
Mendengar kabar Amira sudah tiada dan bukti nyata ada di hadapannya wanita itu sangat bersedih dan menyesal karena terlambat datang kesini.
"Amira meninggal sebulan yang lalu mba, saat melahirkan anaknya, Amira mengalami pendarahan hebat sehingga dokter tidak sanggup menolongnya?"
Suster kembali menjelaskan sebab meninggalnya Amira.
"Lantas bagaimana dengan keadaan bayinya? Apa anak itu selamat?"
Tanya wanita itu dengan serius dan membuat suster sedikit tidak nyaman.
Suster pun terdiam seakan sedang berpikir akan pertanyaan wanita itu padanya.
"Bayinya juga tidak selamat".
Jawab suster tentang bayi amira.
Wanita itu semakin lemah dan terkejut dengan kabar yang menimpa Amira dan anaknya.
Wanita itu pun langsung pergi dari rumah sakit jiwa dengan air mata yang tak bisa dia bendung.
Wanita itu lari keluar rumah sakit dan duduk di kursi tempat Amira bisaa duduk di bawah pohon tersebut.
"Amira, ini tidak mungkin? Kenapa kau tinggalkan Kaka sendirian di dunia ini? Mengapa?"
Tangis wanita itu pecah kala mengingat dan membayangkan Amira.
Suster yang tadi mengantarnya pun merasa aneh dengan gelagat dan tingkah wanita itu. Suster serasa tidak asing dengan wanita yang sedang menangisi Amira itu.
Perlahan suster pun mendekati wanita itu dan bertanya.
"Kenapa rasanya saya mengenal kakak, tingkah Kaka dan kesedihan kakak mengingatkan saya pada sosok ka Sukma, kakak dari Amira sendiri.
Dan ternyata benar saja, wanita yang sedang menangisi Amira itu adalah Sukma Kaka Amira sendiri yang selama ini menghilang.
__ADS_1
Sukma yang kini berubah wajah menjadi lebih cantik berganti nama menjadi Dara Sukmawati.
Karena pada saat kejadian kecelakaan yang menimpanya 7 bulan yang lalu.
Tubuh dan wajah Sukma sangatlah hancur dan nyaris tak berbentuk Karen kerasnya benturan di tubuh dan wajahnya. sehingga dokter Rafi orang yang menemukan Sukma tergeletak di jalanan pun akhirnya segera membawa Sukma untuk mendapat penanganan.
Saat itu dokter Rafi baru saja tiba dari Malaysia menuju Jakarta, di pertengahan jalan dia sangat terkejut karena sesuatu menghalangi jalan laju mobilnya.
Dokter Rafi sempat mengira jika seseorang yang menghalangi jalannya adalah ranting pohon yang jatuh menghalangi jalannya.
Dokter Rafi pun keluar dan berniat ingin mengalihkan pohon tumbang yang menghalangi jalannya itu.
Namun saat dokter Rafi melihat dengan seksama, betapa terkejutnya dia saat melihat ada jasad dihadapannya.
"Astaga, apa ini?"
Dokter Rafi segera menelpon polisi untuk penemuan jasad yang tidak diinginkan itu.
Dokter Rafi memeriksa denyut nadi Sukma yang tergeletak tak sadarkan diri.
"Aku harus segera membawa anak ini ke rumah sakit, "
Ucap dokter Rafi lalu mengangkat Sukma yang tergeletak. Dokter Rafi langsung membawa Sukma ke rumah sakit tempat dia bertugas.
"Cepat sus bawa dia ke ruang operasi sekarang juga?"
Perintah dokter Rafi pada semua staf saat pertama kali masuk ke rumah sakit setelah sekian lama berada di Malaysia.
Suster dan dokter bedah yang lainnya langsung turun tangan membantu operasi Sukma yang di bimbing langsung oleh dokter Rafi, seorang dokter ahli bedah yang sudah diakui kemampuannya.
"Denyut nadinya semakin melemah dok?"
Ucap salah satu suster pada dokter Rafi.
__ADS_1
"Sepertinya mustahil dia bisa selamat dok, dia sudah banyak kehilangan darah, "
Timpa dokter lain menambahkan.
Sebagai dokter yang teladan, tentunya dokter Rafi tidak suka dengan semangat yang meredup diantara regunya dalam menangani pasien.
Dokter Rafi pun coba menyuntikkan energi pada yang lain agar mereka semangat dan tidak patah semangat dalam menangani pasien yang hampir tiada.
"Ayolah kemon, apa yang terjadi pada kalian? Beginilah cara kalian menghadapi pasien yang sekarat seperti ini, ayo kita ambil langkah lain untuk menyelamatkannya."
Dengan doa yang tulus dari semua kru dokter Rafi, mereka semua mendoakan kesembuhan Sukma dan kestabilan dimasa kritisnya.
Operasi pun selesai, namun masih belum ada perkembangan, denyut nadi Sukma semakin melemah, dokter Rafi pun mulai sedikit cemas.
"Ayo nak kuatlah, kau harus bangun, kau tidak boleh tiasa, masih banyak cita dan tujuan didalam hidupmu sayang, ayo bangunlah anakku"
Bisik dokter Rafi di sisi telinga Sukma coba menguatkan dibawah sadarnya berharap Sukma bisa mendengar semua yang dia katakan kepadanya.
30 menit pasca operasi, Sukma masih belum sadarkan diri dan nadinya masih di bawah rata-rata normal.
Dokter Rafi setia mendampingi Sukma disisinya.
Entah ada ikatan batin apa antara dokter Rafi dengan Sukma,
Saat pertama kali dr Rafi melihat tubuh Sukma yang berlumuran darah dan wajahnya yang hancur, hatinya terenyuh sekaan ingin sekali menyelamatkan nyawa Sukma.
Dan ternyata jari jemari Sukma akhirnya bisa bergerak, denyut jantung di mesin pun mulai stabil meski sedikit masih naik turun.
",Syukurlah kau sudah sadarkan diri nak?".
Tanya dokter Rafi pada Sukma.
halo reader maaf ya ada bab yang di revisi.. editor meminta untuk menambahkan bab di awal 1-3 bisa di baca lagi dari bab 1 -3 nya biar lebih masuk kedalam cerita tema pernikahan penuh dengan air mata nya.
__ADS_1
Terus simak dan dukung ceritanya dengan like vote dan komentar nya ya guys 🥰