
Sukma akhirnya menceritakan semua masalah yang dia hadapi sekarang kepada nek Nilam,
Sukma menceritakan awal malapetaka yang menimpa keluarganya sampai ibunya tiada,
Sukma menceritakan bahwa adiknya menjadi korban pelecehan oleh tiga pria yang tidak bertanggung jawab sehingga adiknya depresi dan menjadi tidak waras karena dia dianggap wanita murahan oleh sekitarnya dan mengandung anak haram,
Tak lepas dari itu,penderitaan Sukma semakin menjadi kala ibunya yang mengetahui semua yang terjadi pada anak bungsunya membuat penyakit jantungnya Anfal,sehingga dia harus di rawat di rumah sakit,
Namun ternyata ibuku tidak mampu menahan penyakit yang sudah sekian lama di deritanya,hingga akhirnya dia menghembuskan nafas terakhirnya, dan sebelum itu terjadi ibunya berpesan pada Sukma untuk selalu melindungi dan menjaga adiknya,
Dan kini saat Sukma sudah mengetahui siapa ketiga pelaku yang telah melecehkan adiknya,dia merasa sangat terpukul,karena pria yang telah melecehkan adiknya ialah Reiner,anak dari majikan ibunya, pak Dirga dan Bu Siska,
Sukma tidak kuasa melawan mereka,karena khususnya pak Dirga,dia sudah Sukma anggap seperti ayah kandungnya sendiri,
Sukma sudah merasa pak Dirga begitu sangat menyayanginya,pak Dirga selalu membantunya dalam setiap hal apapun apalagi yang terkait dengan pendidikannya sebagai dokter,
Pak Dirga juga ikut andil membiayai pendidikannya,
Sulit bagi Sukma jika harus melawan Reiner,karena pak Dirga pasti akan terluka,
"Dan sekarang Sukma bingung nek,apa yang harus Sukma lakukan"
Dengan berurai air mata Sukma mencurahkan segalanya pada nek Nilam,berharap kegelisahan dan kesedihannya akan sedikit berkurang,
"Lalu ayahmu Dimana nak?"
Tanya nek Nilam menanyakan keberadaan ayah Sukma,
Sukma tertunduk saat nek Nilam menanyakan ayahnya,
Sukma pun menjelaskan jika dirinya tidak tahu ayahnya pergi kemana dan mengapa dia sampai hati meninggalkan ibu dan kedua anaknya,
Mengapa ayahnya tega membiarkan ibunya kerja keras menghidupi kedua anaknya sendirian,
"Akupun sudah tidak ingat bagaimana wajah ayah kandungku nek,usia ku masih terlalu kecil untuk mengingat wajah ayahku yang tega meninggalkan aku,ibu dan adikku,"
Sukma masih berurai air mata karena pertanyaan nek Nilam,
Nek Nilam pun meminta maaf karena telah membuatnya semakin bersedih,
Namun Sukma tidak selemah itu,
Dalam hatinya sejak kecil dia sudah bertekad jika dia sampai bertemu dengan ayah kandungnya yang telah tega meninggalkannya,Sukma akan memperlihatkan kemampuan dan prestasinya sebagi dokter untuk membuat ayahnya menyesal karena telah tega meninggalkannya sewaktu kecil,
__ADS_1
Sukma akan menunjukan bahwa ibunya tidak selemah yang dia pikirkan,karena berkat ibunya lah semua prestasi Sukma dapatkan demi menjadi seorang dokter,
***
Pak Dirga dan Bu Siska menuju rumah sakit jiwa Diman Amira sedang dirawat,
Salah satu petugas rumah sakit mengenali pak Dirga yang bertugas sebagi anggota dewan,
Dia merengkuh dan menghormati pak Dirga,
"Salam pak,apa ada yang bisa saya bantu"
Ucap pak Mahesa salah satu petugas RSJ jiwa raga,
Sebagai panutan rakyat,Pak Dirga coba bersikap ramah,walau hatinya begitu sedang diliputi amarah dengan semua yang terjadi ulah anaknya,
