Air Mata Cinta Dara

Air Mata Cinta Dara
Terungkap


__ADS_3

Dengan nafas yang terengah Vidia mencari Reiner, namun tak kunjung dia temukan,


"Rio, ya Rio harus tahu tentang ini? Dimana mereka?"


Pandangan Vidia terus mencari di setiap sudut lautan manusia yang ada didalam club' malam itu, namun dia tidak bisa menemukan.


Vidia pun mencari di setiap kamar yang ada, dan ternyata


"Reiner... Kurang ajar ya kamu?"


Plak


Vidia melabrak dan menampar Reiner saat dia lihat Reiner sedang bersama suster Mery di dalam satu kamar hendak melakukan ritual cintanya.


"Sudah berani ya kamu menampar aku?"


Reiner coba melawan St Vidia menamparnya,


Namun Vidia tidak selemah yang Reiner kira.


"Aku tidak menyangka kamu bisa disini bersama wanita lain, disaat seseorang sedang mengincar nyawaku?"


"Apa maksud kamu?"


"Kamu tidak tahu, mati-matian aku berlari menghindari dia yang ingin membunuhku Rei, sekuat tenaga aku berlari menyelamatkan diri dan mencari dirimu berharap kamu mau menolongku?"

__ADS_1


Reiner Pun semakin tidak mengerti dengan apa yang Vidia katakan tentangnya.


"Aku tidak mengerti dengan apa yang kamu bicarakan saat ini, mungkin kamu sedang mabuk vid?"


Jawab Reiner yang tidak percaya pada Vidia.


"Aku tidak mabuk Rei, aku juga tidak berbohong, Amira datang padaku dan hendak membunuhku, dia ada di dalam mobilku dan ingin menabrak ku Rei"


Dengan napas dan pandangan yang serius Vidia menjelaskan semua yang terjadi padanya di parkiran mobil.


Mendengar nama Amira, Reiner pun terkejut dan merasa takut.


Pikirannya tidak percaya pada semua yang Vidia ceritakan, namun melihat respon tubuh Vidia yang sangat ketakutan membuat dia yakin jika Vidia saat ini sedang tidak berbohong.


"Mungkin Amira datang untuk membalaskan dendam padaku karena aku telah menipu kakaknya dulu, aku takut Rei aku sangat takut, Amira menatapku dengan penuh kebencian, mungkin dia tahu jika kakaknya sudah tiada dan itu salah aku karena aku juga terlibat dengan kamu dan kedua preman yang telah merampas bukti itu, aku takut Rei aku takut"


"Vidia, vid, bangun vid"


Reiner pun coba membangunkan Vidia.


...


Dara dan dr Rafi yang melihat dan mendengar semua pengakuan Vidia dari kamera kecil yang dibawa suster Mery pun sangat terkejut,


"Vidia, jadi dia juga bersekongkol dengan mereka? Aku tidak menyangka ayah, ternyata Vidia terlibat dengan semua ini, padahal aku tahu dia gadis yang baik, dia teman satu kelas Amira di sekolah, tapi astaga apa yang terjadi "

__ADS_1


Dara sangat tidak menyangka dengan semua pengakuan Vidia yang dia dengar dan lihat.


"Satu bukti sudah kita dapatkan nak, ayah akan simpan satu Vidio pengakuan ini untuk kita kumpulkan dan berikan pada polisi agar mereka cepat mendapatkan balasan yang setimpal"


Jawab dr Rafi.


Dara yang masih tidak menyangka jika Vidia terlibat dengan kejahatan Reiner dan kawan-kawan perlahan coba menerima kejahatannya.


"Tapi ayah, kita harus tahu dulu kenapa Vidia bersedia bersekongkol dengan mereka? "


"Baiklah ayah akan mengikuti rencanamu "


Saat Dara melihat kehadiran Vidia di antara keluarga Reiner, dia mulai curiga dengannya, Dara, dr Rafi dan suster Mery pun akhirnya menyusun rencana untuk memberi pelajaran pada Vidia dengan mendatangkan sosok Amira berharap dia akan bahagia dengan kedatangannya, namun malah sebaliknya, Vidia yang merasa bersalah justru takut dengan kedatangan Amira di dalam mobilnya.


Suster Mery pun sengaja mengajak Reiner untuk menjebaknya agar dia mau mengakui semua kejahatannya, namun bukan Reiner yang mengakui, justru Vidia yang mengakui semua itu.


Reiner pun segera membawa Vidia ke rumah sakit, Sadam dan Rio yang melihat heran mengapa Vidia tidak sadarkan diri.


Namun saat Rio hendak menyusul mereka, dia melihat suster Mery dengan semua keseksiannya, langkahnya pun terhenti dan menuju suster Mery.


Dengan tatapannya yang nakal, tatapan Rio menyasar semua tubuh suster Mery dari bawah sampai atas.


"Menawan"


Puji Rio melihat suster Mery.

__ADS_1


Suster Mery pun mengerti dengan semua tatapan nakal Rio, akhirnya suster Mery pun menarik lengan Rio dan mengajaknya kedalam.


"Reiner tidak jadi, Rio pun jadi"


__ADS_2