Air Mata Cinta Dara

Air Mata Cinta Dara
kembali histeris


__ADS_3

Reiner pun mendekati Rio dan coba menghibur kesedihannya


"Aku turut prihatin atas apa yang telah menimpa keluargamu Rio, tenanglah kawan,aku ada bersamamu, semoga kau bisa tegar"


Ucap Reiner pada Rio.


Rio pun berbalik pada Reiner, Rio mengajak Reiner untuk bicara penting dengannya,


Rio membawa Reiner masuk kedalam kamarnya, Reiner pun bingung mengapa Rio terlihat sangat ketakutan saat mengajaknya untuk bicara.


"Apa yang sebenarnya ingin kau bicarakan Rio?"


Tanya Reiner,


Rio menghela napasnya panjang.


"Kita bertiga dalam bahaya sekarang, ayahku mengetahui semua kejahatan yang kita lakukan kepada Amira, anak asisten rumah tanggamu itu Rei,"


Ucap Rio membuat Reiner juga ikut takut dan tidak tenang.


"Apa maksud mu?"


Tanya Reiner.


"Aku tidak tahu ayahku tahu darimana jika aku, kau dan Sadam telah melecehkan Amira, ayahku sangat marah besar kepadaku, saat hendak menuju Jakarta, ayah melaju dengan Kemarahannya kepadaku karena dia tahu aku terlibat dalam pelecehan itu, entah siapa yang telah memberitahunya, yang jelas keselamatan kita sekarang sedang terancam Rei, sebelum kecelakaan, ayahku sempat meminta aku untuk menyerahkan diri, namun jika tidak, maka ayahku sendiri yang akan menjebloskan aku kedalam penjara, aku tidak ingin masuk penjara "


Ucap Rio pada Reiner, dengan nada yang ketakutan.


"Aku juga merasa bersedih karena ayahku meninggal karena kecelakaan saat meneleponku,naku mendengar sendiri bunyi rem mobil yang menabrak pembatas jalan Rei, ayahku berteriak dengan kencang berharap laju mobil berhenti, namun sayang, mobil ayahku menabrak pembatas jalan dan masuk kedalam jurang, hingg dia tewas sebelum mengantar aku ke polisi,"


Lanjut cerita Rio yang masih dalam keadaan sedih dan takut.


Reiner pun sedih atas apa yang menimpa pak Kamaludin, karena bagaimana pun dia sosok yang baik,Reiner sudah menganggap pak Kamaludin sebagai ayahnya sendiri,


"Lalu apa yang akan kita lakukan,aku tidak ingin masuk penjara,ayahku bisa membunuhku saat ini juga"


Tanya Reiner padan Rio,


"Entahlah,apa yang harus kita lakukan,aku tidak tahu,aku juga bingung "


Jawab Rio,


....


Ditengah kegaduhan dan ketakutan Reiner dan Rio,Sadam datang dengan niat untuk bela sungkawa atas kematian ayah Rio,


Sadam juga lumayan dekat dengan ayahnya Rio,karena mereka bertiga berteman sejak kecil,hingga kini setelah lulus di universitasnya masing-masing,


Saat Sadam masuk kedalam kamarnya,Rio langsung mengunci pintu dan mengabarkan pada Sadam kalau keselamatan mereka sekarang mulai terancam,


Sadam pun tidak mengerti apa yang dimaksud Rio padanya,


Reiner menceritakan semua yang Rio katakan tadi mengenai ayahnya,


"Astaga,itu artinya kaulah yang menyebabkan ayahmu kecelakaan Rio?"

__ADS_1


Ucap Sadam dengan polosnya menuduh bahwa Rios lah yang menyebabkan kecelakaan ayah nya hingga tiada,


Mendengar semua itu Rio sedikit marah kepada Sadam,Karena dia tidak bisa menjaga mulutnya,


"Dasar kau ini"


Ucap Reiner,


"Dengarkan aku dulu,aku ingin bicara sesuatu yang lebih penting lagi dari ini"


Ucap Reiner meminta 2 sahabatnya itu untuk mendengarkannya,


"Hal penting apa lagi Rei,apa kau ingin mengabarkan jika polisi sudah siap menangkap kita begitu?"


Jawab Rio yang sedang emosi,


"Bukan itu,ini mengenai Amira"


Mendengar nama Amira Rio dan Sadam langsung diam,mereka langsung merespon dengan menghentikan setiap gerakannya,


"Ya Amira"


Lanjut Reiner,


"Asal kalian tahu,semenjak Bu Rita ibunya Sukma dan Amira tiada,Sukma memutuskan untuk keluar dari rumahku dan ingin melanjutkan hidupnya sendiri diluar sana tanpa bantuan ayahku,aku coba mengantar Sukma ke tempatnya,namun dia mengajakku ke sebuah rumah sakit jiwa,dan asal kalian tahu,aku sangat terkejut saat Sukma membawaku pada seorang wanita yang sedang duduk diatas kursi roda,ternyata Amira berada di rumah sakit jiwa"


Lanjut Reiner menceritakan semua yang terjadi pada Amira,


Rio dan Sadam sangat terkejut mendengar kabar Amira yang di rawat di rumah sakit jiwa,


Lanjut Reiner,


"Bukankah ini semua ide mu sendiri Rei?"


