
Reiner sangat panik melihat kondisi Vidia yang sudah tidak bernyawa, namun dia tidak ingin sampai ada yang tahu jika dia tidak sengaja telah membunuhnya, dia pun berusaha bersikap tenang dan coba berpikir apa yang harus dia lakukan.
Hingga akhirnya seorang suster pun datang untuk memeriksa infus Vidia.
Reiner pun mulai melancarkan aksinya dengan melakukan drama terkejut melihat Vidia tidak bergerak.
"Suster suster, kekasihku kenapa tidak bergerak? Wajahnya juga pucat? Apa yang terjadi padanya sus? "
Tanya Reiner berlaga sok polos dengan semua yang terjadi, suster pun melihat keadaan Vidia dan mulai cemas.
Dengan wajah yang khawatir suster coba melihat wajah Vidia, cek nadi dan detak jantungnya, namun ternyata semua sudah tidak terdeteksi, dengan segera suster pun memanggil dokter untuk menangani Vidia.
"Dokter, dokter pasien sudah udak bereaksi lagi"
Ucap suster memberitahu dokter akan keadaan Vidia, dia pun segera memeriksa Vidia dan tenyata, dokter pun menggelengkan kepalanya.
"Pasien sudah tiada"
Ucap dokter saat selesai memeriksa Vidia.
"Apa dok? Vidia sudah tiada?"
Reiner terkejut dengan semua yang dokter katakan padanya, dia tidak menyangka jika Vidia bisa pergi secepat itu, Reiner menangis sedih akan kabar duka yang disampaikan dokter agar tidak ada yang curiga padanya, perlahan dia pun menuju ke ruang CCTV menyelinap masuk saat penjaga sedang beristirahat.
__ADS_1
Reiner berhasil masuk dan mencari rekaman cctv di kamar Vidia, dan benar saja, semua terekam jelas saat dirinya sedang mendekap wajah Vidia dengan bantal, Reiner pun memotong video itu dan langsung menghapusnya agar tidak ada jejak tentang dirinya jika suatu hari terjadi sesuatu.
Setelah selesai menghapus bukti, Reiner pun segera kembali ke bawah untuk mengurus Vidia.
Dengan berat hati, Reiner mengucapkan kata maaf di samping jasad sang kekasih yang selama ini selalu mencintai dan rela melakukan apa saja untuknya, termasuk menjadi pelampiasan hasratnya setiap waktu.
Reiner pun coba mengabari Sadam dan Rio namun tidak ada yang tersambung.
"Kemana mereka? Kenapa Rio tidak bisa dihubungi, Sadam juga kemana dia?"
Ujar Reiner yang masih kesal dan marah akan Vidia.
Diapun coba menghubungi Bu Siska dan memberitahu jika Vidia sudah tiada.
"Halo Bu, Bu Vidia Bu, dia sudah tiada"
"Apa Rei, Vidia sudah tiada? Why? Kapan? Kenapa ?"
Tanya Bu Siska terkejut dengan kabar duka itu.
Reiner pun menjelaskan semua yang terjadi pada Vidia dan dirinya semalam, akan Vidia yang sempat di takuti oleh bayangan Amira.
"Dan saat aku bangun, Vidia sudah tiada Bu"
__ADS_1
Reiner menangis sedih untuk meyakinkan dramanya pada sang ketua LSM.
"Apa?"
Mendengar cerita Amira dari Reiner, Bu Siska pun sangat ketakutan, dia berpikir mungkinkah sosok Amira yang semalam dia lihat juga Amira yang sama dengan Amira yang Vidia lihat?
Dr Dara tidak sengaja mendengar semua yang sedang Bu Siska bicarakan dengan Reiner di telpon, dia pun bertanya "Siapa yang meningal?"
Tanya Dara membuat Bu Siska kembali terkejut saat melihat wajah Dara yang sepintas mirip dengan Sukma.
"Hah Sukma?"
Bu Siska terjatuh ke lantai saat melihat wajah Dara,
Namun seketika Bu Siska pun kembali tersadar jika itu adalah dr Dara bukan Sukma, Bu Siska berpikir mungkin dirinya terlalu banyak memikirkan Amira semalam dengan ditambah lagi kabar meninggalnya Vidia setelah dihantui sosok Amira, itu sebabnya dia melihat sosok Sukma dalam diri dr Dara yang sedang berada di hadapannya.
"Dr Dara. Astaga, maafkan saya, saya bersikap berlebihan seperti ini? Reiner mengabari ku jika kekasihnya meninggal di rumah sakit "
Jelas Bu Siska membuat Dara sedikit terkejut, dia menghela napasnya panjang.
Bu Siska pun mengatakan pada dr Dara jika dirinya harus pergi ke rumah sakit, bisakah dr Dara menemani pak Dirga di rumah selama dia tidak ada?
Sebagai seorang dokter pribadi yang kini sedang menangani pak Dirga, tentunya itu bukanlah sebuah permintaan, melainkan sebuah kewajiban untuknya, tapi yang jadi masalah ya, Dada sendiri ingin tahu apa yang menyebabkan Vidia meninggal? Padahal sosok Amira yang selalu diperankan oleh kawannya yang lain tidak sedang bermain?
__ADS_1
"Apa mungkin terjadi sesuatu yang lain pada Vidia sehingga dia tidak?"
Pikir Dara, dia pun coba mengabari ayahnya, dr Rafi untuk menyelidiki kasus ini.