Air Mata Cinta Dara

Air Mata Cinta Dara
Masuk dalam perangkap


__ADS_3

Tentunya Bu Siska sangat terkejut karena dr Dara bisa menebak semua yang dia pikirkan mengenai foto itu,


Bu Siska pun membalikkan badannya dengan gaya yang cukup elegan selayaknya ketua LSM.


Bu Siska berusaha menutupi kebenaran apa yang dia pikirkan dari dr Dara?


Dia justru balik bertanya pada dr Dara, mengapa dirinya bisa berpikir seperti itu padanya?


Dr Dara pun tersenyum, seakan tidak mau kalah dengan gaya elegan Bu Siska yang perlahan berjalan menghampirinya.


Dr Dara tersenyum dan berkata.


"Saya hanya menebak apa yang sedang ibu pikirkan saja, jika saya salah maafkan saya?"


Jawab dr Dara meminta maaf.


Bu Siska pun tersenyum dan memaafkan dr Dara.


Padahal dalam benak Bu Siska, tersimpan kecemasan yang begitu dalam saat dr Dara mengatakan tentang Sukma dan Amira, dia takut jika dr Dara mengetahui semua rahasia keluarganya.


Bu Siska pun coba mencaritahu sejauh mana kedekatan diantara mereka dengan Sukma.


"Oh ya memangnya Sukma selalu bicara apa saja dengan dokter?"


Rencana Dara pun berhasil, akhirnya Bu Siska masuk dalam perangkapnya untuk terus bertanya tentang Sukma kepadanya.


Dara berdiri dan berjalan pelan mengelilingi Bu Siska dengan menjawab jika Sukma menceritakan semua tentang masalahnya.


Kening Bu Siska pun mengkerut sekan berpikir masalah apa yang Sukma ceritakan pada dr Dara?


"Semua masalah hidupnya, dan hidup adiknya, kasihan Sukma dia harus berjuang sendiri untuk keadilan adiknya yang sekarang sedang sakit gangguan jiwa, tapi sebelum berhasil, Sukma hilang bak ditelan bumi, entah kemana dia sekarang? Saya pun merindukannya"


Jawab dr Dara.


Betapa terkejut Bu Siska saat Dara menceritakan semua itu padanya.


"Apa mungkin Sukma juga menceritakan tentang pelaku pelecehan adiknya?"

__ADS_1


Setelah itu dengan polosnya Dara bertanya pada Bu Siska, mengapa dia ingin tahu tentang Sukma? Ada hubungan apa Bu Siska dengannya?


Bu Siska pun semakin dibuat tidak berkutik dengan pertanyaan tersebut, suaranya terasa berat untuk bisa menjawab pertanyaan dari Dara.


Namun untunglah sebelum dirinya bisa menjawab semua pertanyaan Dara, ponsel Bu Siska berbunyi.


"Sebentar dok, anak saya menelpon?"


Ujar Bu Siska meras lega karena dirinya bisa menghindar dari semua pertanyaan Dara.


Dara pun tersenyum melihat ketakutan di wajah Bu Siska.


"Ini belum apa-apa Bu, sebentar lagi hidupmu pasti tidak akan tenang"


Ucap Dara melihat kepergian Bu Siska dari ruangannya.


...


"Untunglah kau menelpon ibu nak, jika tidak ibu tidak tahu harus menjawab apa pada dr Dara"


Kata Bu Siska pada Reiner yang telah menyelamatkannya.


Dalam hati, dia juga berpikir kenapa bisa dr Dara dekat dengan Sukma? Apa sebenarnya yang terjadi?


Untuk menghindari agar ibunya tidak salah menjawab, Reiner pun segera menelponnya agar Bu Siska bisa keluar dari ruangan dr Dara.


"Dari pertama aku melihatnya, entah kenapa aku merasa mengenal dr Dara? Dia serasa tidak asing bagiku, tapi siapa dia sebenarnya?"


...


Bu Siska pun memberitahu suaminya jika dirinya bisa dirawat di rumah dalam pengawasan dr Dara.


Pak Dirga merasa tenang, karena akhirnya dia bisa pulang meskipun masih dalam pemeriksaan dr Dara.


Vidia pun nampak datang untuk menjenguk pak Dirga di rumah sakit, Vidia yang dulu membantu Sukma mencari bukti kejahatan Reiner dan kawannya.


Vidia terlihat membawa buah-buahan untuk pak Dirga.

__ADS_1


Reiner pun menyambut kedatangan Vidia di depan pintu kamar pak Dirga dengan bahagia.


"Sayangku, cintaku, manisku, akhirnya kamu datang juga"


Reiner mencium dan memeluk Vidia dengan romantis.


Dara yang kebetulan melihat semua itu pun terkejut.


"Vidia, bukankah itu Vidia temannya Amira? Sedang apa dia disini? Dan mengapa dia terlihat sangat mesra dengan Reiner? Ada hubungan apa diantara mereka?"


Tanya hati Dara yang penasaran dengan semuanya.


Untuk mengetahui semuanya, Dara pun menghampiri mereka berdua, karena kebetulan saat ini jadwal dia memeriksa pak Dirga.


Dr Dara berjalan menghampiri keduanya.


Reiner yang melihat kedatangan dr Dara pun melepaskan pelukannya pada Vidia.


"Dr Dara, dokter mau memeriksa papa?"


Tanya Reiner pada dr Dara.


Wajah Dara yang sedikit jutek saat menjawab pertanyaannya, membuat Reiner mengira jika dr Dara tidak menyukai kedatangan Vidia kesini.


"Apa mungkin dr Dara cemburu melihat aku dengan Vidia?"


Pikir Reiner dengan semua kepercayaan dirinya melihat wajah kesal dr Dara.


Dr Dara pun berlalu masuk ke kamar pak Dirga untuk memeriksanya, Reiner pun tersenyum penuh maksud melihat tubuh dr Dara yang berisi.


...


Di dalam kamar, pak Dirga yang saat itu sedang terbaring masih belum bisa berbicara banyak, dia merasa senang dengan kedatangan dr Dara memeriksanya.


Sementara Bu Siska terkejut melihat dr Dara datang untuk memeriksa suaminya, Bu Siska teringat akan pertanyaannya tadi yang belum sempat dia jawab pada dr Dara.


Namun sikap Dara seolah sudah melupakan segalanya.

__ADS_1


Pak Dirga bertanya kapan dia bisa pulang ke rumah dan melanjutkan pemeriksaannya disana?


Dr Dara pun menjawab jika sore ini juga dirinya bisa pulang ke rumah.


__ADS_2