Air Mata Cinta Dara

Air Mata Cinta Dara
Teror part 1


__ADS_3

Pada pagi itu, Seorang kurir datang ke rumah Rio untuk mengantar paket untuknya.


Paket yang sangat mencurigakan menurut Rio.


"Maaf mas, ini ada paket atas nama Rio, boleh minta tandatangannya disini sebagai penerima"


Ucap sang kurir.


"Tapi saya tidak ada pesan apapun mas, mungkin mas salah orang,"


Jawab Rio menolak paket atas namanya.


Melihat sang kurir yang bersikeras jika paket ini ditujukan untuknya, Rio pun akhirnya menerima dan melihat siapa pengirim paket tersebut.


"Tidak ada nama pengirimnya, lalu siapa yang mengirim ini? Dan apa isinya?"


Karena penasaran Rio pun membawa paket tersebut kedalam rumah dan membukanya di dalam.


Sebuah paket berbentuk kotak dengan dibungkus plastik hitam coba Rio buka, dan betapa terkejut Rio saat melihat isi paket tersebut.


"Sial, siapa yang berani mengerjai ku seperti ini?"


Ujar Rio yang marah karena melihat isi paket tersebut ternyata sebuah boneka bayi dan foto dirinya yang sudah Dara beri tulisan (MATI) dengan tinta berwarna merah cair, sehingga tulisan tersebut sedikit basah.


Rio marah dan coba cari petunjuk siapa pengirim paket itu.


"Aku harus tahu, siapa yang telah mengirim semua ini, dia tidak tahu sedang berurusan dengan siapa saat ini"

__ADS_1


Kata Rio dengan penuh amarah.


Rio terus mencari petunjuk, namun tak kunjung dia dapatkan, karena kesal, Rio pun membuang boneka bayi itu dan melemparnya ke tanah, namun betapa terkejutnya dia saat melihat ada tulisan kecil di kepala boneka bayi berbahan karet itu, Rio coba meraih kembali boneka tersebut dengan tangannya yang gemetar, dia pun akhirnya meraih boneka itu dan melihat dengan jelas tulisan di belakang boneka adalah AMIRA.


"Tidak mungkin, tidak, Amira sudah mati, ini pasti ada yang tidak beres, "


Pikir Rio dengan perasaannya yang takut akan Amira.


Rio pun kembali membuang boneka itu dengan melemparnya ke luar.


Rio segera menghubungi Reiner untuk memberitahu semuanya, namun ternyata Reiner sedang berada diluar sehingga dia tidak bisa menjawab panggilan Rio .


.


"Ayo angkat dong Rei, angkat".


Rio mulai cemas dengan bayang-bayang dari boneka Amira itu.


Belum sampai Rio menghubungi Sadam, suara bel pintu rumah pun berbunyi dan membuatnya terkejut.


"Ting tong"


Perasaan Rio pun semakin tidak karuan, namun saat dia melihat dari balik jendela, ternyata Sadam yang datang.


Dengan segera Rio membukakan pintu rumah agar Sadam bisa cepat masuk.


"Ayo, ayo cepat masuk"

__ADS_1


Dengan raut wajah yang ketakutan, Rio meminta Sadam untuk segera masuk kedalam rumah.


Sadam pun ikut cemas melihat tingkah sahabatnya yang ketakutan.


"Sadam, apa kamu tahu tentang ini?"


Tanya Rio memperlihatkan foto dirinya dan selambar foto bersama Sadam dan Reiner.


Dengan ekspresi yang seakan tidak percaya, Sadam pun mengatakan jika dirinya juga mendapatkan kiriman paket yang sama dengan Rio,


Fotonya pun sama?


Niat Sadam kerumahnya memang ingin menanyakan tentang hal ini.


"Tapi kamu tahu siapa pengirim semua ini?"


Tanya Sadam.


Sadam pun menjelaskan jika dia menemukan sebuah nama di boneka bayinya yaitu Amira.


"Apa mungkin Amira yang melakukan semua ini untuk balas dendam pada kita?"


Tanya Sadam pada Rio.


"Tidak mungkin, dia kan sudah mati, bahkan pak Dirga sendiri stres dan jatuh sakit karena kematian Amira, kamu ingat itu kan?"


Jawab Rio coba berpikir siapa yang bisa dan berani melakukan semua ini kepadanya?

__ADS_1


"Apa ini prank dari Reiner untuk kita?"


Tanya Sadam, keduanya pun terdiam dan menghela napasnya panjang.


__ADS_2