Air Mata Cinta Dara

Air Mata Cinta Dara
siapakah aku?


__ADS_3

Ditengah kegelisahan yang dokter Rafi rasakan karena Sukma tidak kunjung sadar, dokter Rafi berdoa kepada tuhan, semoga Sukma bisa segera tersadar dan kembali stabil


"Sadarkan lah dia tuhan, entah kenapa hati ini sangat peduli dengan gadis ini, sehingga aku rela memberikan wajah anakku kepadanya"


Dan ternyata Sukma sudah melakukan operasi wajah oleh dokter Rafi,


Wajah yang saat ini Sukma miliki adalah wajah anaknya yang baru saja meninggal dunia, yaitu Dara Angela Pinot.


Anak gadis satu-satunya yang kemarin meninggal di Malaysia saat dirinya sedang menempuh kuliah s3 jurusan kedokterannya.


Anak gadis dokter Rafi meninggal jatuh ke jurang saat sedang melakukan naik gunung bersama mahasiswa lainnya, namun nahas, Dara bernasib malang, dirinya harus terjatuh saat langkahnya berhenti pada pijakan yang salah sehingga dirinya terjatuh kedalam jurang.


Sempat dinyatakan hilang selama beberapa hari sebelum akhirnya ditemukan tim SAR, dara sudah menjadi jasad yang tidak utuh, mungkin karena sebagian tubuhnya sudah termakan hewan buas disana yang menemukan Dara.


Betapa terpukul perasaan dokter Rafi saat mengetahui nasib anaknya gadis yang sangat dia sayangi begitu malang, dokter Rafi sempat histeris dan tidak sadarkan diri saat melihat jasad anaknya yang sudah sangat rusak.


dr Rafi menangis sejadinya.

__ADS_1


"Dara anakku? Jangan tinggalkan ayah nak?"


Rintihan penyesalan dr Rafi saat melepas kepergian Dara untuk selamanya.


Dan karena itu pula, hati dokter Rafi langsung tergerak untuk menolong Sukma, saat dirinya menemukan Sukma yang sedang sekarat dengan tubuh dan wajahnya yang sangat rusak.


Tanpa banyak bertanya, dokter Rafi langsung memberi penanganan untuk Sukma dan meminta dokter ahli bedah yang lain untuk mengoprasi wajahnya dan mengganti dengan wajah Dara anaknya yang sudah tiada.


"Pak Rafi yakin dengan semua ini?"


Tanya dokter Sulaiman saat dirinya hendak mengoprasi wajah baru Sukma.


***


Dokter Rafi yang sedari tadi duduk di samping Sukma berharap dia bisa secepatnya sadar, akhirnya merasa cukup lega melihat jari jemari Sukma mulai bergerak.


Dengan segera, dokter Rafi kembali memberi penanganan pada Sukma agar dia bisa cepat sadar.

__ADS_1


Perlahan Sukma pun mulai membuka matanya dan melihat seseorang ada dihadapannya.


Dalam keadaan terbaring, Sukma akhirnya sadar, namun tidak bisa terbangun karena bekas kecelakaan keras yang kemarin dia alami.


"Cukup, sudah cukup, jangan banyak bergerak dulu nak, kamu baru saja sadarkan diri setelah dua Minggu terbaring koma, jangan sampai kamu merasa kesakitan lagi"


Pesan dokter Rafi pada Sukma.


Mendengar jika dirinya sudah terbaring koma selama dua Minggu membuat Sukma sangat terkejut, dia sangat teringat akan Sukma.


"Ya tuhan tolong lindungi adikku, sedang apa dia sekarang, dan bagaiman keadaannya, maafkan kakak dik, pasti kamu sangat cemas "


Ucap hati Sukma kala menyadari jika dirinya saat ini sedang berada di rumah sakit dalam penanganan dokter Rafi.


Dengan kepala yang masih berbalut perban pasca operasi, Sukma masih belum bisa bergerak, luka ditubuhnya pun hampir 100 % itu sebabnya dokter Rafi menyarankan agar Sukma jangan dulu bergerak sampai waktunya tiba.


Pemulihan kesembuhan Sukma akan memerlukan waktu yang cukup lama, karena beberapa tulang di punggung dan pinggangnya retak, itu sebabnya dokter Rafi menyarankan agar Sukma jangan banyak bergerak dahulu agar dirinya bisa cepat pulih.

__ADS_1


dokter Rafi pun mengurus Sukma dengan tulus setiap harinya.


__ADS_2