Air Mata Cinta Dara

Air Mata Cinta Dara
pertemuan dengan nek Nilam


__ADS_3

Sukma segera menghampiri wanita tua yang sedang duduk itu,


Sukma berlaga mengenal wanita tua itu demi mengecoh 2 pria yang mendekatinya,


"Nenek,kau sudah lama menungguku ya"


Tanya Sukma pada wanita itu dengan melirik kan bola matanya ke ujung kiri memberi tanda bahwa dia sedang dalam bahaya,


Awalnya Sukma mengira wanita itu tidak akan memahami tanda yang dia beri,


Tapi tiba-tiba,


"Cucuku,nenek sudah lama menunggumu,nenek sudah lapar,ayo kita cepat beli makan"


Jawab wanita tua merespon dengan baik tanda yang Sukma berikan,


Lantas dia langsung berdiri dan menuju ke arah Sukma dan berlalu meninggalkan 2 pria yang akan berniat jahat kepadanya,


Setelah di rasa aman,Sukma dan wanita tua itu masuk kedalam restoran untuk memesan makan,


"Terimakasih nak,kau telah menolongku,sebenarnya nenek juga merasa ada yang mengikuti nenek sedari tadi,namun apalah daya,aku hanyalah seorang nenek tua,kau paham kan?hehe"


Ucap wanita itu dengan senyum manis terlihat lesung di pipinya yang keriput,


"Yang terpenting sekarang nenek sudah selamat,"


Ucap Sukma,


"Oh ya nak,sebagai rasa terimakasih ku,kau boleh memesan makan apa saja,pesanlah"


Nenek tua itu menawarkan Sukma untuk memesan makan sebagai rasa terimakasihnya,


Sukma pun dengan senang hati memesan makanan yang dia sukai,


"Oh ya nek,boleh kah aku pesan untuk bawa pulang,aku teringat akan adikku "


Ujar Sukma seakan tak segan pada nenek tua yang baru dia kenal itu,


Nenek tua yang di ketahui bernama nek Nilam pun tidak keberatan,


Dia justru menawarkan pesanlah yang banyak jika Sukma mau,


Sukma dan nek Nilam banyak bicara tentang satu sama lain,hingga mereka bercanda kesana kemari dalam pembicaraannya,


Nek Nilam merasa nyaman dengan sikap Sukma yang apa adanya,nek Nilam serasa bertemu dengan cucunya,


Nek Nilam menanyakan Sukma hendak mencari tempat tinggal kemana?


Nek Nilam menawarkan Sukma untuk tinggal bersamanya,karena selama ini dia tinggal berdua dengan asistennya,


"Terimakasih nek,tidak usah,Sukma tidak ingin merepotkan nenek,biar Sukma nanti cari tempat tinggal sementara di dekat sini"


Jawab Sukma menolak secara lembut agar perasaan nek Nilam tidak sakit,


Tapi ternyata nek Nilam memaksa Sukma untuk tinggal bersamanya,

__ADS_1


Nek Nilam begitu merindukan sosok keluarganya yang kini pergi entah kemana,anak dan cucunya pergi meninggalkan nek Nilam tanpa kabar,


Itu sebabnya nek Nilam sangat kesepian sekali,dia akan merasa senang jika Sukma bersedia tinggal bersamanya,


"Tapi nek,nenek belum tahu betul siapa aku,bagaimana kalau aku orang jahat"


Tanya Sukma pada nek Nilam,


"Jika kau memang orang jahat,mungkin itu sudah takdir tuhan mengirim mu untukku agar aku bisa menjadikanmu orang baik,"


Keduanya pun tersenyum,


Sukma pun akhirnya bersedia ikut tinggal bersama nek Nilam,tapi Sukma tidak hanya ikut tinggal saja disana,di juga akan bantu bantu di rumah nek Nilam semampunya,


***


Ditempat lain 3 sekawan Rio,Reiner dan Sadam berpikir untuk keluar dari masalah mereka dengan Amira,


"Apa harus kita habisi saja Amira"


Tanya Rio dengan pikirannya yang kejam,


"Tidak,jangan itu bukanlah langkah yang baik,justru itu akan menambah masalah kita kedepannya,"


Jawab Sadam berusaha berpikir jernih,


"Lalu apa yang harus kita lakukan"


Tanya Reiner,


Sukma baru berniat ingin membalas,tali dia belum tahu siapa yang telah melecehkan adiknya?"


