Air Mata Cinta Dara

Air Mata Cinta Dara
kematian palsu


__ADS_3

Dokter Alia pun akhirnya tiba di rumah sakit, dengan segera dia langsung masuk ke ruangan tempat dimana Amira di tangani.


"Apa anda dokter Alia? Saya mohon selamatkan Amira dan bayinya dok?"


Pinta pak Dirga memohon pada sang dokter untuk menyelamatkan keduanya.


"bapak yang tenang ya, sebisa mungkin kami akan melakukan yang terbaik untuk anak bapak, bapak disini berdoa untuk kelancaran persalinannya, saya permisi ya pak"


Jawab dokter Alia kemudian berlalu meninggalkan dirinya sendirian di pintu depan ruang ICU.


Pak Dirga pun semakin tidak merasa tenang, sehingga langkahnya terus bulak balik memikirkan Amira di dalam yang sedang berjuang hidup dan mati demi melahirkan anaknya.


Dokter Rafi yang kala itu keluar dari ruangannya, tidak sengaja melihat pak Dirga yang terlihat sangat cemas mondar mandir di depan pintu ICU,


dalam hati, dokter Rafi bertanya, sedang apa pak Dirga di rumah sakit ini?


karena penasaran akhirnya dr Rafi pun menyapa pak dirga.


"Selamat sore pak, sedang apa bapak disini? Siapa yang sakit?"


Tanya dr Rafi memecah keheningan yang mendera hati pak Dirga.


Pak Dirga pun benar benar terkejut dengan semua pertanyaan dr Rafi padanya.


Pak Dirga mengatakan jika saat ini salah satu saudaranya ada yang sedang di tangani di rumah sakit ini, namun dia tidak menyebutkan jika Amira yang sedang dia tunggu.


dr Rafi pun percaya saja tanpa banyak bertanya lagi, namun dalam hatinya ada sedikit curiga pada pak Dirga, karena jika saudaranya sedang di rawat? mengapa hanya dirinya yang menunggu, kemana istri dan keluarganya yang lain.


"semoga saudara pak Dirga cepat sembuh ya"


ucap dr Rafi kemudian berlalu meninggalkan pak Dirga yang masih terlihat cemas.


***


Penasaran dengan keberadaan sang papa, akhirnya Reiner memutuskan untuk pergi ke rumah sakit tempat dimana pak Dirga berada saat ini?


Reiner ingin tahu mengapa ayahnya bisa berada di rumah sakit.


"apa jangan-jangan terjadi sesuatu pada papa?"


Reiner menerka jika sesuatu terjadi pada pak Dirga.

__ADS_1


namun Reiner tidak menceritakan kecurigaannya ini pada sang ibu, karena dia tahu jika Bu Siska tidak akan merasa tenang dengan kabar ini.


"Reiner pamit keluar sebentar Bu, tidak akan lama ko"


Reiner pamit untuk menemui pak Dirga pada ibunya, Bu Siska pun mengijinkan Reiner tanpa curiga.


"jangan pulang larut malam ya nak, cepat kembali"


pesan Bu Siska sebelum Reiner pergi.


dengan segera Reiner pun melajukan mobil nya menuju titik keberadaan sang ayah di rumah sakit.


...


jam menunjukan pukul 6 sore, dokter masih belum keluar dari ruang ICU, pak Dirga pun semakin dibuat cemas.


hingga akhirnya dr Aliya keluar dari ruangannya.


dengan segera pak Dirga menghampiri sang dokter untuk menanyakan kabar Amira dan bayinya.


"bagaimana keadaan Amira dok? Saya mohon selamatkan Amira dan bayinya?"


Pinta pak Dirga pada dokter Alia.


"selamat pak, cucu laki-laki bapak sudah lahir dengan selamat"


kabar dari dr Aliya membuat semua kecemasannya hilang seketika.


pak Dirga tidak bisa menyembunyikan perasaan bahagianya saat mendengar kabar kelahiran sang cucu.


"terimakasih tuhan, "


air mata kebahagiaan menetes di kelopak mata pak Dirga untuk kabar kelahiran sang cucu.


dr Aliya pun ikut bahagia dengan kebahagiaan yang sedang pak Dirga rasakan saat ini.


namun belum genap beberapa menit, suster datang menyusul dokter Aliya dengan tegang.


"dokter, pasien pendarahan hebat dok,"


dr Aliya pun terkejut dan langsung balik kedalam kamar untuk melihat keadaan Amira.

__ADS_1


"pendarahan"


ucap hati pak Dirga yang kembali cemas.


pak Dirga pun membuka ponselnya coba menghubungi dokter yang lebih ahli untuk menangani Amira.


namun perasaannya dibuat berpikir kala melihat panggilan dan pesan masuk dari Reiner dan Bu Siska,


pikiran pak Dirga kini semakin tidak tenang dengan mengingat keduanya.


"apa yang akan terjadi jika mereka sampai tahu jika Amira sudah melahirkan? mereka jangan sampai tahu, jika semua itu terjadi maka Amira dan bayinya akan terancam"


pikir pak Dirga kala mengingat Reiner dan istrinya.


suara tangis bayi pun terdengar sampai keluar ruangan, mendengar tangis nya pak Dirga pun akhirnya berpikir sesuatu yang harus dia lakukan untuk melindungi Amira dan bayinya.


suster keluar ruangan, pak Dirga langsung menanyakan kabar Amira, bagaimana kondisinya?


"pasien mengalami pendarahan hebat pak"


jawab suster dengan cemas.


Dr Alia pun memanggil pak Dirga untuk segera masuk karena ada hal yang ingin dia sampaikan padanya.


Dengan raut wajah yang menyesal dr Alia terpaksa memberitahu keadaan Amira yang kini sedang dalam masa kritis.


"Bayi dari saudari Amira sudah selamat pak, namun kami harus memberitahu bapak jika saat ini Amira yang sedang berada dalam bahaya, saya minta tanda tangan bapak untuk penanganan Amira ke depannya "


Ucap dokter Alia menjelaskan.


Mendengar keselamatan Amira kini sedang terancam, pak Dirga pun kembali cemas,


dan disaat yang bersamaan, pak Dirga pun mengatakan semua rencana untuk pengamanan Amira dan bayinya.


Merasa mendapat firasat yang buruk akan Amira dan bayinya, pak Dirga bicara sesuatu hal yang penting pada dr Alia.


"Saya mohon Bu, demi keselamatan keduanya, saya minta palsukan kematian mereka, buat pernyataan jika mereka sudah tiada, ini demi keselamatan mereka"


ucap pak Dirga pada dr Aliya,


sang dokter pun heran mengapa pak Dirga melakukan semua ini? apa yang dia inginkan.

__ADS_1


" Saya mohon percaya lah pada saya, keselamatan mereka tidak akan aman jika mereka masih diketahui masih hidup, itu sebabnya saya meminta dokter untuk melakukan semua ini"


untuk meyakinkan sang dokter pak Dirga pun akhirnya menceritakan semua yang terjadi pada Amira dan keluarganya.


__ADS_2