
Dr Aliya yang akhirnya mengerti dengan semua jalan cerita yang pak Dirga beritahu merasa terketuk untuk membantunya, hingga akhirnya dr Aliya berani melanggar kode etik kedokterannya dengan memalsukan kematian seseorang demi menolong Amira dan bayinya.
Tepat di waktu yang sama saat pak Dirga dan dr Aliya menyepakati keputusan mereka, Reiner datang dari belakang dan langsung memanggil sang ayah.
"Papa kau ada disini?"
Tanya Reiner mengejutkan pak Dirga dan dr Aliya, keduanya pun membubarkan diri dengan memberi kode untuk merahasiakan kesepakatan Mereke.
Dengan cemas Reiner menghampiri pak Dirga dan bertanya sedang apa dirinya di rumah sakit? Apa yang terjadi padanya?
Menyadari jika Reiner sedang mencemaskan nya, pak Dirga pun mengatakan sesuatu pada Reiner.
"Sebenarnya papa sedang menunggu kelahiran cucu papa disini?"
Jawab pak Dirga dengan wajahnya yang datar.
Reiner merasa terkejut, cucu apa yang di maksudkan ya.
"Maksud papa apa?"
Tanya Reiner lagi.
"Amira sudah tiada"
Sebuah kabar yang membuat Reiner semakin terkejut mendengarnya.
"Papa tidak sengaja melihat Amira berada di sebuah ambulan, kemudian papa mengikutinya dan ternyata Amira hendak melahirkan, ya melahirkan anakmu, cucu papa, namun ternyata sampai tiba di rumah sakit, Amira sudah banyak kehilangan air ketuban dan mengalami pendarahan yang sangat hebat, hingga akhirnya Amira tidak bisa diselamatkan"
Penjelasan pak Dirga yang dia karang untuk menutupi Amira dari Reiner.
__ADS_1
Reiner pun terdiam dengan kabar yang di beritahu papanya tentang Amira.
Dia tidak menyangka jika Amira bisa meninggal dalam keadaan seperti ini.
Namun bagi Reiner, kabar ini justru menjadi sebuah kabar gembira, Karena dia tidak harus mengotori tangannya untuk memberi pelajaran pada Amira dan menutup semua kisah tentang Amira dan kejahatannya di hidup Reiner.
Reiner pun tersenyum licik ke arah pak Dirga, kemudian suster pun keluar dan memanggil pak Dirga untuk segera masuk.
"Seseorang yang bernama pak Dirga? "
"Ya saya sus?"
"Mohon bapak masuk sebentar ya "
Pak Dirga akhirnya masuk dan meminta Reiner untuk tetap diluar menunggunya.
...
Pak Dirga melangkahkan kaki menuju Amira dan memegang lengan kecilnya itu dengan lembut, air mata pak Dirga membasahi lengan Amira yang menyesal karena telah menghancurkan kehidupannya dan kakaknya.
"Aku berjanji Amira, bapak akan melakukan apa saja untuk melindungi kalian demi menebus dosa bapak pada Sukma"
Ucap hati pak Dirga mencium tangan Amira.
Amira pun tersadar dengan semua kelemahannya dan melihat pak Dirga ada di hadapannya.
"Tolong jaga anak saya pak, Amira mohon lindungi putri Amira, sayangi putri Amira seperti bapak menyayangi kami"
Ucap Amira seakan tahu jika pak Dirga sangat menyesali semua kejahatannya pada Amira dan Sukma.
__ADS_1
"Waktu Amira mungkin tidak akan lama lagi, tapi Amira yakin bapak akan bisa membesarkan putri Amira dengan baik"
Belum sempat pak Dirga menjawab semua permintaan Amira padanya, bunyi detak jantung Amira di mesin pendeteksi membuatnya terkejut,
Suster yang melihat langsung memanggil dokter dan meminta pak Dirga untuk menepi.
Tak terdengar lagi suara Amira yang memintanya untuk melindungi putrinya.
Garis jantung Amira pun kini mulai lurus seiring dengan berhembusnya napas terakhir Amira di depan matanya.
Pak Dirga mundur perlahan dengan perasaan yang hancur melihat Amira yang tiada dalam genggaman tangannya.
"Tidak mungkin, ini tidak mungkin"
Dokter dan suster berjibaku menyelamatkan nyawa Amira dengan segenap kekuatan mereka, namun sayang, pendarahan hebat yang Amira alami membuat nyawa nya tidak bisa tertolong.
"Maafkan saya pak, kami sudah melakukan semua yang kami bisa, Amira sudah tiada"
***
Di lain tempat, Sukma merasakan ada hal yang aneh dengan dirinya, dadanya terasa sesak dan merasa sakit hati namun entah apa sebabnya.
"kenapa dengan dada ini, kenapa hati ini merasa sakit?"
tanya hati Sukma akan perasaanya yang tidak menentu.
***halo guys ..
maaf ya min, utk 2 bab kemarin agak kesana kemari ceritanya, tapi sudah direvisi kembali, Mimin semua bisa membacanya lagi agar lebih masuk kedalam cerita selanjutnya.
__ADS_1
maklum author tidak bisa fokus karena kami disini sedang terkena musibah, saudara kami meninggal dunia, mohon doa dari semua semoga amal ibadahnya di terima di sisi Allah..
semoga reader semua juga sehat selalu 🤲🙏🏻 tetap stay tunggu up nya ya..jangan lupa klik vote like komen sebanyak-banyaknya nanti kita bagi2 THR bagi yg beruntung 🙏🏻***