
Bagi Rio dan anak buahnya kecelakaan yang menimpa Sukma justru mengurangi pekerjaannya, jadi mereka tidak harus mengotori tangannya hanya untuk menghabisi Sukma.
Anak buah Rio juga tidak menyangka nasib Sukma akan tragis seperti ini.
Sebagai bukti pada Reiner dan pak Dirga, Rio mengabadikan potret jasad Sukma yang tergeletak di jalan dan mengirimnya pada Reiner.
Hari pun semakin gelap, jalan raya mulai sepi, Rio dan anak buahnya berencana untuk membuang jasad Sukma namun ternyata Reiner meminta agar jasad Sukma biarkan di jalan.
"Jangan buang jasadnya, biarkan saja jasad Sukma berada di jalan, biar terlihat seperti kecelakaan "
Ujar Reiner pada Rio,
Merekapun menuruti perintahnya.
...
Nek Nilam mulai khawatir karena Sukma masih belum pulang dari pagi, dia pun tidak memberi kabar apapun, kemana dia akan pergi, karena pagi tadi, nek Nilam bangun agak siang, jadi tidak sempat bertemu dengan Sukma.
"Kemana kamu Sukma, kenapa kamu tidak bisa di hubungi?"
Tanya hati nek Nilam yang semakin cemas.
***
Pak Dirga sangat terpukul karena kecelakaan yang menimpa Sukma, dia tidak tega melihat jasad Sukma dari ponsel Rio.
Pak Dirga sangat marah pada Reiner, karena bagaimanapun Sukma sudah seperti anaknya sendiri meskipun hanya seorang pembantunya.
"Aku tidak menyuruhmu untuk menghabisinya, tapi aku hanya minta kamu rebut bukti yang Sukma punya "
Pak Dirga menampar Reiner dengan keras.
Reiner pun menjawab jika Sukma murni kecelakaan, bukan disengaja, ada seseorang yang telah menabraknya hingga tiada.
"Kalau papa tidak percaya, papa bisa lihat rekaman cctv d jalan itu".
***
7 bulan pasca kecelakaan Sukma.
Seorang wanita muda berparas cantik datang menemui rumah sakit jiwa dan mencari Amira.
__ADS_1
"Selamat siang sus, bisa saya bertemu dengan pasien yang bernama Amira?"
Suster yang tidak mengenal akan gadis itupun sejenak terdiam dan melihat wanita muda itu,
Dalam hatinya, suster berkata jika dia tidak pernah melihat wanita ini datang kesini dan mencari Amira.
Lantas suster pun kembali bertanya pada wanita muda itu,
"Memangnya anda siapa? Apa hubungan anda dengan saudara Amira?"
Tanya suster pada wanita tersebut.
Wanita itu hanya bisa menjawab jika dirinya masih saudara jauh dengan Amira, itu sebabnya dia mencari dan menanyakan kabar Amira.
Suster pita mun sedikit mempercayai wanita itu, akhirnya dia membawa wanita itu pada Amira yang dia cari.
Wanita itupun mengikuti suster ke tempat amira berada, wanita itu sedikit curiga mengapa suster pita membawa dirinya ke belakang rumah sakit? Memang dimana Amira berada?.
Tanya wanita itu penasaran.
"Kenapa suster membawa saya ke belakang sus? Memangnya dimana Bu Amira?"
Tanya wanita itu lagi.
(Amira ).
Langit seakan runtuh, dan petir pun menyambar,
"Tidak mungkin, tidak..."
Teriak wanita itu menangis melihat makam Amira.
Wanita itu histeris pada suster, dia mengira jika suster sedang mempermainkannya,
"Ini tidak mungkin, Amira pasti masih hidup, kau jangan membuat aku marah sus?"
Ujar wanita itu.
Suster pun coba melepaskan diri dari genggaman wanita muda yang sedang kesal padanya karena telah menunjukan makam Amira,
Dan akhirnya suster pun menceritakan semua yang terjadi pada Amira setelah kakaknya tiada.
__ADS_1
Suster mengatakan jika Amira meninggal saat melahirkan anaknya.
Amira berteriak histeris kesakitan, sudah saatnya dia harus melahirkan anak yang dia kandung hasil dari pelecehan yang dilakukan Reiner dan kawannya.
"Aku tidak tahan lagi sus, sakit"
Rintihan Amira saat dia merasakan kontraksi di perutnya.
Amira bersikap seperti orang biasa yang normal,
Setelah kecelakaan yang menimpa Sukma, Amira memang sangat sedih dan terpukul, dia tidak menyangka jika kakaknya sudah tiada.
Saat Amira menyadari jika sang kakak tak kunjung datang menjenguknya, Amira pun sangat sedih dan terus menanyakan keberadaan Sukma
"Dimana aka Sukma? Dimana?"
Suster yang berusaha menghubungi Sukma pun mulai menyerah, karena Sukma menghilang tanpa suatu kabar apapun.
"Kamu harus kuat Amira, kamu harus selamat"
Suster Mita coba memberi semangat pada Amira saat dirinya sedang berjuang melahirkan anaknya.
Suasana pun semakin dramatis kala dalam perjuangannya melahirkan sang anak, Amira justru meminta suster Mita untuk membawakan foto Sukma dari kamarnya.
"Tolong bawakan foto ka Sukma "
Suster pun membawa foto Sukma dan langsung memberikannya pada Amira.
Air mata Amira menetes kala menatap foto kakaknya itu.
Dia sangat merindukan Sukma,
"Kemana kakak selama ini? Pulanglah ka, aku mohon"
Ucap hati Amira akan kerinduannya pada sang kakak.
Dan pada saat itu kesehatan Amira sudah pulih,
Amira sudah sadar dari depresi yang selalu merasuki dirinya.
Namun disaat Amira sudah dinyatakan sembuh oleh sang dokter dan suster, Sukma sang kakak justru tidak ada walau hanya sekedar mengucapkan selamat atas kesembuhannya.
__ADS_1
Sukma menghilang tanpa kabar dan tidak ada seorangpun yang tahu.