Air Mata Cinta Dara

Air Mata Cinta Dara
Kecelakaan pak Dirga


__ADS_3

"Pak Dirga"


Dara segera menolong pak Dirga yang nyaris terbakar bersama mobilnya yang meledak hebat, Dr Rafi pun langsung memberi pertolongan pertama dan memanggil ambulan.


Dara membalut luka di kepala pak Dirga yang berdarah karena terbentur stir mobil dengan kerasnya,


"Apa yang terjadi padamu pak?"


Ucap Dara kala menangani luka di kepala pak Dirga yang tidak sadarkan diri.


Dara begitu sangat khawatir, dia tidak bisa membayangkan jika sedetik saja dia terlibat menyelamatkannya, maka pak Dirga akan ikut hangus bersama mobilnya.


Dara menangis memeluk tubuh pak Dirga yang berdarah, dia sangat takut sekali membayangkan semua itu.


Sedangkan pak Dirga masih belum sadarkan diri,


"Darahnya terus keluar nak?"


Dr Rafi meminta Dara untuk mencari alat kesehatannya di dalam mobil.


Dengan segera, Dara mencari dan membawanya,


Dr Rafi segera memeriksa denyut jantung pak Dirga,


"Detak jantungnya sangat lemah, kita harus segera membawanya ke rumah sakit"


Ujar drg Rafi pada Dara.


"Ambulan sedang menuju kesini ayah?"

__ADS_1


Dr Rafi meminta Dara untuk tetap menjaganya, dr Rafi melihat keadaan mobil pak Dirga yang terbakar, polisi pun kini tiba di lokasi kecelakaan.


Pak Dirga tersadar dan sedikit membuka matanya perlahan, dia melihat seorang gadis sedang mencemaskan nya dan menggenggam tangannya.


"Sukma"


Ucap pak Dirga dal ketidaksadarannya yang lemah membuat Dara sangat terkejut, dia mengira mungkinkah pak Dirga tahu jika dirinya adalah Sukma?


"Maafkan bapak nak"


Lanjut pak Dirga kemudian menutupkan matanya.


Denyut nadi di tangannya pun juga semakin melemah.


"Ayah,, ayah cepat kesini ayah, denyut nadinya sangat lemah sekali, selamatkan dia ayah aku mohon"


Pinta Dara pada dr Rafi untuk segera menyelamatkan pak Dirga.


Ambulan pun akhirnya tiba di waktu yang tepat, dr Rafi pun meminta untuk segera menanganinya,


"Aku akan segera menyusul, lakukan tindakan pertama untuk menyelamatkan nyawanya "


Perintah dr Rafi pada petugas kesehatan di ambulan.


"Ayah, Dara ikut menemani pak Dirga tidak apa-apa?"


Dara meminta ijin pada dr Rafi untuk menemani pak Dirga di dalam ambulan.


Dr Rafi terdiam sejenak mengingat pak Dirga adalah orang yang menyebabkan Sukma kecelakaan di masa lalu.

__ADS_1


Tapi melihat kecemasan di mata Dara akan keadaan pak Dirga, akhirnya dr Rafi pun mengijinkan Dara untuk menemani pak Dirga di dalam ambulan.


"Baiklah kamu temani pak Dirga, jika sesuatu terjadi hubungi ayah segera"


Dr Rafi mempercayakan semuanya pada Dara, karena Sukma/Dara adalah dokter umum, lain halnya dengan dr Rafi, dia dokter spesialis ahli bedah.


Ambulan pun membawa pak Dirga segera ke rumah sakit.


***


Di rumah, Bu Siska merasa gelisah dan cemas, hatinya tidak tenang setelah pertengkarannya dengan pak Dirga, Reiner pun justru merasa kesal karena dia mengira papanya egois.


"Biarkan saja papa pergi ma, papa selalu begitu, nanti dia juga pasti akan pulang"


Ucap Reiner pada ibunya.


Telpon rumah pun berbunyi,


Bi Sumi mengangkat telpon nya.


"Nyonya ada telpon untuk Nyonya"


Ujar Bu Sumi kemudian meletakan kembali telponnya,


Bu Siska pun penasaran, siapa yang menelpon di waktu seperti ini.


"Salam Bu, kami dari kepolisian Jakarta pusat, ingin memberitahukan jika pak Dirga mengalami kecelakaan, mobilnya menabrak pohon dan terbakar"


Bu Siska tak kuasa mendengar semua kabar yang menimpa suaminya itu, Bu Siska pun jatuh pingsan tidak sadarkan diri.

__ADS_1


"Bu...ibu"


__ADS_2