Air Mata Cinta Dara

Air Mata Cinta Dara
Amira kontraksi


__ADS_3

Sukma jatuh tersungkur dengan air mata yang kesedihannya karena wajahnya sudah tiada, bagaimana nanti Amira akan bisa mengenalinya dengan wajahnya ini?


Pikir Sukma.


Sementara dr Rafi terus meminta maaf karena sebelumnya dia sudah lancang mengambil keputusan sendiri.


Saat Sukma ditemukan sekarat oleh dr Rafi di tengah jalan, dr Rafi tidak bisa melihat wajah Sukma dengan jelas karena darah yang begitu banyak menutupi wajahnya.


Saat itupun dr Rafi dibuat gelisah akan semua tindakan yang emergency pada Sukma.


"Bagaimana ini dok? Kita harus segera mengoprasi wajahnya?"


Tanya dr Sulaiman, dokter bedah yang membantunya mengoprasi Sukma.


"Tapi kita tidak tahu wajahnya seperti apa, karena terlalu parah luka di wajahnya membuat gadis itu sangat tidak bisa kita kenali"


Lanjut dr sulaiman.


Dengan keputusan sendiri, akhirnya dr Rafi memutuskan memberi foto anaknya untuk dia gunakan pada wajah Sukma.


***


Sukma tidak bisa menyalahkan dr Rafi untuk hal ini, sebagai dokter Sukma mengerti sekali akan tindakan yang dilakukan dr Rafi padanya, namun dia juga masih syok dan belum siap dengan wajah barunya itu.


Dr Rafi membangunkan Sukma untuk bangkit,


"Bangunlah nak?"


Ucap dr Rafi pada Sukma.


"Kamu tidak terlihat buruk dengan wajah ini, tapi justru inilah awal dari kehidupan kamu sekarang, dengan identitas wajah barumu ini, keselamatan kamu tidak lagi terancam oleh keluarga penjahat yang telah melecehkan adikmu, karena mereka tidak akan mengenalmu, kamu juga bisa membalaskan dendam mu dengan identitas wajah barumu ini?"


Jelas dr Rafi membuat pikiran Sukma mulai terang dan tenang.


Sukma pun berpikir sama dengan dr Rafi, tapi apakah dr Rafi mengijinkan dirinya memakai identitas anaknya untuk dia pakai membalaskan dendamnya pada Reiner dan keluarga?.


"Selagi kamu masih berada dalam kebaikan, bapak akan selalu mendukung kamu nak?"


Dr Rafi mendukung langkah Sukma.


Sukma pun memeluk erat dr Rafi, dia menangis dalam pelukannya dan berterimakasih karena sudah memberi kehidupan kedua padanya, dengan identitas baru dan wajah barunya, maka Sukma akan memulai semua dari awal.


Dr Rafi mengusap air mata Sukma dengan halus, dia begitu merasakan kehadiran Dara dalam diri Sukma, bertambah wajahnya pun kini sama.

__ADS_1


"Jika kamu tidak keberatan, bolehkah aku menganggap mu sebagai anakku?"


Tanya dr Rafi membuat hati Sukma tersentuh.


Sukma pun kembali memeluk dr Rafi seraya mengatakan jika dirinya akan sangat bahagia jika dr Rafi menjadi ayahnya, karena dari awal Sukma sudah merasakan kasih sayang dr Rafi padanya tulus, setulus seorang ayah yang ingin selalu melindungi anaknya.


Suasana haru kini berganti bahagia diantara hati keduanya.


Dr Rafi sangat bahagia karena kini anaknya sudah kembali meski dalam raga Sukma, dr Rafi berjanji akan selalu menjaga Sukma dan mendukungnya sebagai penebus dosanya karena selama ini dia tidak terlalu memperhatikan Dara sehingga akhirnya dia kehilangan Dara untuk selamanya.


"Aku tidak akan membiarkan kamu sampai terluka dan pergi lagi dari ayah nak"


Ucap dr Rafi pada Sukma dalam pelukannya.


