Air Mata Cinta Dara

Air Mata Cinta Dara
Kecurigaan Reiner


__ADS_3

Melihat dr Dara yang terus memperhatikannya, Vidia pun memperkenalkan dirinya pada Dara.


"Hello dok, saya Vidia, calon istrinya Reiner"


Dara sangat terkejut dengan perkenalan Vidia padanya, hingga dara sampai tersedak sedikit batuk saat mendengar jika Vidia adalah calon istri Reiner.


Uhu


Uhu


"Dokter baik-baik saja?"


Tanya Bu Siska sedikit mengusap bahu Dara coba membuatnya merasa sedikit lebih tenang.


Dara pun berusaha bersikap tenang agar tidak ada yang curiga padanya.


"Tidak Bu, IM fine"


Jawab dr Dara singkat dengan tersenyum padanya.


Namun dari belakang Reiner melihat ada gelagat aneh dari dr Dara.


Dia merasa jika dr Dara tidak menyukai Vidia ada diantara mereka.


"Apa jangan-jangan dr Dara diam-diam mencintaiku ya? Itu sebabnya dia tidak suka melihat Vidia disini?"


Kata hati Reiner dengan semua rasa percaya dirinya.


Dalam hati Dara penuh dengan pertanyaan mengenai Vidia.


"Aku harus tahu semua kebenarannya?"


Pikir Dara dengan Vidia.


Karena sebelumnya Vidia adalah orang yang membantu Sukma mencari bukti kejahatan Reiner dan kawannya yang telah melecehkan Amira.


Tapi mengapa dia justru menjadi calon istrinya Reiner?.

__ADS_1


Tugas baru untuk Dara mencari tahu kebenarannya.


"Baiklah dok, kalau begitu kami pamit, terimakasih untuk semua yang dr Dara lakukan pada suami saya, saya berhutang budi pada dokter, segera dokter datang ke rumah ya, saya akan merasa bahagia "


Pamit Bu Siska pada dr Dara dengan semua dramanya.


Dara pun tersenyum dan berterimakasih atas semua ucapan Bu Siska padanya.


Dia juga berjanji jika tidak besok maka lusa dia akan datang ke rumah untuk memeriksa kembali pak Dirga.


"Baiklah dok, sampai jumpa"


Disaat semua sudah berlalu, dari belakang, Reiner msih memperhatikan Dara dengan tatapan liarnya, tatapan yang penuh dengan hasrat cintanya.


Reiner merasa yakin jika dr Dara menyukainya.


Dara pun menyadari jika seseorang sedang memperhatikannya dan ternyata


"Reiner, mengapa dia tersenyum seperti itu padaku?"


Pikir Dara melihat tingkah aneh Reiner.


...


"Kamu kenapa sih Rei?"


Tanya Vidia pada Reiner yang tidak suka melihat tingkahnya yang aneh seperti ini,


Tingkah yang sama saat dia pertama kali menggodanya.


"Apa jangan-jangan Reiner mulai terpikat dengan dokter cantik itu? Tidak tidak jangan sampai itu terjadi".


Vidia coba berpikir positif pada Reiner yang sebentar lagi akan menjadi suaminya itu.


Untuk mengalihkan rasa curiga Vidia, Reiner pun kembali memeluknya dan menggandeng Vidia menuju mobil.


"Ayolah sayang, jangan cemberut seperti itu, kamu terlihat tidak cantik jika sedang cemburu".

__ADS_1


Reiner coba menggoda Vidia yang memang sudah mencurigainya.


Vidia pun tidak tahan dengan semua rayuan Reiner padanya, hingga akhirnya diapun mengalah dan kembali tersenyum pada Reiner, coba melupakan semua kecurigaannya akan dr Dara.


Pak Dirga dan Bu Siska kini sudah masuk kedalam mobil, suster Mery duduk di samping pak Dirga dan itu membuat Bu Siska merasa semakin tidak nyaman.


"Maaf ya Bu, saya memang harus duduk disini, ditakutkan bapak nanti membutuhkan sesuatu dari saya"


Ucap suster Mery sengaja memancing Bu Siska agar marah padanya.


Bu Siska pun menampakkan raut wajahnya yang kesal pada suster Mery,


Sedangkan suster Mery pun hanya tersenyum melihat Bu Siska membencinya.


Karena ini memang sengaja rencana Dara dan dr Rafi.


Membuat Bu Siska merasa tidak tenang dengan keberadaan suster Mery.


Suster Mery dilengkapi dengan kamera tersembunyi lengkap dengan mikrofon kecil berbentuk anting yang selalu terpasang di telinganya agar Dara dan dr Rafi selalu mendengar setiap gerak-geriknya di rumah Reiner.


***


"Oh ya pa, besok mama ada meeting dengan lembaga dari Surabaya, bolehkan mama hadiri meeting itu, ini sangat penting loh"


Bu Siska meminta ijin pak Dirga untuk besok menghadiri meeting dengan LSM dari Surabaya.


Pak Dirga yang mengerti dengan semua kesibukan istrinya hanya mengangguk tanpa menjawab ijinnya.


Pak Dirga tahu betul jika dia tidak mengijinkannya pergi, maka Bu Siska akan marah padanya.


Sekalipun pak Dirga sedang sakit.


Mereka pun tiba di rumah Reiner, suster Mery pun mulai beraksi untuk merekam semua yang terjadi didalam rumah pak Dirga saat ini,


Dan rekaman itu langsung terhubung di ponsel dr Rafi.


"

__ADS_1


,


__ADS_2