Air Mata Cinta Dara

Air Mata Cinta Dara
Sunita


__ADS_3

Dokter Rafi yang belum mendengar semua kisah tentang Sukma dan siapa orang yang hendak melenyapkannya akhirnya berlalu meninggalkan Sukma untuk menemui tamu penting tersebut.


"Sebentar ya nak, bapak akan segera kembali"


Tanpa mendengar jawaban Sukma, dr Rafi pun berlalu, Sukma pun mulai gelisah, karena dia sangat tahu jika pak Dirga dan Bu Siska lah tamu yang hendak datang ke rumah sakit dia di rawat kini.


Sekuat tenaga, Sukma coba bangkit dari pembaringannya, namun semua sia-sia, tubuhnya masih kaku, kakinya pun masih belum bisa dia gerakkan,


Retakan tulang di sekujur tubuhnya membuat Sukma harus bersabar menerima nasib yang sedang menimpanya.


Sukma terus berdoa pada Tuhan, semoga pak Dirga dan Bu Siska tidak sampai menemukannya.


Tidak lama kemudian, terdengar suara langkah kaki yang menuju ke kamarnya.


Pintu kamar pun terbuka, suster dan dokter Rafi kembali ke kamarnya.


Sukma pun merasa lega,


"Syukurlah, pak Dirga dan Bu Siska tidak kesini, jika tidak apa yang akan terjadi, lindungi aku tuhan"


Ucap Sukma dalam hati.


Dr Rafi pun kembali menghampiri Sukma yang terbaring, dia melihat ada kecemasan di mata Sukma.


"Kamu kenapa nak? Apa yang sedang kamu pikirkan? Tenanglah"


Ucap dr Rafi pada sukma.


Selang beberapa menit, suara langkah kaki pun kembali terdengar, ternyata pak Dirga dan Bu Siska masuk ke ruangannya.


Sukma pun tidak tenang, dia sangat ketakutan melihat kedatangan mereka ke kamarnya.


Ingin sekali Sukma lari dari sana saat itu juga.


"Ayo masuk pak, inilah korban tabrak lari yang saya maksud"


Ucap dokter Rafi pada pak Dirga.


Pak Dirga pun mendekati Sukma yang terbaring dan masih berbalut perban di wajah, kaki dan tangannya.

__ADS_1


Pak Dirga tidak mengenal Sukma, hingga diapun berkata.


"Yang sabar nak, kami akan berusaha untuk memberi keadilan untukmu,"


Ucap pak Dirga pada Sukma yang lemah.


Sukma baru menyadari jika pak Dirga tidak mengenalnya karena wajahnya tertutup, namun pak Dirga coba menatap mata Sukma,


Pak Dirga merasa mengenal tatapan mata gadis itu.


"Oh ya siapa nama gadis ini?"


Tanya Bu Siska,


Sukma kembali takut setelah Bu Siska menanyakan namanya pada dokter Rafi.


Tatapan mata Sukma sangat tajam pada dokter Rafi, dia berharap dokter Rafi akan mengerti akan kode yang dia berikan padanya agar tidak memberitahu siapa namanya.


"Su "


Ucap dokter Rafi kala menjawab pertanyaan pak Dirga.


"Sunita"


Tatapan mata Sukma kembali tenang saat dr Rafi berhasil memberikan nama palsunya pada pak Dirga, meski dalam hati Sukma bertanya mengapa dokter Rafi mengerti kodenya?


Ada ikatan apa dirinya dengan dr Rafi?


Mendengar nama Sunita, pak Dirga dan Bu Siska pun menghampiri Sukma dan memberi semangat untuk bangkit kembali pasca kecelakaan.


"Kamu yang kuat ya nak, aku yakin, kamu adalah wanita yang kuat, kamu pasti akan kembali bangkit dan mencari keadilan untukmu".


Ucap Bu Siska pada Sukma.


Dalam hati Sukma terus menggerutu, ingin sekali Sukma menampar mulut Bu Siska saat dia mengucapkan semua kata dusta itu padanya.


"Munafik, kalian semua munafik"


Dalam hati Sukma marah, dia terus menatap pak Dirga yang ternyata terus melihat dirinya.

__ADS_1


Pak Dirga diam seakan sedang berpikir kala melihat Sukma, entah apa yang dia pikirkan, pak Dirga terlihat sangat sedih melihat Sukma.


Amarah Sukma pun mulai meluluh kala melihat tatapan pak Dirga yang penuh dengan kasih sayang dia rasakan,


Sukma sangat merasakan jika saat ini pak Dirga sangat peduli padanya dengan tulus.


Pak Dirga adalah orang baik, namun karena menjaga nama baik reputasi dan keluarganya, dia berubah menjadi seperti itu.


"Aku tahu pak, kamu adalah orang baik, hanya saja kekuasaan sudah membuatmu berubah"


Pikir Sukma kala melihat pak Dirga.


***


Bu Siska dan pak Dirga pun pamit pergi pada Sukma dan dr Rafi,


"Semoga lekas sembuh ya nak"


Pak Dirga mengusap kelapa Sukma dengan lembut, dan membuat air mata Sukma menetes dengan belaian tangan di kepalanya.


Selepas mereka pergi, dr Rafi meminta suster untuk meninggalkannya berdua bersama Sukma.


"Tolong tinggalkan kamu sebentar sus, ada yang ingin saya tanyakan pada pasien?"


Pesan dr Rafi pada suster,


Suster pun keluar dari ruangan Sukma.


Saat semua sudah pergi, Sukma pun tak kuasa Manahan tangisnya, Sukma menangis sejadinya saat menyadari pak Dirga sudah berlalu bersama kenangan indah bersamanya.


Air mata Sukma membasahi perban di wajahnya.


"Apa yang sebenarnya terjadi? Apa kau mengenal mereka? Mengapa kamu tidak mau jika mereka tahu namamu"


Tanya dr Rafi.


Sukma pun mengatakan jika orang yang hendak menghabisinya adalah mereka, kluarga Bu Siska dan anaknya.


"Astaga, apa yang kamu katakan itu benar?"

__ADS_1


Dr Rafi sangat terkejut dengan semua yang Sukma katakan padanya.


Dia tidak menyangka jika seorang ketua dewan dan ketua LSM yang notabene adalah orang baik pencari keadilan, ternyata tidak lebih dari seorang penjahat.


__ADS_2