
Dengan sekuat tenaga yang tersisa, Sukma terus berlari dari kejaran anak buah Rio,
"Sial, bodoh kalian cepat kejar Sukma"
Rio marah besar pada anak buahnya karena Sukma berhasil lolos.
Rio pun tersenyum licik ke arah Sukma berlari,
"Kau pikir bisa semudah itu lari dariku Sukma"
Rio mengeluarkan senjata andalannya yang dia sembunyikan di balik baju.
Senapan api yang sengaja dia bawa untuk melenyapkan Sukma.
Dengan senyum liciknya, Rio berjalan perlahan mengikuti jejak Sukma lari.
Detak jantung Sukma sudah tidak menentu, entah harus kemana dia lari, semua arah serasa sama, tidak ada tempat untuk sembunyi,
"Ya tuhan bagaimana ini, harus kemana aku pergi?"
Sukma pun lari ke arah Utara, sekencang mungkin dia lari namun sial, Sukma tersandung batu hingga kakinya terluka.
"Ah.."
Kaki Sukma memar dan berdarah,
"Aduh sakit"
Sukma berusaha bangkit, dia harus kembali lari, karena suara anak buah Rio mulai terdengar.
"Aku harus pergi dari sini, jangan sampai mereka menemukan aku"
Dengan langkah goyah, Sukma melangkahkan kakinya dan menahan sakit di kakinya yang terluka.
Di depan ada pohon besar, Sejenak Sukma bersembunyi di balik pohon besar tersebut berharap mereka tidak akan menemukannya.
Napas Sukma sudah tidak bisa dia atur, keringat pun bercucuran, air matanya pun mulai menetes,
"Amira, tunggu Kakak dek, Kakak pasti akan kembali padamu"
Ucap hati Sukma teringat akan Amira yang selalu menunggu kedatangannya.
__ADS_1
"Ibu tolong Sukma Bu"
Tangis Sukma meminta tolong pada ibunya.
Suara langkah kaki mereka semakin terdengar lebih dekat, detak jantung Sukma kembali berdegup kencang, Sukma sangat takut mereka bisa menemukannya, hingga akhirnya saat salah satu diantara mereka melihat pohon tempat dia sembunyi, Sukma langsung pindah dan lari.
Namun anak buah Rio, melihat ada bekas darah menempel di tanah.
"Lihat bos, ada noda darah disana?"
Ucap anak buah Rio.
Rio pun melihat dan tersenyum, dia langsung berpikir mungkin Sukma terluka, dan dia sempat bersembunyi di balik pohon ini, Rio pun meminta anak buahnya untuk menyebar dan mencari Sukma sampai dapat.
Semua menuruti perintah Rio, mereka menyebar menjadi 3 kelompok.
"Sukma kamu tidak akan bisa lari dariku"
Dengan senapan yang sudah siap dia tembakan Rio terus mencari Sukma dan memanggilnya.
"Sukma keluarlah, percuma kamu sembunyi"
Teriak Rio pada Sukma yang terus sembunyi-sembunyi lari darinya.
"Aku sudah tidak kuat lagi tuhan"
Lirih Sukma menahan sakit di hati dan tubuhnya.
Saat harapan hanya setitik jarum, dalam ketidak sadarkan nya, Sukma mendengar suara roda mobil tidak jauh dari tempat dia sembunyi.
Sukma pun berpikir mungkin posisinya sekarang tidak terlalu jauh dari jalan raya, karena dia mendengar suara ban mobil yang sedang melaju.
Sinar harapan pun mulai muncul kembali di hati Sukma,
"Itu suara mobil, pasti saat ini aku tidak terlalu jauh dari jalan raya, aku harus kesana, aku harus pergi dari sini aku harus bisa"
Sukma coba meyakinkan hatinya untuk lolos dan selamat keluar dari kejaran Rio dan anak buahnya.
Sukma pun mulai berdiri, dengan sisa energi yang ada, Sukma mulai melangkahkan kakinya, meski terasa sakit, namun dia terus berusaha lari.
"Ah sakit"
__ADS_1
Rintihan Sukma yang menahan sakit di kakinya.
Suara gemuruh jalan raya semakin terasa dekat, Sukma tersenyum seakan dewi Fortuna sedang berpihak padanya.
"Terimakasih tuhan, sebentar lagi aku akan keluar dari hutan ini"
Sukma pun kembali berlari dan.
"Itu dia gadis itu bos"
Anak buah Rio menunjuk ke arah Sukma yang sedang berlari menuju jalan raya.
Rio pun tidak akan membiarkan Sukma sampai keluar dari hutan ini dengan selamat.
"Dor "
Satu tembakan keluar dari senapan Rio ke arah Sukma, hingga ranting pohon yang Rio bidik akhirnya jatuh menimpa jalan yang hendak Sukma lalui.
Sukma sangat terkejut, karena 2 cm lagi, ranting itu akan jatuh menimpa kepalanya, dia tidak bisa membayangkan bagaimana jika ranting itu menimpanya, Rio pun segera menghampiri Sukma.
Menyadari kedatangan Rio dan anak buahnya, Sukma pun segera lari kembali menerjang ranting yang menghalanginya.
Kini rasa sakit dikakinya seakan sudah tidak terasa lagi,
"Aku harus cepat, aku harus lolos dari kejaran mereka"
Sukma berlari sekencang mungkin menjauhi kejaran Rio dan anak buahnya.
Rio pun tidak menyerah, dia mengerahkan semua
anak buahnya untuk mengejar Sukma sampai dapat.
"Cepat kejar dia, jangan sampai dia lolos lagi"
Tanpa menoleh ke belakang, Sukma terus lari secepat mungkin.
"Aku harus meminta bantuan, tolong tolong"
Sukma mulai berteriak minta tolong saat berada dekat menuju jalan raya berharap ada salah satu warga yang mendengarnya.
"Gawat, aku harus segera menghentikan Sukma, jangan sampai dia kembali berteriak meminta tolong
__ADS_1
Dor
Suara tembakan pun mulai terdengar kembali oleh Sukma, dan kali ini suara itu sangat dekat denga..nnya.