
Dara dan dr Rafi kini bergegas menuju mobil untuk kembali ke rumah dr Rafi,
"Kamu sudah siap nak?"
Tanya dr Rafi pada Dara.
Dengan nada suara yang bahagia, Dara menjawab jika dirinya sudah sangat siap untuk keluar dari rumah sakit ini.
Dr Rafi pun tersenyum melihat tingkah Dara.
Keduanya pun kini berjalan menyusuri lorong rumah sakit dengan bahagia,
"Dr Rafi"
Seseorang memanggil dr Rafi dari belakang,
Dara pun melihat siapa yang memanggil ayahnya.
"Bu dokter, ini bayi siapa?"
Tanya Dara saat melihat wanita yang memanggil ayahnya ternyata dr Aliya yang sedang menggendong seorang bayi.
Dara pun membawa bayi itu dari gendongan dr Aliya dan berpindah tangan padanya,
"Lucu sekali bayinya dok? Siapa na kamu dik?"
Tanya Dara pada bayi mungil itu dengan gemas,
Dara terus melihat dan menggoda bayi itu dengan sangat asyik.
Namun seketika Dara terdiam saat melihat di atas dada bayi itu ada tanda hitam berbentuk bulat kecil, tanda lahir dama yang Amira miliki,
"Amira"
Ucap Dara dalam hati saat melihat tanda itu,
Perasaannya pun kini mulai tidak karuan kala Dara menatap wajah bayi dengan seksama, Dara menatap wajah bayi itu dengan dalam.
__ADS_1
"Kenapa aku merasa tidak asing melihat wajah kamu dik?"
Tanya hati Dara saat melihat wajah bayi itu.
Ternyata ikatan batin mereka sudah tercipta saat itu juga, dimana Dara menggendong dan memeluk bayi Amira dengan penuh kasih sayang,
Meski Dara tidak menyadari hal itu, tapi itu sudah menjadi garis takdir keduanya.
Setelah merasa puas menggendong bayi itu, akhirnya Dara pun memberikan kembali bayi Amira pada dr Aliya.
Dr Aliya pun bertanya pada dr Rafi mengenai baby sister yang akan membantunya mengurus Sukma di rumah.
"Oh ya, tadi saya sudah hubungi Bu Mariam katanya nanti sore dia baru berangkat ke Jakarta, nanti jika beliau sudah sampai kesini, biar saya sendiri yang mengantar langsung ke rumah dr Aliya"
Jawab dr Rafi mengenai baby sister yang akan bekerja di rumah dr Aliya untuk membantunya merawat baby Sukma.
Dara pun bertanya siapa nama bayi itu.
"Sukma dirgantara"
Jawab dr Aliya membuat Dara terkejut,
Tanya hati Dara yang penasaran dengan nama bayi yang akan diadopsi dr Aliya.
Dr Aliya pun mengatakan jika baby Sukma adalah anugrah dari Tuhan untuknya,
Di tengah perjuangannya untuk mendapat seorang bayi, setelah 7 tahun menanti akhirnya tuhan menjawab semua doanya, meski baby Sukma tidak lahir langsung dari rahimnya, setidaknya dia hadir dan lahir dengan bantuan tangannya.
"Ibu sangat bahagia dengan kehadiran baby Sukma diantara kami nak Dara, rasanya ibu tidak bisa mengungkapkan semua kebahagiaan atas hadiah terindah ini, semoga kamu jadi anak yang baik ya nak"
Ucap dr Aliya tentang baby Sukma.
Dr Rafi yang menyadari jika Dara mulai terbawa hati karena nama bayi dr Aliya sama dengan nama jati dirinya pun langsung pamit pada dr Aliya.
"Kalau begitu kamu pamit ya dok, nanti saya hubungi dr Aliya lagi untuk kabar dari Bu Mariam"
"Baik dr Rafi, terimakasih"
__ADS_1
Jawab dr Aliya yang masih asik menggendong baby Sukma.
...
Sepanjang jalan, Dara terus memikirkan bayi Sukma,
"Ada apa denganku ini? Mengapa aku terus memikirkannya?"
Dara mulai gelisah dengan semua yang dia pikirkan.
Dr Rafi pun bertanya mengapa Dara terlihat sangat cemas dan khawatir.
Dara pun menjawab jika dirinya tidak apa-apa, dia hanya sedang memikirkan bayi dr Aliya.
"Oh bayi itu, ibunya tiada saat dia di lahiran, dia juga sebatang kara, tidak mempunyai keluarga, tidak ada satupun yang bisa dihubungi, itu sebabnya dr Aliya memutuskan untuk mengadopsi bayi itu, karena dr Aliya pun memang sudah lama menginginkan seorang bayi"
Penjelasan dr Rafi.
"Kasihan sekali ibunya, dia sudah berjuang membesarkan bayi itu selama 9 bulan di dalam perut nya, namun ternyata tuhan berkata lain, takdir memang tidak ada yang tahu ya yah?"
Ujar Dara kembali bercengkrama dengan sang ayah angkatnya, keduanya pun terlihat sangat bahagia dengan hidup baru mereka.
Dr Rafi sangat menyayangi Sukma/Dara, begitupun sebaliknya, kasih sayang yang sekian lama dr Rafi curahkan untuknya membuat hati Sukma luluh dan menerima dr Rafi sebagai ayahnya.
Dara pun meminta dr Rafi untuk pergi ke rumah sakit jiwa terlebih dahulu sebelum ke rumahnya,
"Baiklah sayang, kemanapun akan ayah antar asal anak ayah bahagia"
Jawab dr Rafi yang membuatnya tersenyum bahagia.
...
"Awas ayah, "
Dr Rafi yang tidak sadar jika dari arah berlawanan, ada mobil yang sedang melaju kencang ke arahnya, dengan segera mereka menghindar agar tidak terjadi kecelakaan.
Namun naas mobil yang melaju kencang itu justru menabrak sebuah pohon dengan sangat keras hingga mobilnya rusak parah dan nyaris meledak.
__ADS_1
Dan untunglah sebelum mobil itu terbakar hebat, dr Rafi dan Sukma berhasil menyelamatkan sang pengemudi.
Dan betapa terkejutnya mereka saat melihat siapa pengemudi yang nyaris mencabut nyawa mereka dan nyawanya sendiri.