
Jiwa penyelamat Dara pun menggebu ketika melihat Mario yang kritis, sekuat tenaga dia berusaha untuk menyelamatkan nyawanya, sedangkan Mery sangat cemas dan khawatir jika sesuatu yang buruk akan terjadi pada anaknya itu. Dia tidak bisa membayangkan semua itu terjadi.
Namu ternyata Dara berhasil menyelamatkan Mario dari masa kritis nya, dan saat itu pula Mery berjanji akan membalas semua kebaikan Dara karena telah menyelamatkan anaknya.
...
"Sudahlah Tante Mery, jangan bahas itu lagi, Dara melakukan semua itu dengan ikhlas, dan semua ini sudah cukup untukku, maafkan Dara karena Dara telah menarik mu dalam misi pembalasan ini"
Ucap Dara meminta maaf karena Mery harus terlibat membantunya dalam misi ini, Mery pun berkata jika dia juga melakukan semua misi pembalasan dr Dara dengan senang hati.
Keduanya pun saling menatap dan tersenyum, kemudian mereka melanjutkan perjalanan nya menuju rumah sakit jiwa dimana Amira di rawat dulu.
"Aku ingin, satu persatu pelaku pelecehan adikku merasakan apa yang dia rasakan dulu"
Ujar Dara saat masuk kedalam rumah sakit jiwa itu bersama Mery dengan membawa Rio masuk bersamanya.
Sebelum dr Dara menjebloskan pelaku kejahatan pada adiknya ke penjara, dia ingin mereka merasakan dulu penderitaan yang selama ini adiknya rasakan,
Depresi, stres, di jauhi banyak orang semua derita Amira dulu.
"Satu persatu akan aku beri pelajaran."
__ADS_1
Ucap dr Dara meninggalkan Rio di dalam rumah sakit jiwa dalam keadaan tidak sadarkan diri.
...
Sementara di tempat lain, Reiner membawa Vidia ke rumah sakit, namun Vidia masih belum sadarkan diri.
"Bagaiman keadaannya dok?"
Tanya Reiner pada dokter yang menangani Vidia.
Dokter pun mengatakan jika Vidia hanya kelelahan saja,
"Tidak ada yang perlu di khawatirkan, dia hanya kelelahan saja, berikan saja dia sedikit waktu untuk beristirahat dan menenangkan pikirannya, jangan sampai dia mendapat beban pikiran yang akan membuatnya terguncang"
"Baiklah dok, terimakasih"
Dokter pun berlalu meninggalkan Reiner dan Vidia di ruang pasien.
Dalam tidurnya Vidia terus bergumam "ampuni aku ampuni aku"
Dengan raut wajah yang penuh dengan penyesalan.
__ADS_1
Reiner pun semakin dibuat penasaran apa sebenarnya yang terjadi pada Vidia.
Dalam benaknya dia berpikir mungkinkah apa yang Sadam katakan padanya tempo itu, jika Amira memang masih hidup? Dan kini dia kembali untuk membalaskan dendamnya pada mereka.
...
Di rumah, Bu Siska sedang bersiap untuk menghadiri meeting dengan salah seorang ketua LSM dari kalimantan di sebuah cafe.
Pak Dirga pun bertanya hendak bertemu dengan siapa istrinya pergi malam malam seperti ini.
"Bu Sonia, ketua LSM dari Samarinda mengadakan meeting di cafe astro, ada masalah yang harus kami bahas mengenai LSM, jadi ibu harus datang kesana pak?"
Jawab Bu Siska ketus dengan tangan yang sedang merias wajah nya.
Pak Dirga justru merasa senang karena ada kesempatan untuk dia mengabari dr Alya untuk menanyakan keadaan bayi Sukma.
pak Dirga pun hanya berpesan pada istrinya itu untuk tidak pulang terlalu malam, karena dia pergi sendiri.
"baiklah kalau begitu, hati-hati di jalan, jangan pulang terlalu malam, Reiner sedang tidak ada di rumah, nanti tidak ada yang menjemput kamu"
Pesan pak Dirga pada Bu Siska.
__ADS_1
Setelah siap, Bu Siska pun pergi dengan mobilnya sendiri menuju cafe astro.