengan polosnya,


Mendengar Sadam berucap seperti itu,membuat Reiner kembali takut akan mimpi semalam,


"Takhayul saja Lo"


Jawab Rio,


Reiner hanya terdiam seribu bahasa mendengar semua ucapan Sadam dan coba mengaitkan semua hubungan mimpinya dengan kucing hitam yang hampir dia tabrak,


"Apa mungkin semua ini berhubungan"


Tanya Reiner dalam kecemasannya,


"Berhubungan apa Rei"


Tanya Rio,


Reiner menceritakan mimpi buruknya semalam kepada kedua temannya itu,


Reiner berkata bahwa mimpi itu seakan seperti nyata,


Amira begitu sangat membenciku hingga dia ingin menghabisi ku,


Ucap Sadam,


Rio coba menenangkan Reiner dengan menyebutkan jika masalah mereka sampai berhasil di usut,makan dia tidak usah khawatir,ayah Reiner seorang dewan perwakilan rakyat,ibunya juga ketua LSM,maka dia akan sangat mudah membayar suara untuk mendukungnya dan memfitnah Amira bahwa dialah yang memaksa Reiner untuk menghubunginya,"


Rio memang ada benarnya,secara Reiner anak seorang Dewan dan ibunya ketua LSM,jadi tidak mustahil baginya bisa lepas dari jeratan hukum seperti ini,


Reiner tersenyum menang dengan ide yang diberikan Rio kepadanya,


"Yasudah,ayo kita ke kelas"


Mereka bertiga pun masuk kedalam ruangan,


...


Di tempat lain,Sukma mendapat panggilan untuk magang di sebuah rumah sakit besar di daerah kota Jakarta,


Tentunya ini menjadi hal yang sangat membahagiakan bagi Sukma,


Sukma tidak bisa menahan kebahagiaanya itu,


"Selamat Sukma,kamu mendapat panggilan magang disalah satu rumah sakit besar bernama rumah sakit sentosa"


Ucap salah seorang dosennya mengucapkan selamat,


Sukma langsung menemui adiknya di rumah sakit jiwa,dia ingin merayakan kabar gembiranya ini bersama adik tercintanya,

__ADS_1


Saat Sukma tiba di rumah sakit jiwa,Sukma melihat Amira sedang diam termenung,di tangannya masih memegang pulpen dan selembar kertas,


Sukma pun mendekati Amira dan bertanya bagaimana keadaannya,apa Amira baik-baik saja,


Namun Amira tidak menjawab,


Suster yang menemani Amira memberikan selembar kertas yang telah Amira isi dengan sebuah coretan berbentuk gudang dan ketiga pria yang dia gambarkan seperti orang lidi layaknya gambar anak kecil ketika menggambar seseorang,


Sukma tidak mengerti apa maksud dari gambar yang Amira buat di kertas itu,tapi Sukma yakin bahwa Amira sedang memberitahu sesuatu padanya melalui gambar itu,


Sukma terus mencermati gambar di kertas itu,dia masih belum mengerti,


Ada gambar gudang,3 pria dan sebuah terompet bertuliskan happy birthday,


Sukma terus menelusuri semua kaitan gambar itu,


Dan akhirnya,dia pun mulai memahami sedikit arti dari gambar yang Amira buat,


Di gambar tersebut,Amira memberitahu bahwa dirinya di lecehkan oleh 3 pria di sebuah gudang saat pesta ulang tahun,


Dan arti itu juga sama dengan apa yang dipikirkan Sukma,


"Apa maksudmu itu dek,bicaralah,apa benar yang kakak katakan kepadamu bahwa kamu dilecehkan di gedung ini"


Ucap Sukma sambil menunjuk gambar yang dia pegang,


Sukma sedikit kasar kepada Amira hingga membuatnya kembali histeris,


Dia berteriak dengan keras dan menyuruh Sukma untuk pergi darinya,


Sukma langsung meminta maaf karena telah kasar kepada Amira,


"Maafkan kakak dek,maafkan Kaka"


Sukma coba memeluknya dan menenangkannya,namun Amira masih terus berteriak,


Suster pun menyuruh Sukma untuk pergi dahulu biar suster yang menanganinya,


Sukma merasa sedih karena telah menyakiti Amira,Sukma pun mulai mengingat-ingat di pesta ulang tahun siapa Amira di lecehkan,dan gedung mana yang Amira maksud,


Mengingat usia kandungan Amira sekarang sudah menginjak 3 bulan,Sukma pun mengira bahwa kejadian itu mungkin sudah terjadi Lebih dari 3 bulan ini,


Sukma berinisiatif menghubungi semua teman Amira untuk menanyakan temannya yang berulang tahun 3 bulan yang lalu,


Sukma terus mencari informasi,hingga akhirnya Sukma mendapat sebuah info dari teman sekelas Amira bahwa yang berulang tahun 3 bulan yang lalu adalah Vidia,salah seorang teman sekelasnya di SMA Amira,


Sukma pun meminta alamat rumah Vidia untuk mencari bukti berharap Sukma bisa mendapat pencerahan dari informasi yang dia dapatkan,


Menurut informasi Vidia tinggal di sebuah apartment bersama ibu dan ayahnya,


Sukma mendatangi apartemen itu dan sebelum dia menemui Vidia,.Sukma mencari gedung yang di maksud Amira terlebih dahulu,untuk meyakinkan dirinya bahwa disinilah tempat kejadian itu terjadi,


Sukma menyusuri setiap lorong apartemen,

__ADS_1


__ADS_2