Sukma pun semakin dibuat haru dengan semua yang dr Rafi katakan padanya. Sukma sangat bersyukur sekali karena dia bisa dipertemukan dengan pria yang baik seperti dr Rafi.


Dr Rafi pun kini meminta Sukma untuk memanggilnya "ayah"


Sukma pun tersenyum dan mulai memanggil dr Rafi dengan sebutan


"Ayah"


Keduanya pun kini tersenyum bahagia.


Pesan dr Rafi pada Sukma.


"Baik ayah"


Dr Rafi pun menyarankan Sukma untuk melanjutkan profesinya sebagai dokter, karena kebetulan Dara juga seorang dokter, sebuah kebetulan yang sangat luar biasa bagi Sukma yang akan menggunakan identitas Dara.


***


Amira yang saat ini sedang mengalami kontraksi, begitu sangat kesakitan,


"Tolong sus sakit, tolong"


Amira meminta tolong pada suster yang menjaganya, suster pita pun segera menghubungi dokter kandungannya untuk menolong Amira dan membantunya persalinan.


Air ketuban Amira sudah pecah, Amira pun sudah mulai melemah karena kontraksi yang terus menerus sementara air ketubannya semakin mengering.


Bidan Alia yang hendak menangani persalinan Amira pun ternyata terjebak macet, sehingga dia tidak bisa tepat waktu menangani Amira.


Suster pita juga menghubungi pak Dirga, karena sebelumnya pak Dirga sempat berpesan padanya, jika terjadi sesuatu pada Amira mohon untuk menghubunginya.

__ADS_1


"Halo pak Dirga, ini suster pita yang bicara, maaf pak saat ini Amira sedang kontraksi dan hendak melahirkan, air ketubannya sudah pecah, kondisinya juga sudah pucat dan melemah, dokter Alia terjebak macet dijalan, apa yang harus saya lakukan pak?"


Ucap suster pita pada pak Dirga di sebrang telpon.


Mendengar kabar Amira hendak melahirkan, membuat pak Dirga merasa bahagia, karena sebentar lagi dia akan menjadi seorang kakek, namun dia juga merasa cemas saat suster mengatakan kondisi Amira yang lemah.


Dengan segera, pak Dirga mengirim ambulan untuk menjemput Amira dan dibawa ke rumah sakit.


"Sebentar lagi ambulan datang, segera bawa Amira ke rumah sakit, nanti saya akan menyusul".


Ambulan pun tiba pada waktunya, dengan segera Amira di bawa ke rumah sakit untuk diberi penanganan.


"Ka Sukma, ka Sukma"


Lirih Amira memanggil Sukma dalam menahan sakitnya kontraksi.


Suara sirine ambulan membuat suasana semakin mencekam akan keselamatan Amira.


"Tahan sebentar ya Amita, sebentar lagi kita sampai rumah sakit,"


Suster pita selalu menguatkan Amira.


"Dimana ka Sukma sus, beritahu ka Sukma kalau sebentar lagi ibu akan menjemput ku, aku ingin bertemu ka Sukma".


Sebuah ucapan Amira sepanjang jalan meminta untuk bertemu dengan Sukma,


Suster pita ternyata merekam semua permintaan Amira dan mengirimnya pada pak Dirga.


Pak Dirga tak kuasa menahan kesedihannya kala mendengar permintaan Amira untuk bertemu dengan Sukma.


Betapa menyesalnya dia karena ikut andil dalam pelenyapan Sukma 7 bulan yang lalu.


"Bodoh, aku memang bodoh, untuk apa aku duduk di kursi ketua dewan demi masyarakat, tapi sementara aku tidak bisa menjaga satu rakyat pun."


Pak Dirga menyesali semua kesalahannya pada Sukma .


"Aku dibutakan demi menjaga nama baik dan reputasi keluargaku, hingga aku tega melenyapkan Sukma, maafkan aku tuhan"


Isak tangis pak Dirga mengingat Sukma.


Mengingat semua potret jasad Sukma yang Rio berikan padanya.


...

__ADS_1


__ADS_2