Jawab Sadam ketus


"Ya ini memang ide ku,karena aku sakit hati Amira menolak cintaku,tapi aku sama sekali tidak ingin jika Amira sampai gila seperti ini,dan asal kalian tahu,Sukma berencana akan mencari siapa yang telah melecehkan Amira dan akan menjebloskan kita ke dalam penjara"


Lanjut Reiner membuat Rio dan Sadam semakin cemas,


"Belum selesai satu Masalah,sudah ada lagi masalah lain,astaga"


Ucap Rio yang masih belum berlalu dari kesedihannya atas meninggalnya sang ayah,dan kini muncul masalah baru,


Sadam berusaha tenang,dia terlihat sedikit tenang,meski hatinya juga sangat cemas akan ancaman Sukma pada Reiner,


***


"Tenang lah dik,Kaka ada disini untukmu,tenanglah".


Sukma coba menenangkan Amira dengan belaian di rambutnya,


Sukma sangat khawatir sekali, mengapa Amira kembali berteriak histeris sambil menunjuk ke arah mobil yang melaju saat itu,


Apa yang ingin Amira tunjukan kepadaku

__ADS_1


Pikir Sukma saat mengingat Amira menangis di luar rumah sakit tadi.


"Mungkin kah dia melihat pelaku kejahatan padanya?"


Pikir Sukma lagi,


"Ah astaga aku sangat tidak mengerti ini, berikan petunjuk mu Tuhan"


Ucap Sukma dalam hati merintih berdoa agar jalan nya di mudahkan dalam mencari si pelaku pelecehan adiknya.


Sukma pun ingat akan kertas yang dia temukan di lemari Amira, Sukma menunjukkan kertas itu pada Amira,


"De, apa maksud dari huruf di kertas ini?"


Tanya Sukma pada Amira,


Amira hanya diam tak bersuara, pandangannya kosong, dia seolah tidak mendengar perkataan Sukma,


Sukma mencoba untuk bersabar menghadapi Amira,


"Mungkin ini belum saatnya kau bicara dik, tapi kakak akan terus berusaha untuk mencari keadilan untukmu, doakan kakak, agar kakak mampu meraih itu semua dengan mudah"


Ucap Sukma pada adiknya yang hanya diam,bungkam seribu bahasa,


Sukma pun meninggalkan kertas Dan pulpen itu di hadapan Amira, berharap Amira bisa meluapkan sedikit kegelisahan hatinya di kertas itu,


Sukma harus pergi mencari tempat tinggal baru, itu sebabnya dia harus meninggalkan amira untuk sementara waktu,


"Oh ya dok, mungkin jika besok saya tidak besuk kesini,saya titip dulu Amira, beritahu saya jika sesuatu terjadi padanya, saya berharap Amira bisa secepatnya sembuh seperti semula"


Ucap Sukma pamit pada dokter dan suster yang menangani Amira,


"Baiklah mbak Sukma, kau jangan khawatirkan Amira,dia akan baik-baik saja disini,


Jawab dokter Lusy,


Sebelum Sukma pergi, dia kembali memeluk Amira meski Amira tidak meresponnya,


"Dek, Kaka pulang dulu sebentar ya,nanti kakak akan kembali lagi kesini, jika kau ingin menulis atau menggambar, kau bisa melakukannya di buku ini, oke dek,"


Sukma mengecup kening Amira dan berlalu dengan melemparkan senyum ke arahnya,


Namun Amira tidak membalas senyum nya itu,


Sukma pun paham,dia tidak bisa memaksakan kehendaknya,


....


Sukma pun pergi,dia mencari tempat tinggal kecil untuk dirinya di sekitar jalan menuju kampus kedokterannya,Agar dia tidak terlalu repot jika harus pergi kuliah,


Saat itu,suasana jalan sedang sepi,tidak terlalu ramai orang lalu lalang kerena Mereke pasti sedang bekerja,Sukma melihat seorang wanita tua sedang duduk kelelahan,sepertinya dia hendak pergi ke suatu tempat dengan berjalan,


Dan Sukma juga melihat 2 orang pria asing hendak mendekati wanita tua itu dari belakang,


Terlihat oleh Sukma,jika pandangan pria itu mengincar tas yang berada di samping wanita tua itu,

__ADS_1


__ADS_2