
Namun ternyata Sukma tidak menemukan gedung ini,Sukma merasa ragu jika gedung itu berada di apartment ini,
Akhirnya Sukma memutuskan untuk menemui Vidia terlebih dahulu,
Sukma sampai di depan pintu apartemen Vidia,
Sukma pun memencet bel dan Vidia pun keluar,dia sangat ramah dan terlihat sangat baik dan sopan,
Sukma tidak banyak basa basi,Sukma menceritakan semua nya pada Vidia tentang Amira,
Vidia terkejut mendengar kabar dari Amira,karena dia mengira bahwa Amira pindah sekolah ke asrama,
Vidia sangat menyayangkan atas semua yang terjadi padanya,karena dia tahu,kalau Amira adalah gadis yang baik dan pintar,
Sebagai teman yang baik,Vidia pun membeberkan bahwa saat itu dia merayakan ulangtahun nya di sebuah cafe bernama cafe paradise,tidak jauh dari apartemen nya,
Vidia pun dengan sukarela mengantarkan Sukma ke cafe tersebut, berharap dia bisa menemukan petunjuk untuk Sukma,
"Amira saat ini dirawat dimana ka Sukma?apa boleh saya menengoknya sesekali?"
Tanya Vidia ingin menjenguk Amira,
"Terimakasih sebelumnya Vidia,tapi untuk saat ini sepertinya bukan waktu yang tepat untuk kamu bisa menjenguknya,doakan saja biar Amira bisa secepatnya sembuh"
Jawab Sukma menolak untuk Amira bisa dijenguk saat ini,Sukma bukannya tidak menyukai ada teman Amira yang ingin menjenguknya,hanya saja dia takut dengan kedatangan mereka akan membuat mental nya semakin terguncang,
Vidia pun memahami itu semua,
Diapun tidak memaksa,
Merekapun tiba di cafe paradise tempat dimana Vidia merayakan ulangtahunnya 3 bulan yang lalu,
Sukma melihat sekitar cafe,disana banyak sekali gedung besar,sukma pun ragu jika Amira di lecehkan di tempat ini,
Vidia pun berinisiatif untuk memeriksa rekaman CCTV di setiap sudut jalan dan di dalam cafe,tentunya dengan seijin pemilik cafe,
Sukma pun menyetujui semua saran dari Vidia,
Mereka menemui pemilik cafe dan menceritakan semuanya agar mereka bisa melihat rekaman CCTV tersebut,
Pemilik cafe pun mengijinkan,karena Vidia termasuk langganan mereka,
Rekaman CCTV pun mulai di periksa satu persatu di waktu perayaan ulang tahun Vidia,
Di rekaman CCTV cafe,Amira masih terlihat berada disana dengan gaunnya yang sangat cantik,Amira berdiri bersama teman-temannya yang lain,terlihat dia sedang bercanda tawa dengan kawan-kawannya,
Melihat senyum Amira,Sukma sungguh sangat merindukan senyumnya itu,
Air matanya nya menetes,
"Di rekaman cafe ini,tidak ditemukan kejanggalan apapun ka Sukma,apa kita harus periksa rekaman CCTV di sudut jalan itu,siapa tahu kita bisa menemukan petunjuk disana"
__ADS_1
"Baiklah,terimakasih sebelumnya Vidia,kamu sangat ingin sekali menolong kaka".
Jawab Sukma berterimakasih pada Vidia.
Merekapun menuju kantor pusat rekaman CCTV yang berada di setiap sudut jalan dekat cafe paradise,berharap mereka menemukan sebuah petunjuk,
Vidia membawa Sukma menemui staf yang mengatur rekaman CCTV tersebut,
Awalnya mereka tidak mengijinkan Sukma dan Vidia melihat semua rekaman CCTV,namun akhirnya setelah Sukma berhasil meyakinkan staf itu,dia pun mengijinkan,
"Baiklah,hanya untuk 3 bulan yang lalu ya,selebihnya tidak bisa di putar"
Ucap staf itu
Merekapun mencari rekaman CCTV tepat di hari perayaan ulang tahun Vidia,
Semua rekaman masih menunjukan tidak ada yang terjadi,
Namun setelah Sukma melihat dengan teliti lalu-lalang kendaraan yang melaju di jalan raya,dia menemukan kejadian aneh yang menurutnya sangat janggal,
"Coba perbesar lagi ini pak?"
