
Di dalam kamar pasien, pak Dirga yang mulai tersadar coba bangkit dan duduk, dia memikirkan bayi Amira yang dia serahkan pada dokter Aliya.
"Bagiamana keadaan cucuku sekarang? Dari saat itu aku belum bertemu lagi dengannya?"
Tanya hati pak Dirga akan Sukma cucunya.
Sepintas, pak Dirga pun teringat akan bayangan dr Dara yang menatapnya tadi, tatapan yang sangat tidak asing baginya, tatapan yang sangat dia kenal, tapi siapa?
Bu Siska pun bertanya akan keadaan suaminya itu?
"Papa mau apa sekarang? Papa mau ini?"
Sambil memperlihatkan paket buah yang tamu berikan padanya,
Pak Dirga hanya menggelengkan kepala, rasanya dia tidak mau apapun sekarang selain pulang.
"Tapi papa baru sadar, mana mungkin papa bisa pulang?"
Jawab Bu Siska pada pak Dirga.
Pak Dirga pun meminta Bu Siska untuk bicara pada dokter agar dirinya bisa di rawat di rumah.
Dengan wajah yang kesal, Bu Siska pun coba mengabulkan permintaan pak Dirga,
"Baiklah, mama coba bicara dengan dr Dara"
Bu Siska pun keluar menuju rumah dr Dara.
...
Ruang dr Dara dari kamar pak Dirga tidak terlalu jauh, hanya terhalang beberapa kamar saja, jadi Bu Siska tidak perlu lama berjalan menuju ruangannya.
__ADS_1
Bu Siska kini berada di depan pintu ruang dr Dara, dia coba mengetuk dan mengucapkan permisi, namu tidak ada jawaban.
"Apa dr Dara sedang tidak ada di ruangannya ya?"
Pikir Bu Siska akan dr Dara,
Namun karena penasaran, Bu Siska pun membuka pintu dan masuk ke ruangannya.
Dan ternyata dr Dara memang tidak ada di ruangannya,
"Ternyata dr Dara memang tidak ada di ruangannya, mungkin dia sedang memeriksa pasien lain"
Bu Siska pun kembali keluar, namun saat dia hendak melangkahkan kakinya menuju pintu keluar, sesuatu diatas meja dr Dara mengalihkan perhatiannya.
Bu Siska berjalan ke arah meja dr Dara dan hendak melihat sesuatu yang mencurigakan itu.
Dan betapa terkejut Bu Siska saat melihat selembar foto Sukma dan Amira ada diatas meja dr Dara.
"Sukma, Amira, ada hubungan apa dr Dara dengan mereka?"
Dengan perasaan takut, dan cemas, Bu Siska terus menebak semua yang ada dal pikirannya.
"Sukma adalah kawan saya, dan itu adalah foto adiknya,"
Dari belakang dr Dara datang dan coba menjawab semua pertanyaan di hati Bu Siska.
Bu Siska pun sangat terkejut dengan kedatangan dr Dara yang secara tiba-tiba masuk ruangannya.
"Dr Dara, maafkan saya telah lancang masuk dan melihat foto ini"
Dara pun membawa foto dirinya dengan Amira dari tangan Bu Siska dengan wajah kesal,
__ADS_1
"Ya tidak apa-apa, lain kali jangan lakukan hal seperti ini lagi, saya tidak suka ada rang yang masuk sembarangan ruangan saya, apalagi melihat barang-barang saya"
Jawab Dara dengan perasaan kesalnya.
Bu Siska pun kembali meminta maaf karena telah membuat dr Dara kesal.
Setelah kekesalan Dara mulai mencair, Bu Siska pun kembali pada tujuannya untuk menanyakan keadaan pak Dirga, apakah dia bisa dirawat di rumah?
Dara pun terdiam sejenak, bayangannya pun melayang pada pak Dirga yang saat ini masih lemah, sebenarnya untuk pak Dirga saat ini memang belum bisa di pindahkan, mengingat keadaannya yang baru sadarkan diri.
Namun ini kesempatan bagi Dara untuk bisa masuk ke rumah Bu Siska dan memulai rencana balas dendamnya.
Akhirnya Dara pun memutuskan.
"Jika pak Dirga memang memaksa ingin rawat jalan di rumah, baiklah akan saya usahakan, tapi harus dengan pengawasan saya"
"Jadi maksud dokter, dr Dara akan setiap hari ada memeriksa pak Dirga?"
Dara pun menganggukkan kepalanya dan tersenyum pada Bu Siska.
Bu Siska merasa bahagia, karena permintaan suaminya akan terkabulkan, diapun berterimakasih pada dr Dara karena kebaikannya.
"Terimakasih dr, "
Dengan senyum khasnya Bu Siska berterimakasih pada dr Dara.
Bu Siska pun hendak kembali ke ruangan pak Dirga untuk memberitahu kabar baik ini, namun saat di depan pintu keluar, langkahnya terhenti.
...
"Saya dan Sukma berkawan di rumah sakit ini, kami baru saling mengenal karena Sukma baru bekerja sebentar disini, tapi entah apa yang terjadi padanya hingga kini dia menghilang tanpa ada kabar, dan dia adalah Amira adiknya, Sukma selalu menceritakan adiknya kepada saya, dia sangat menyayanginya.
__ADS_1
Pasti Bu Siska mau tahu tentang itu kan?"
Ucap dr Dara menjawab rasa penasaran dihati Bu Siska saat langkahnya terhenti di depan pintu keluar.