Ucap Sadam coba berpikir tenang,


"Tapi bagaimana jika Amira sampai bicara kepada kakaknya tentang kita"


Tanya Rio sangat panik,


"Kau benar Sadam,Sukma baru berniat,tapi dia belum tahu siapa yang telah melecehkan adiknya,masih banyak kesempatan untuk kita keluar dari masalah ini,tapi itu juga tidak menutup kemungkinan jika Amira sembuh,dia akan mengatakan siapa pelaku pelecehan kepada kakaknya itu,dan sebelum itu terjadi maka Amira tidak boleh sembuh"


Jawab Reiner dengan pikirannya yang licik,


Ide Reiner ternyata sangat diterima oleh Rio,namun tidak dengan sadam,dia masih terdiam pertanda Sadam masih bimbang akan ide yang Rio berikan,


Sadam merasa mereka sudah menghancurkan hidup Amira,tidak seharunya mereka membuat hidupnya semakin hancur,


"Bukankah Amira dan Sukma orang baik,kehidupan mereka sekarang sudah hancur,tidak adil untuk mereka jika kita semakin menghancurkan hidupnya"


Jawab Sadam membela Amira,


Reiner merasa ada yang tidak beres dengan sadam,dia merasa Sadam akan mengancam keselamatannya,tapi Reiner tidak bicara secara langsung,dia hanya merasa saja,


Meskipun begitu,Reiner juga menghargai ide Sadam,


Mereka bertiga akhirnya memutuskan untuk kembali pulang dan memikirkan jalan keluarnya besok hari,

__ADS_1


"Besok kita akan bertemu di tempat biasa oke"


Ucap Reiner sebelum pergi,


Merekapun setuju,


...


Di rumah sakit jiwa,kertas dan pulpen yang Sukma berikan kepada Amira ternyata berhasil dia manfaatkan dengan baik,


Tanpa dia sadari Amira menggambar sebuah gedung Dimana Amira di lecehkan oleh Rio dan kawan-kawan,


Meski gambarnya tidak sebagus dan sejelas penggambar handal,


Dengan Amira membuat coretan gudang tersebut menandakan dalam batin terdalam Amira,dia juga menginginkan keadilan untuk dirinya,


Dia ingin bebas dari keadaan yang selalu menghina dan menyalahkannya,hingga dia menjadi tidak waras,


Untuk malam ini Sukma tidak bisa menemani Amira di rumah sakit jiwa,Sukma harus mulai beradaptasi di rumah barunya bersama nek Nilam,


"Inilah rumah nenek nak"


Ucap nek Nilam membukakan pintu rumah menyambut Sukma datang,


Rumah besar berlantai 2 itu ternyata hanya di huni oleh nek Nilam dan 1 asisten rumah tangganya saja yang bernama Mbak Tini,


meski nek Nilam hidup berkecukupan,namun perasaannya sangat kesepian,


Kecukupan hidup yang nek Nilam dapatkan saat ini berasal dari pensiunan suaminya sebagai ABRI TNI,namun sayang sang suami yang bernama haryono harus gugur di Medan perang saat bertugas di Papua,


Nek Nilam mempunyai 2 orang putra,


Putra pertama bernama Bambang dan putra kedua bernama Haris,


Mereka sudah menikah dan berkeluarga,mereka juga mengikuti jejak sang ayah sebagai ABRI,


Karena sering di pindah tugaskan keluar kota,kedua anak nek Nilam jarang dan bahkan tidak pernah menjenguk ibunya itu,mereka seolah lupa bahwa mereka masih mempunyai seorang ibu yang harus mereka sayangi,


Namun meskipun begitu, nek Nilam tidak pernah putus mendoakan kebaikan untuk kedua anaknya itu agar menjadi orang yang hebat dan bermanfaat,


Mendengar semua kisah kedua anak nek Nilam,Sukma sedikit menitikkan air matanya,dia sangat teringat akan ibunya yang baru saja tiada,


"Maafkan saya nek,saya mellow mendengar cerita tentang kedua anak nenek"


Ucap Sukma menyeka air matanya,


"Apa keluargamu masih ada?"


Tanya nek Nilam pada Sukma,


Sukma pun menceritakan tentang sirinya yang baru saja di tinggalkan tiada oleh ibu kandungnya,


"Sebenarnya,saya hidup bertiga selama ini,paska ayah tiada,ibu membawa kami datang ke Jakarta agar kami biasa hidup bersama-sama tanpa terpisah,ibuku bekerja dengan sangat keras demi kehidupan kami supaya menjadi anak yang berguna dan sukses di masa yang akan datang,


Namun sebelum itu terjadi,ibuku meninggal kemarin di rumah sakit Citra Medika,"

__ADS_1


Ucap Sukma sedikit menerangkan tentang dirinya pada nek Nilam,


__ADS_2