Air Mata Cinta Dara

Air Mata Cinta Dara
Kembalinya Amira


__ADS_3

Pak Dirga yang kini terbaring dengan semua sisa tenaganya meminta Vidia untuk mengambilkan ponselnya, pak Dirga berniat menghubungi dr Alya untuk menanyakan keadaan baby Sukma.


"Ya ada om? Ada yang bisa Vidia bantu?"


"Tolong ambilkan ponsel saya"


Jawab pak Dirga dengan menunjuk ke arah ponselnya yang tergeletak diatas meja.


Vidia pun akhirnya mengambilkan ponsel tersebut dan menyerahkannya pada pak Dirga, tidak ada yang dia curigai dengan pak Dirga, hanya saja Vidia sempat bertanya hendak menghubungi siapa pak Dirga, sepertinya dia terlihat sangat khawatir? Pikir Vidia.


Tapi ini kesempatan untuk dia keluar dari kamar pak Dirga agar Bu Siska tidak menyuruhnya ini itu lagi, Vidia pun keluar dari kamar pak Dirga dengan hati-hati agar Bu Siska tidak mengetahuinya.


Masih di dalam kamar, Reiner, Rio dan Sadam masih berpikir mencari tahu tentang siapa pelaku teror itu,


"Hah aku pusing memikirkannya, lebih baik kita pergi bersenang-senang yuk, malam ini ada yang spesial di club' 9"


Ajak Reiner pada kedua kawan baiknya.


"Boleh lah, daripada kita terus pusing memikirkan semua ini, tidak ada gunanya juga kan? Yang ada kita sendiri yang pusing"

__ADS_1


Malam pun tiba, seperti biasa mereka datang ke tempat hiburan malam, tak lupa Reiner pun mengajak Vidia pacarnya,


"Kenapa tiba-tiba kamu ajak aku kesini Rei?"


Vidia tahu betul jika Reiner datang ke tempat malam seperti ini, pasti dia sedang dalam masalah.


"Aku ingin pulang Rei, kita pulang yuk, kita main di rumah saja bagaimana? Atau kamu mau kita pergi ke hotel?"


Ajak Vidia pada Reiner untuk melakukan hal gilanya.


Reiner yang saat itu sedang tidak tertarik bermain cinta dengan Vidia coba menolak dengan mengajak Vidia berjoget ria menikmati setiap alunan musik.


Vidia pun keluar dari club' itu dengan kesal.


Sementara Reiner, Rio dan Sadam masih asik dengan alunan musik di dalam club' tersebut.


Vidia berjalan menuju tempat parkir hendak membawa mobilnya, namun pada saat dia hendak membuka pintu depan, tiba-tiba saja Vidia di kagetkan dengan perempuan yang sedang duduk di dalam mobilnya.


"Heh, siapa dia? Kenapa dia bisa masuk kedalam mobilku?"

__ADS_1


Vidia pun coba membuka pintu namun terkunci dari dalam sehingga dia tidak bisa membuka pintu mobilnya untuk mengusir dan menangkap wanita yang hendak mencuri mobilnya pikir Vidia saat itu.


Vidia terus menggedor kaca mobil namun wanita itu masih duduk menghadap ke depan, hingga akhirnya Vidia coba mengubah arah melihat siapa wanita yang ada didalam mobil itu.


Dan betapa terkejutnya dia saat melihat wajah wanita itu.


"Aaaa..Amira "


Vidia pun jatuh tersungkur tepat di depan mobilnya, dan seketika lampu mobil pun menyala menyoroti Vidia yang terjatuh.


Vidia pun segera menutup matanya dengan kedua lengan karena silau cahaya lampu mobil yang menyorotnya.


Dia pun kembali dikejutkan dengan suara mobil yang menyala hendak maju menabrak dirinya.


Saat gas mobil di tancap, dengan segera Vidia pun bangkit dan berlari menghindari mobilnya sendiri yang hendak menabraknya.


Namun mobil terus melaju mengikuti arah Vidia berlari.


Vidia yang lelah dan takut akhirnya menyerah dan masuk kedalam club' mencari Reiner dan memberitahu dia jika didalam mobilnya ada Amira.

__ADS_1


__ADS_2