Pak Dirga mencari Amira adiknya Sukma,dia menanyakan Amira pada pak Mahesa, pak Dirga juga menanyakan alamat rumah Sukma sekarang,
Namun petugas tidak mengetahui alamat Sukma,dia hanya memberikan nomor ponsel Sukma yang baru kepada pak Dirga,
"Baiklah terimakasih"
Ucap pak Dirga pada pak Mahesa,
Bu Siska yang menyusuri setiap kamar di dalam rumah sakit jiwa,melihat Amira sedang terbaring tidur di sebuah ranjang dengan pintu kamar yang terkunci,jadi bu siska tidak bisa masuk menemuinya,
Ucap salah seorang suster yang menjaga Amira,
Bu Siska pun mengerti dan berlalu dari ruangan Amira,
Sebagai wanita,nalurinya sangat sedih melihat keadaan Amira yang terlihat sangat depresi hingga Amira terlihat sangat tidak terurus,
Namun naluri keibuannya juga mengatakan,dia tidak boleh membiarkan Reiner sampai masuk penjara gara-gara Amira
Batinnya berperang antara keadilan untuk Amira dan perlindungan untuk reiner,
Sebagai ketua LSM tentunya tugas Bu Siska ialah memberikan keadilan bagi setiap wanita yang membutuhkan bantuannya demi keadilannya,
Namun di sisi lain ,tugas seorang ibu yang sangat besar tugasnya mendorong nalurinya untuk melindungi Reiner,sekalipun anaknya bersalah dalam kasus ini,
"Apa yang harus aku lakukan tuhan,apa harus aku penjarakan Reiner "
Ucap Bu Siska ikut berperang di dalam hati nya,
__ADS_1
Pak Dirga pun datang secara tiba-tiba hingga membuat Bu Siska terkejut saat memikirkan anaknya,
Salah satu suster Amira pun menghubungi Sukma dan memberitahu jika ada yang mencari Amira dan dirinya,
Sukma terkejut,siapa yang mencarinya dan adiknya,setahunya mereka tidak pernah berurusan dengan siapapun,
Akhirnya Sukma pun segera pergi ke rumah sakit mencaritahu siapa yang telah mencarinya,
Disana pak Dirga juga melihat Amira
terbaring di pembaringan dengan sangat mengkhawatirkan,
Rasa bersalah pak Dirga pun mulai tumbuh,karena dia telah gagal mendidik anak satu-satunya itu hingga mampu berbuat hal yang tidak sepantasnya kepada Amira,
Tapi nama baik dan reputasinya sebagi anggota dewan adalah segalanya bagi pak Dirga,
Dia tidak mau karena kasus ini reputasinya akan hancur begitu saja,
Hingga akhirnya Sukma pun datang dan melihat Bu Siska dan pak Dirga sedang berada di depan kamar Amira,di balik jendela kamar pak Dirga dan Bu Siska sama-sama melihat dan iba akan nasib Amira yang malang,
"Pak Dirga Bu Siska,kenapa kau mencari ku"
Tanya Sukma serius dengan wajah yang menampakkan kebencian kepada mereka,
Pak Dirga bisa memaklumi sikap Sukma kepadanya,
"Sukma ,bapak ingin bicara penting kepadamu saat ini,"
Ucap pak Dirga mengajak Sukma untuk berbicara sesuatu,
Karena penasaran ,akhirnya Sukma ikut bersama mereka ke sebuah resto tak jauh dari rumah sakit jiwa,
"Sukma,ada hal yang ingin bapak bicarakan sama kamu,memang terlihatnya sangat tidak adil bagimu,tapi..."
"Tapi apa pak"
Tanya Sukma penasaran akan apa yang akan bapaknya bicarakan,
Pak Dirga dan si Siska sejenak terdiam menyiapkan sebuah kata yang tidak akan menyakiti perasaan Sukma,
"Tapi bapak minta kamu jangan marah,
Sukma bisakah kita ambil jalan damai untuk kasus Reiner dan adikmu"
__ADS_1
Ucap pak Dirga membuka tawarannya,
Sukma yang mendengar semua itu hanya tersenyum simpul,dia tidak menyangka jika seorang anggota dewan akan berbicara seperti itu tentang keadilan kepadanya.