Air Mata Cinta Dara

Air Mata Cinta Dara
bergegas ke kantor polisi


__ADS_3

Sukma pun segera menuju kantor polisi untuk memberikan bukti rekaman di ponselnya,


Sukma coba menghubungi Vidia untuk memberitahu jika dirinya sudah mempunyai bukti lengkap tentang kejahatan semua yang terlibat dalam kejahatan yang menimpa adiknya itu.


"Jadi ka Sukma sudah dapatkan bukti itu lagi, bukti video saat Amira di seret itu?"


Tanya Vidia serius di sebrang telpon.


Sukma pun menceritakan jika bukan bukti video Amira di seret melainkan bukti rekaman percakapan keluarga Reiner yang mengakui semua kejahatannya termasuk menyewa dua preman yang sudah mencuri bukti di tangan Vidia. Sukma juga mengatakan jika dia juga sudah menyalin rekaman nya di dalam sebuah memory card untuk mengantisipasi sesuatu yang akan terjadi nantinya.


"Syukurlah kalau begitu ka, aku ikut bahagia akhirnya ka Sukma mendapatkan bukti itu lagi untuk menjebloskan para penjahat itu"


Ucap Vidia.


Dia juga menanyakan keberadaan Sukma sekarang, dia ingin menyusulnya, namun Sukma menolak, dia tidak mau merepotkan orang lain lagi hanya untuk menolongnya.


Sukma pun berterima kasih pada Vidia karena selam ini dia telah membantunya.


Sukma pun teringat akan nek Nilam, dia pun mengabarinya lewat pesan yang mengatakan jika Sukma sedang berada di luar dan akan pulang agak terlambat, Sukma meminta nek Nilam untuk tidak menghawatirkan nya.


"Done, nek Nilam sudah aku kabari, sekarang aku akan telpon rumah sakit untuk menanyakan keadaan Amira"


Di dalam mobil taksi, Sukma pun menghubungi pihak rumah sakit dan menanyakan keadaan Amira pada suster, Sukma menitipkan Amira untuk sementara waktu jika dirinya tidak bisa datang untuk menjenguknya.


...


Seakan mempunyai firasat buruk yang kuat, Amira bertingkah aneh dan terus memanggil nama kakaknya itu.


Amira berteriak memanggil nama Sukma dan terus menunjuk ke arah jendela kamarnya, dengan tangan yang terus menjambak rambut panjangnya, Amira terus berteriak.


"Jangan pergi ka Sukma, jangan, ka Sukma"


Teriak Amira, suster pun langsung masuk dan coba menenangkan Amira.


"Ka Sukma jangan pergi, Suter ka Sukma jangan pergi"


Kata Amira dengan tingkahnya yang tidak karuan, suster Mita pun menyuntikan obat penenang pada Amira hingga akhirnya dia melemah dan bisa di kendalikan.


Suster pun menyuruh untuk menghubungi Sukma, namun Sukma tak bisa di hubungi karena pada saat itu, Sukma berada di luar jangkauan, tidak ada sinyal di ponselnya.


Di dalam mobil, Sukma terus mendengarkan semua percakapan Reiner dengan kedua orangtuanya tadi, dia menangis setiap mendengar pengakuan dari setiap mulut yang telah berbuat jahat kepada adiknya.


"Amira adikku, Kakak pasti akan memberi keadilan untukmu sayang"

__ADS_1


Ujar Sukma di dalam mobil.


Mobil pun berhenti di lampu merah, Sukma melihat Rio di mobil sebelahnya.


"Astaga, Rio "


Sukma terkejut, dia coba bersembunyi, agar Rio tidak melihat keberadaannya.


Sukma mulai cemas, karena di dalam mobil Rio, banyak sekali anak buah yang ikut bersamanya.


Sukma pun berpikir mungkinkah Rio dan anak buahnya sedang mengejar dirinya.


Sepintas Rio melihat ke arah mobil Sukma, namun saat sedetik lagi Rio berhasil melihat keberadaannya, Sukma berhasil bersembunyi di bawah jok mobil.


Sukma meminta supir taksi untuk tidak mencemaskan nya, dia meminta supir untuk segera melaju ke arah menuju kantor polisi.


