
Reiner masih menatap Dara dengan penuh arti, entah mungkin karena Dara telah menyelamatkannya atau hal lain?
"Dokter Dara terimakasih sebelumnya karena dokter telah menyelamatkan suami saya?"
Ucap Bu Siska berterima kasih kepada Dara, dia menyentuh tangannya, namun Adara segera menepisnya,
"Maaf, tangan saya kotor "
Ucap Dara menolak sentuhan tangan Bu Siska karena sebenarnya dia tidak mau bersentuhan dengan mereka yang kotor, hanya saja alasannya menunjukan sebaliknya.
Bu Siska pun meminta maaf dan kembali bertanya pada Dara, mengapa dia bisa menemukan pak Dirga?, dimana dia berada saat suaminya mengalami kecelakaan?
Reiner pun terus melihat Dara.
Dari belakang dr Rafi pun coba membantu menjawab pertanyaan Bu Siska pada anaknya itu.
"Karena pada saat kejadian, kami ada disana, suami ibu melajukan mobilnya dengan sangat cepat tak terkendali, dan hampir menabrak setiap mobil di arah berlawanannya, termasuk mobil kami, hingga akhirnya entah apa yang dia lakukan dia bisa menabrak pohon dengan sangat keras, hingga saya sendiri tidak bisa membayangkan benturan itu, kami melihat semua itu terjadi dan langsung berhenti untuk menolong si pengemudi, sebelum akhirnya mobil suami ibu meledak dan terbakar, untunglah anak saya sangat kuat, dia berhasil menarik pak Dirga di detik-detik terakhir sebelum dirinya nyaris terbakar bersama mobilnya"
Jawab pak Dirga dengan semua yang terjadi saat kejadian.
Mendengar semua itu, Bu Siska sangat terkejut, dia ikut terbawa suasana ketakutannya akan kecelakaan yang terjadi pada pak Dirga.
Dia tidak bisa membayangkan jika pak Dirga sampai terbakar dan
"Ahh... Jangan sampai semua itu terjadi"
Teriak Bu Siska saat membayangkan kecelakaan itu.
__ADS_1
"Terima kasih dok, jadi dokter Dara anaknya dr Rafi, semoga kebaikan kalian terbalaskan oleh tuhan".
Jawab Bu Siska berterimakasih dengan gayanya yang so bijak di hadapan dr Rafi.
"Sama-sama Bu, itu sudah menjadi kewajiban kami sebagai dokter, kami tidak ingin kejadian 8 bulan yang lalu kembali menjadi penyesalan bagi kami, dimana kami tidak bisa menyelamatkan wanita yang menjadi korban tabrak lari di sebuah jalan pinggir hutan daerah Kaligarang, kasihan sekali dia, nasibnya buruk,"
Lanjut dr Rafi coba mengingatkan kembali akan kejadian yang menimpa Sukma 8 bulan silam, Dara pun menyimak semua permainan ayahnya itu dengan senyuman.
"Maksud dokter?".
Tanya Reiner serius.
Dengan raut wajah yang serius, dr Rafi pun mengatakan jika dirinya menyesal tidak bisa menyelamatkan nyawa seorang wanita yang menjadi korban tabrak lari atas nama Sukma,
"Kasihan sekali dia, tubuh dan wajahnya begitu hancur sampai tidak bisa dikenali, saat kami menemukannya dia masih bernyawa dan masih bisa mengatakan siapa namanya, namun sayang, di tengah perjalanan menuju rumah sakit dia menghembuskan napas terakhirnya, dan sebelum dia tiada dia sempat mengatakan jika dirinya hendak di habisi"
"Astaga, kasihan sekali wanita itu, ".
Kata Bu Siska ikut berempati di tengah perasaannya yang merasa sindiran keras itu untuk dirinya dan semua yang terlibat akan pelenyapan Sukma, namun meskipun begitu, Bu Siska pun tahu, tidak mungkin dr Rafi mengetahui siapa yang dimaksud Sukma, karena dia juga mengatakan jika wanita itu tidak terselamatkan.
"Ya Bu, semoga saja ada keajaiban ya, tuhan memberikan keadilan untuk Sukma, ya baiklah kalau begitu kami permisi sejenak, "
Ucap dr Rafi kembali pamit dengan mengajak Dara pergi bersamanya.
Dr Dara pun tersenyum kepada semuanya, termasuk kepada Rio dan Sadam.
"Permisi"
__ADS_1
Ucap Dara lembut meninggalkan ruang operasi untuk sejenak membersihkan dirinya pasca operasi pak Dirga.
...
Di ruangan dr Rafi,
Gelak tawa dari keduanya pun tumpah kala mengingat ekspresi semua saat mendengar apa yang dr Rafi katakan kepada mereka.
"Hahaha lucu ayah, sangat lucu, Dara melihat semua ekspresi wajah mereka, semua sangat ketakutan dengan cerita ayah tentang Sukma?"
Ucap Dara memulai perbincangannya dengan gelak tawanya akan semua yang terjadi.
Dr Rafi pun tidak menyangka jika rencana dadakannya akan berjalan begitu tepat sasaran,
Dia mengatakan jika dia hanya ingin mengingatkan kembali akan dosa mereka kepada Sukma.
"Ayah hanya ingin keadilan untuk kamu nak"
Dr Rafi memegang bahu Dara untuk kembali mengingatkan akan dendamnya kepada mereka untuk semua kejahatan yang mereka lakukan kepada dirinya dan Amira.
"Terima kasih ayah, Dara tidak akan pernah mengecewakan ayah"
Dara pun memeluk dr Rafi dengan semua rasa terimakasihnya kepada penolong hidupnya.
...
Sementara masih di depan pintu ruang operasi, semua yang merasa tersindir oleh apa yang dr Rafi katakan kepadanya mulai gelisah.
__ADS_1
Rio, Reiner dan Sadam.