Pinta Sukma menunjuk ke sebuah rekaman diman mobil dan motor lalu lalang seperti biasanya,namun Sukma melihat ada seseorang yang sedang bersama 3 pria di balik mobil hitam yang terekam,
Sukma penasaran,staf pun memperbesar rekaman tersebut,
"Astaga,ini tidak mungkin,".
Tangan Sukma mengepal menahan emosi melihat rekaman yang sudah di perbesar sang staf CCTV,
Sukma tidak bisa percaya jika memang Amira di lecehkan 3 pria yang sangat dekat dengan mereka,
Sukma menangis menerima semua kenyataan ini,Sukma tak kuasa menahan emosi yang bergejolak didalam hatinya,
"Yang sabar ka,mungkin ini semua sudah jalan Tuhan,"
Vidia coba menenangkan perasaan Sukma yang terguncang hebat,
Sukma terus teringat rekaman CCTV yang memperlihatkan Amira sedang di seret paksa oleh kedua pria dan satu pria berada di depannya juga terus menarik tangannya Amira dengan sebotol minuman keras di tangannya,
***
Sukma pun dengan luapan emosi yang sangat memberontak langsung menemui rumah pria yang telah melecehkan adiknya itu secara bergantian
Sebelum pergi,Sukma menitipkan pesan pada Vidia untuk menjaga rekaman cctv tentang Amira padanya,
Dia menyuruh Vidia untuk berjanji jika sesuatu sampai terjadi padanya,Sukma meminta tolong pada Vidia untuk senantiasa menjaga dan berada di sampingnya,
"Aku sangat percaya sekali kepadamu Vidia,aku berharap kau bisa menjaga ini"
Ucap Sukma saat memberikan salinan rekaman cctv tersebut,
__ADS_1
Vidia merasa keberatan dengan semua kepercayaan Sukma kepadanya,
"Tapi ka,"
Sebelum Vidia melanjutkan semua ucapannya,Sukma berlalu dengan amarah dihatinya melihat 3 pria yang telah melecehkan adiknya itu,
Sukma sangat kecewa dan tidak bisa percaya mengapa mereka bisa melakukan semuanya kepada adiknya,padahal Amira tidak pernah melakukan kesalahan kepada mereka,
Sukma pun tiba di rumah pak Dirga,
Sukma msuk tanpa mengetuk pintu,dengan luapan emosi yang sangat tinggi,Sukma memanggil Reiner dengan nada keras,
"Reiner Reiner, keluarlah"
Seluruh penghuni rumah terkejut dengan teriakan Sukma yang begitu keras,
Begitupun dengan Reiner yang kala itu hampir terlelap,
Reiner pun keluar untuk melihat siapa yang telah memanggilnya,
"Sukma,kenapa dia memanggilku dengan nada seperi itu".pikir Reiner tidak menyadari bahwa Sukma sudah mengetahui semua kejahatan dirinya dan kedua temannya,
Reiner pun turun dari kamarnya dan menuju Sukma yang terlihat sedang marah,
Pak Dirga dan Bu Siska pun terbangun dan coba melihat siapa yang telah berteriak memanggil anaknya dengan sangat keras,
Saat Reiner menghampiri Sukma,dan bertanya ada keperluan apa,tiba-tiba saja
"Plak
Satu tamparan mendarat di pipi Reiner,
"Satu tamparan untuk air mata Amira"
Ucap Sukma dengan lantang
Plak
Satu tamparan kembali mendarat di pipi satunya lagi
"Dan ini tamparan untuk air mata ibuku"
Semua yang melihat sangat terkejut dengan aksi Sukma yang telah menampar Reiner,
Bu Siska tidak terima anaknya di perlakukan seperti itu,hingga dia ingin menghajar Sukma,namun pak Dirga coba menghentikan dan melihat apa yang sebenarnya terjadi,
"Tega sekali kau melakukan semua itu pada adikku,apa salahnya,mengapa kau tega menghancurkan kehidupannya hah".
Ucap Sukma sangat marah besar kepada Reiner,
Saat itu Reiner menyadari jika Sukma sudah mengetahui semuanya,namun dia berlaga tidak mengetahui apa-apa,karena jika sampai ayahnya tahu tentang Maslah ini, maka dia juga akan hancur.
__ADS_1