"Cepat pak, segera ke kantor polisi, jangan sampai mobil di sebelah mengetahui keberadaan saya"


Pesan Sukma pada supir taksi.


Supir pun menuruti permintaan Sukma, dia segera melajukan mobilnya dengan kencang menuju kantor polisi.


Rio yang juga pergi ke arah yang sama dengan Sukma, belum menyadari jika mobil yang ada di depannya adalah mobil yang di tumpangi Sukma, hingga pada akhirnya, taksi yang di naiki Sukma tiba-tiba saja mogok di tengah jalan yang sepi.


Supir taksi menggerutu.


Sukma pun terkejut dan mulai panik, dia bertanya apa yang terjadi pada mobilnya, kenapa mobilnya berhenti di tempat yang sepi dan sunyi.


Tepat di jalan raya yang rimbun dengan pepohonan, Sukma berhenti,


Supir pun meminta maaf karena mobilnya mogok, dia meminta Sukma untuk menunggunya sebentar, sementara dia akan memperbaiki mobilnya.


"Baiklah pak, jangan lama ya?"


Sukma pun keluar dari dal mobil, dia melihat ke sekitar jalan yang di kelilingi hutan.


"Dimana aku sekarang?"


Sukma pun terus melihat ke arah sekitar, dan tiba tiba saja, saat Sukma benar-benar keluar dari taksinya, supir sengaja langsung masuk dan kembali melajukan mobilnya meninggalkan Sukma.


Sukma yang menyadari jika taksinya sudah pergi pun marah.


"Pak pak, astaga kenapa dia meninggalkan aku disini sendiri? Gila kali supir itu ya?"

__ADS_1


Sukma terus menggerutu kesal karena tanpa sebab yang jelas, taksi yang dia naiki tiba tiba pergi meninggalkannya.


Sukma pun coba memesan kembali taksi online untuk menjemputnya disana.


Namun saat dia mengeluarkan ponsel dari tasnya, tiba-tiba saja sebuah tangan meraih ponsel dan melempar ponsel Sukma dengan keras hingga hancur.


Sukma pun terkejut melihat siapa yang telah meraih ponsel dan merusaknya.


"Kau..."


Sukma mundur secara perlahan, dia harus bisa melarikan diri dari Rio yang kini ada di hadapannya.


"Kenapa kamu takut Sukma?"


Tanya Rio yang terus melangkahkan kakinya menuju Sukma.


Anak buah Rio pun mulai berdatangan, perasaan Sukma pun mulai tidak karuan, hatinya mulai tidak tenang.


"Apa yang kamu inginkan dariku? Bukankah kamu sudah menghancurkan ponselku? Hanya itu satu-satunya bukti yang aku punya untuk menjebloskan kalian ke dalam penjara"


Teriak Sukma yang langsung memungut pecahan ponselnya yang berserakan akibat di lempar Rio.


Rio pun tertawa, dan mengatakan jika dirinya tidak percaya pada Sukma,


"Aku tidak percaya denganmu Sukma, aku yakin kamu masih menyimpan bukti lain di tas mu itu?"


Jawab Rio yang terus mendekatinya,


Sukma pun heran, mengapa Rio bisa tahu jika dirinya masih mempunyai bukti lain, yaitu salinan rekaman percakapan mereka, Sukma pun teringat jika dia hanya bicara dengan Vidia mengenai salinan itu, tali mengapa Rio bisa tahu.


"Apa maksud kamu?"


Sukma bertanya seakan tidak mengerti dengan pertanyaan Rio padanya,


Dengan tenaga yang sudah dia siapkan, tanpa menunggu Rio menjawab pertanyaannya, Sukma pun coba melarikan diri dari Rio dan anak buahnya.


Sukma lari dengan sekuat tenaga masuk kedalam hutan yang tidak dia ketahui seperti apa didalam hutan tersebut.


"Kejar dia"


Perintah Rio pada semua anak buahnya untuk mengejar Sukma sampai tertangkap.


Anak buah Rio pun segera mengejar Sukma,

__ADS_1


Dal pikiran Sukma, dia terus teringat akan Amira, dalam hatinya dia bertekad harus selamat dari kejaran Rio dan anak buahnya demi bisa bertemu lagi dengan Amira.


__ADS_2