
Sore pun tiba, pak Dirga sudah tidak sabar ingin segera pulang ke rumah,
Begitupun dengan Bu Siska, dalam hati dia merasa sangat kesal terus berada di rumah sakit menjaga suaminya, sedangkan semua kesibukan diluar harus dia kerjakan, namun demi menjaga citra istri baik seorang dewan dihadapan masyarakat, maka Bu Siska pun terpaksa menunggu pak Dirga di rumah sakit.
"Dengarkan ayah nak, ini langkah awal kita untuk masuk di kehidupan musuh besar kamu, ingat pesan ayah, jangan sampai hati kamu tergoyah akan semua kebaikan dan dusta mereka. Kamu harus yakin dan kuat akan prinsip kamu untuk membalaskan dendammu pada mereka, cari bukti sebanyak mungkin akan kejahatan mereka, agar mereka bisa masuk kedalam penjara, ayah kan selalu ada bersamamu"
Pesan dr Rafi sebelum melepas dr Dara pergi menemani pak Dirga dan mengurusnya.
Dr Dara pun tersenyum dengan semua pesan ayahnya itu.
"Ayah tenang saja, Dara akan melakukan apapun untuk memberikan keadilan kematian Amira, Dara tidak akan menyerah sampai mereka benar benar masuk kedalam jeruji besi."
Jawab Dara dengan penuh keyakinan.
Dr Rafi pun tersenyum melihat keyakinan di mata Dara yang begitu membara.
Dara berharap semoga pembalasannya bisa berjalan dengan lancar.
...
Diluar, Reiner ditemani dua sahabatnya sudah siap menjemput pak Dirga untuk pulang,
Dengan menaiki kursi roda, pak Dirga terlihat masih sangat lemah pasca operasi jantungnya,
__ADS_1
Dr Dara datang untuk memeriksa pak Dirga sebelum benar-benar pulang ke rumah.
Melihat pak Dirga sudah duduk di kursi roda, akhirnya dr Dara hanya bertanya bagaimana kondisinya sekarang?
"Bapak sudah tidak sabar ingin pulang ya?"
Dengan senyumnya yang manis dr Dara bertanya kepada pak Dirga.
Senyum yang membuat hati pak Dirga merasa lebih tenang.
Pak Dirga pun hanya menjawab jika dirinya memang sudah ingin pulang, dia tidak mau berada di rumah sakit, karena sangat membosankan.
Dr Dara tersenyum dengan semua alasan pak Dirga kepadanya.
Dr Dara menjawab jika nanti akan ada suster Mery yang menemani pak Dirga mengurus semua pengobatannya, namun Dara juga menambahkan jika dirinya akan datang setiap hari atau 2 hari sekali, tergantung banyak atau tidaknya pasien di rumah sakit.
"Pak Dirga tenang saja, jika saya masih belum datang, ada suster Mery yang akan selalu siap membantu bapak, bapak tidak usah sungkan padanya, dia suster yang sangat saya percaya"
Lanjut Dara pada pak Dirga.
Karena belum terlalu mengenal suster Mery, Bu Siska pun meminta dr Dara untuk ikut bersamanya untuk kali ini, karena Bu Siska masih ragu melihat perawakan suster Mery yang terlalu eksotis menurutnya.
Ya, ternyata dr Rafi da Dara, sengaja memilih suster Mery yang cantik dan seksi untuk ikut andil dalam misi balas dendamnya itu,
__ADS_1
Mereka sengaja mengutus suster Mery untuk menjaga pak Dirga agar Bu Siska merasa posisinya terancam akan keberadaan suster Mery yang lebih cantik dan muda darinya.
Dan itupun yang sedang Bu Siska pikirkan, dia tidak suka melihat keberadaan suster Mery di samping pak Dirga karena dia lebih cantik darinya.
Reiner dan Rio pun hampir tidak berkedip melihat suster Mery yang menggoda.
"Rei, lihatlah suster ayahmu, dia sangat seksi, bibirnya itu, sungguh sangat menggoda"
Ucap Rio membisikkan semua itu pada Reiner, sehingga kedua pikiran kotor mereka mulai membayangkan hal indah.
...
"Bapak tidak usah khawatir, saya akan menjaga bapak, apapun perintah bapak, akan saya lakukan sepenuh hati agar bapak bisa secepatnya sembuh"
Ucap suster Mery pada pak Dirga dengan senyumnya yang menggoda.
Bu Siska sungguh sangat tidak menyukai semua ini, dia merasa tidak nyaman dengan kehadiran suster Mery di rumahnya nanti.
Saat mereka sudah berkumpul untuk segera pulang, tiba-tiba saja Vidia datang diantara mereka,
"Selamat sore om"
Sapa Vidia pada pak Dirga dengan ramah dan mencium tangannya.
__ADS_1
Dara terkejut dengan kehadiran Vidia diantara keluarga Reiner, dalam hatinya bertanya, ada hubungan apa Vidia dengan keluarga Reiner?