
Bu Siska melajukan mobilnya dengan sangat cepat, dia merasa takut dengan sosok Amira yang dia lihat, hingga dia hampir menabrak mobil lain di depannya karena tidak bisa mengendalikan kecepatan mobilnya.
Kikkkk
Suara rem mobil Bu Siska terdengar sangat keras, untunglah dia bisa berhenti tepat pada waktunya, jika tidak mungkin sesuatu yang buruk akan terjadi menimpanya.
Keringat dingin bercucuran dengan nafasnya yang terengah Bu Siska berhenti sejenak, dia coba menarik nafas nya panjang dan berusaha tenang, Bu Siska pun coba melihat ke arah belakang jalan, terlihat jalan dibelakangnya sangatlah sepi, hingga dia pun berpikir mungkin sosok Amira yang ada di pikirannya hanyalah sebuah khayalannya saja.
Setelah merasa tenang Bu Siska pun kembali melajukan mobilnya untuk segera sampai ke rumahnya.
Sementara itu, di dalam rumah, pak Dirga sendirian akhirnya ada kesempatan dia untuk menghubungi dr Alya untuk menanyakan baby Sukma.
"Halo dokter, bagaimana keadaan cucu saya? Apakah dia baik-baik saja, maafkan aku karena aku masih belum bisa menjenguk cucuku"
Dengan suara yang berat karena menahan air mata pak Dirga sangat merindukan cucunya, anak Amira, dia ingin sekali bertemu dan menggendong cucunya itu.
Dr Alya pun mengatakan jika baby Sukma dalam keadaan baik, dia meminta pak Dirga untuk tidak mengkhawatirkannya.
"Pak Dirga tenang saja, baby Sukma baik-baik saja, pak Dirga harus sembuh dulu, nanti jika sudah sembuh baru saya beri ijin bapak untuk menjenguk baby Sukma"
Jawab dr Alya dengan keramahannya.
__ADS_1
Dengan mengusap air mata yang menetes pak Dirga pun berterimakasih pada dr Alya karena sudah mau menjaga dan mengadopsi cucunya itu.
"Terimakasih dr Alya, saya tidak tahu harus membalas kebaikan dokter dengan apa? Titip salam untuk baby Sukma, bilang padanya jika kakeknya sangat merindukannya"
Jawab pak Dirga dengan penuh keharuan dalam hatinya.
Dara yang sedari tadi mendengar semua pembicaraan pak Dirga dan dr Alya pun terbawa suasana sedih dan berpikir cucu siapa yang pak Dirga maksud,
Apa sebenarnya yang sedang pak Dirga bicarakan dengan dr Alya, dan baby Sukma siapa maksudnya?
Sungguh pertanyaan yang membuat Dara berpikir mungkinkah itu anaknya Amira.
Setelah pak Dirga menutup telponnya dengan dr Alya, Dara pun masuk kedalam kamarnya untuk memeriksa pak Dirga,
"Dr Dara"
Ucap pak Dirga segera menutup telponnya.
Dara tersenyum ramah pada pak Dirga dan perlahan menghampirinya bertanya tentang keadaannya.
"Bagaimana sekarang keadaanya pak? Sudah sedikit membaik?"
__ADS_1
Tanya Dara dengan senyum yang mirip dengan Sukma.
Pak Dirga pun membalas senyum Dara dengan hatinya yang terasa nyaman.
Dara banyak bertanya tentang keadaannya sembari memeriksa tekanan darah pak Dirga.
"Sebelumnya saya minta maaf karena datang kesini tanpa mengabari dulu, dan di waktu malam, saya baru tahu jika suster Mery sudah tidak bekerja lagi disini, jadi saya segera datang kesini menggantikan dirinya,"
Ucap Dara sembari memeriksa pak Dirga.
Pak Dirga pun hanya menjawab
"Tidak apa-apa nak"
Sebuah jawaban yang membuat hati dr Dara terenyuh mendengar kata nak terucap bibir pak Dirga padanya.
Seketika Dara pun menghentikan gerakan tangannya karena panggilan itu.
Panggilan yang sering pak Dirga ucapkan padanya dulu.
"Apa dr Dara keberatan jika saya panggil nak, jika dr keberatan saya minta maaf, melihat dr Dara saya selalu teringat dengan anak perempuan saya yang sudah tiada, itu sebabnya saya selalu spontan memanggil dr Dara dengan panggilan nak"
__ADS_1
Pak Dirga menceritakan semua isi hatinya akan kerinduannya pada Sukma kepada dr Dara, dan itu sungguh membuat Dara sangat sedih.