
Hari demi hari Sukma lalui dengan hati yang gelisah akan pikirannya pada Amira, setiap waktu dia selalu memikirkannya,
Pernah dia meminta suster untuk menghubungi nomor rumah sakit jiwa tempat dimana Amira di rawat, namun Sukma sendiri tidak hapal nomor tersebut, suster juga tidak mengetahui dimana rumah sakit jiwa yang Sukma maksudkan.
Hingga akhirnya dokter Rafi pun datang menjenguk Sukma, meski wajah Sukma masih berbalut perban, tapi untuk bicara dia cukup bisa.
Sukma mulai menanyakan kapan dirinya bisa sembuh setelah 2 bulan terbaring di rumah sakit, tentunya itu bukanlah waktu yang sebentar bagi Sukma yang harus mengurus Amira.
Dan disaat inilah, dr Rafi mulai bertanya tentang Sukma, siapa sebenarnya dia, kenapa dia bisa mengalami kecelakaan dan lain sebagainya.
"Setelah sekian lama, saya baru berani menanyakan tentang dirimu? Apa kamu tidak keberatan jika aku ingin tahu tentang mu nak?"
Tanya dr Rafi pada Sukma.
Sukma samasekali tidak merasa keberatan jika dr Rafi ingin mengetahui semua tentang dirinya. Dia justru sangat bahagia dan lega berharap dr Rafi mau membantunya untuk menemukan Amira.
Dengan nada suara yang masih lemah, Sukma menjelaskan semua tentang dirinya.
__ADS_1
"Namaku adalah Sukma, setelah ibuku tiada, aku hidup bersama adikku, aku bertanggung jawab untuk keselamatannya, karena sekarang adikku sedang sakit."
Dr Rafi juga menanyakan siapa yang menabraknya, apa yang sebenarnya terjadi pada dirinya.
Sukma pun menceritakan semua kisahnya tentang Amira yang dilecehkan oleh ketiga pemuda, dan dia berniat untuk melaporkannya pada polisi, namun karena tidak ada bukti, maka polisi tidak menerima laporannya.
"Kasihan sekali kamu nak, lau bagaimana kamu bisa sampai seperti ini?"
Dr Rafi kembali bertanya.
Sukma pun mengatakan jika semua terjadi karena bantuan yang tidak dia sangka.
Hingga akhirnya Sukma memberanikan diri mencari bukti kembali dengan datang ke rumah pelaku pelecehan tersebut.
Sukma berhasil mempunyai bukti percakapan pengakuan kejahatan mereka, dia pun segera menuju kantor polisi, namun sayang pelaku kejahatan yang sudah mengetahui semuanya langsung menyuruh sahabat dan anak buahnya untuk merebut kembali bukti yang Sukma punya, hingga akhirnya mereka berniat menghabisinya, namun bukannya celaka di tangan mereka, Sukma justru tertabrak mobil entah milik siapa.
"Astaga ini tidak bisa dibiarkan nak, ini sebuah kriminal dan kejahatan besar, memangnya siapa pelaku itu, biar saya sendiri yang menyeret mereka kedalam jeruji besi."
__ADS_1
Dr Rafi yang terbawa emosi dengan semua cerita tentang suka ikut berempati akan nasib nya
Diapun bertanya siapa pelaku yang Sukma maksud.
Dan saat Sukma hendak menyebutkan nama Reiner, pak Dirga dan Bu Siska, tiba-tiba saja suster datang kedalam kamar dan memberitahukan dokter i, jika saat ini mereka sedang kedatangan tamu penting.
"Siapa tamu itu? Dan sepenting apakah hingga kalian meminta para pasien untuk ikut menyambutnya?"
Tanya dr Rafi tidak suka dengan semua yang akan regu kesehatannya lakukan.
"Dia seorang ketua dewan rakyat pak sama istri nya , ketua LSM swadaya wanita"
Jawab suster.
Mendengar semua yang dikatakan suster, tentang kedua dewan dan ketua LSM wanita, membuat hatinya mulai berdegup kencang.
"Astaga, apa yang dimaksud mereka adalah pak Dirga dan Bu Siska,"
__ADS_1
Perasaannya pun campur aduk, Sukma takut jika pak Dirga dan Bu Siska sampai menemukannya di rumah sakit ini.